Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

PLN Bangun Jaringan Listrik 105 Desa Kaltim, 2 Rampung, 69 Desa Perlu Perluasan

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

PLN Bangun Jaringan Listrik 105 Desa Kaltim, 2 Rampung, 69 Desa Perlu Perluasan
BAGIKAN:

PT PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur (UID Kaltimra) menargetkan menyelesaikan pembangunan jaringan listrik baru dan perluasan untuk 105 desa di Kalimantan Timur pada Maret 2027, termasuk 36 desa yang akan mendapatkan infrastruktur listrik pertama kali. Dua desa sudah rampung, sementara 19 lokasi telah menyelesaikan penanaman tiang sepenuhnya, namun 69 desa lainnya masih memerlukan perluasan jaringan lama.

General Manager PT PLN UID Kaltimra, M Chaliq Fadli, mengungkapkan program ini mencakup 36 desa baru dan 69 desa perluasan, dengan Kutai Barat menjadi kabupaten yang paling banyak terlibat, yaitu 20 lokasi. Di antara 105 desa tersebut, hanya dua yang sudah rampung, sementara 19 lokasi telah mencapai 100 persen penanaman tiang, sementara yang lainnya masih dalam tahap penggalian lubang, mobilisasi peralatan, dan pekerjaan teknis.

Keberhasilan program ini, menurut Chaliq, bergantung pada dukungan pemerintah daerah, termasuk penyelesaian perizinan lahan, penyediaan lahan untuk program 2027, kesiapan jalan dan jembatan, serta koordinasi dengan instansi vertikal. Untuk wilayah terpencil, PLN juga menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal sebagai alternatif.

Di sisi lain, Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, mengakui tantangan geografis yang ekstrim di wilayahnya, dengan luas 13.708,92 kilometer persegi dan rasio elektrifikasi hanya 89,28 persen hingga Juli 2026. Ini berarti masih ada 10,72 persen rumah tangga yang belum teraliri listrik, dengan 16 kecamatan, 4 kelurahan, dan 190 kampung yang tersebar luas.

Pembangunan kelistrikan di Kutai Barat meliputi 9 kampung di 5 kecamatan, dengan jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 80,10 kilometer dan jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 47,34 kilometer. Selain itu, pemerintah daerah dan PLN menyiapkan 18 unit gardu dengan kapasitas total 1.500 kVA serta sambungan listrik baru untuk sekitar 1.100 calon pelanggan, yang sudah direalisasikan pada semester pertama 2026.

Frederick menambahkan bahwa seluruh pekerjaan sudah dalam tahap akhir, dan hanya menunggu peresmian resmi dari PLN. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kondisi geografis yang sulit masih menjadi tantangan utama dalam pemerataan akses listrik di wilayahnya.

Analisis Redaksi

Program elektrifikasi PLN di Kaltim bukan hanya tentang angka-angka teknis, melainkan juga tentang keadilan akses yang selama ini terabaikan di wilayah terpencil. Data yang menunjukkan masih ada 10,72 persen rumah tangga tanpa listrik di Kutai Barat mengungkapkan kesenjangan infrastruktur yang masih signifikan. Ini tidak hanya menjadi masalah teknis, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi, karena akses listrik merupakan prasyarat untuk pengembangan usaha mikro, pendidikan, dan kesehatan.

Tantangan terbesar dalam program ini adalah koordinasi antarlembaga, seperti yang diungkapkan Chaliq. Penyelesaian perizinan lahan, kesiapan infrastruktur pendukung, dan dukungan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan. Jika tidak terkoordinasi dengan baik, program ini berisiko menjadi proyek yang terlambat atau bahkan gagal. Selain itu, pendekatan PLTS komunal untuk wilayah terpencil merupakan langkah yang bijak, namun memerlukan investasi yang lebih besar dan perencanaan yang matang.

Langkah selanjutnya yang harus diperhatikan adalah transparansi pelaksanaan dan partisipasi masyarakat. Masyarakat desa harus lebih terlibat dalam proses pembangunan, baik sebagai pemantau maupun sebagai beneficiary. Selain itu, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa infrastruktur pendukung, seperti jalan dan jembatan, sudah siap sebelum listrik dibangun. Jika tidak, program ini akan menjadi investasi yang sia-sia karena aksesibilitas yang masih terbatas.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ