Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kenaikan Solar 40% Picu Protes Massal Suriah, 90% Warga di Bawah Garis Kemiskinan

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Kenaikan Solar 40% Picu Protes Massal Suriah, 90% Warga di Bawah Garis Kemiskinan
BAGIKAN:

Protes massal meledak di seluruh Suriah akhir pekan ini setelah pemerintah menaikkan harga solar 40% menjadi 175 pound Suriah per liter, kebijakan yang dinilai warga sebagai tetesan air yang memecah gelas tengah krisis ekonomi parah. Demonstrasi ini menjadi aksi unjuk rasa paling luas sejak rezim Bashar al-Assad runtuh hampir dua tahun lalu, memaksa penutupan jalan tol vital yang menghubungkan Damaskus ke Aleppo serta pembakaran ban di sejumlah titik.

Lonjakan Harga Paling Curam Sejak Perang

Kenaikan harga yang diberlakukan sejak hari Sabtu tidak hanya menyentuh solar. Pemerintah juga mengerek harga bensin oktan 95 sebesar 28% menjadi 195 pound, bensin oktan 90 naik 26% menjadi 185 pound, serta gas rumah tangga dan industri sekitar 9%. Data Reuters menunjukkan harga solar telah melonjak lebih dari dua kali lipat sejak Februari, sementara bensin oktan 95 meroket 86% dalam periode yang sama.

Lonjakan ini mencekik warga yang 90% di antaranya hidup di bawah garis kemiskinan menurut Program Pembangunan PBB—melonjak drastis dari sepertiga populasi sebelum perang saudara pecah 2011. "Kami tidak ingin upah lebih tinggi, kami hanya ingin harga bahan bakar lebih rendah," ujar Yasser Salim, warga Aleppo yang turut memblokir konvoi tanker menuju kilang.

Efek Domino: Serangan Kilang Rusia hingga Perawatan Baniyas

Juru Bicara Kementerian Energi Abdulhamid Salat membenarkan kenaikan ini sebagai tindakan sementara akibat biaya pengadaan global yang melonjak dan ketergantungan impor yang berat. Dua faktor struktural menjadi pemicu utama krisis pasokan ini:

  • Ketergantungan Rusia Tertekan: Suriah mengandalkan 60.000 barel per hari minyak mentah Rusia. Serangan Ukraina ke kilang Rusia memaksa Moskow membatasi ekspor bensin dan solar.
  • Kilang Baniyas Tutup Total: Fasilitas penyulingan terbesar Suriah ditutup tiga bulan untuk perawatan komprehensif pertamanya, menghilangkan kapasitas produksi domestik saat butuh sekali.

Di pasar global, acuan Brent telah naik 44% dari US$72,48 ke US$104,61 per barel sejak awal tahun, tekanan yang langsung diteruskan ke konsumen akhir.

Dampak Langsung ke Inflasi Level Akar Rumput

Imbasnya instan terasa di sektor transportasi dan pangan. Imad Abu Ras, sopir taksi berusia 44 tahun, mengeluhkan penumpang menolak kenaikan tarif. "Sekarang sayuran dan semua hal lain akan naik. Apa solusinya? Mencuri? Kami tidak bisa mencuri," katanya. Tekanan inflasi ini menciptakan siklus berbahaya di mana daya beli masyarakat yang sudah remuk semakin tergerus.

Tantangan Kebijakan: Antara Subsidi dan Realitas Fiskal

Pemerintahan Presiden Ahmed al-Sharaa menghadapi dilema klasik negara pasca-konflik: mempertahankan subsidi BBM yang membengkak anggaran versus melepaskan harga ke pasar yang memicu ketidakstabilan sosial. Kebijakan "sementara" yang bisa naik turun menurut kondisi global, sebagaimana dijanjikan Salat, menciptakan ketidakpastian bagi pelaku usaha mikro dan logistik.

Insight Siti Amalia: Krisis ini membuka tabir kerapuhan struktur ekonomi Suriah yang bergantung pada satu sumber impor (Rusia) dan satu kilang utama (Baniyas) tanpa cadangan strategis. Tanpa diversifikasi sumber energi dan reformasi subsidi yang tertarget—bukan universal—tekanan protes akan berulang setiap kali harga minyak global bergerak atau rantai pasok terganggu. Stabilitas politik pasca-Asad sangat bergantung pada kemampuan pemerintah mengelola ekspektasi inflasi level rumah tangga.

krisis bbm suriah ekonomi pasca asad

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸