Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

IHSG Anjlok 1,13% ke 6.461 Tertekan Sentimen Global Merah

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

IHSG Anjlok 1,13% ke 6.461 Tertekan Sentimen Global Merah
BAGIKAN:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.461 pada perdagangan Selasa (15/9) sore, tergelincir 73,54 poin atau 1,13 persen dari posisi penutupan sebelumnya. Koreksi tajam itu terjadi seiring aliran dana asing yang terus keluar dari pasar emergin.

Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi tercatat Rp12,69 triliun dengan volume 26,41 miliar lembar saham berubah tangan. Lebar pasar menunjukkan tekanan jual dominan: 314 kode saham terkoreksi, 312 menguat, dan 165 stagnan.

Delapan dari 11 indeks sektor bergerak merah. Sektor industri memimpin penurunan dengan koreksi 1,16 persen, diikuti properti dan keuangan yang masing-masing minus sekitar satu persen. Sementara itu, hanya tiga sektor yang tahan hijau, dipimpin barang konsumen non primer naik 0,53 persen, didukung oleh saham-saham defensif seperti rokok dan ritel.

Koreksi domestik bergerak selaras dengan sentimen regional yang gelap. Mayoritas bursa Asia tutup merah: Hang Seng Composite Hong Kong anjlok 1,00 persen, Shanghai Composite China turun 0,54 persen, dan Straits Times Singapura mengoreksi 1,47 persen. Nikkei 225 Jepang relatif datar minus 0,01 persen.

Tekanan global memperdalam di sesi Eropa dan Amerika. Indeks DAX Jerman dan FTSE 100 Inggris masing-masing melemah 0,82 persen dan 0,84 persen. Di sisi Barat, S&P 500 turun 0,48 persen, NASDAQ Composite minus 0,56 persen, dan Dow Jones Industrial Average melorong 0,29 persen.

Likuiditas yang menipis menjadi perhatian tersendiri. Nilai transaksi Rp12,69 triliun masih di bawah rata-rata harian kuartal ini, menandakan investor ritel dan institusi lokal menunggu arah jelas sebelum kembali masuk. Ketidakpastian suku bunga Fed dan geopolitik Timur Tengah membuat risiko-off menjadi narasi dominan.

Analisis Redaksi

Koreksi IHSG ke level 6.461 ini sekadar konfirmasi teknis bahwa support 6.500 telah roboh ditembus tekanan jual global. Korelasi tinggi dengan bursa Asia dan AS mengindikasikan pasar Indonesia belum punya katalis domestik cukup kuat untuk berdecoupling. Sektor industri yang tertekan paling dalam mencerminkan kekhawatiran makro soal permintaan global dan margin laba yang tipis.

Langkah selanjutnya yang logis: perhatikan level support psikologis 6.400โ€“6.380. Jika tembus, jalannya menuju 6.200 terbuka lebar. Pemerintah dan OJK perlu memantau aliran dana asing di pasar SBN sekaligus saham; net sell berkelanjutan akan merusak stabilitas rupiah. Bagi investor ritel, ini saatnya selektif pada fundamental kuat dan dividend yield tinggi, bukan memancing rebound spekulatif.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ