Anak Tewas di Gaza, Eks Jenderal Israel Mau Tumbangkan Netanyahu

Eks Kepala Staf MiliterIsrael, Jenderal Gadi Eisenkot, bersumpah akan mengalahkan perdana menteri petahana,Benjamin Netanyahu, dalam pemilu 27 Oktober mendatang.
Salah satu alasannya yakni membalas kematian sang anak yang terbunuh di Jalur Gaza Palestina.
Pemilu tersebut dinilai bisa menjadi salah satu yang paling penting dalam sejarah hampir 80 tahun Israel. Pemungutan suara digelar setelah bertahun-tahun Israel berperang di berbagai front dan menghadapi pergolakan sosial yang semakin tajam.
Kondisi itu juga memberikan tekanan besar terhadap posisi Israel di mata komunitas internasional.
Meski demikian, pergantian pemerintahan belum tentu membawa perubahan besar terhadap kebijakan Israel terkait perang di Jalur Gaza maupun pendudukan di Tepi Barat.
Berdasarkan sejumlah jajak pendapat, koalisi sayap kanan Netanyahu dan partai Likud akan menghadapi blok oposisi yang dipimpin Eisenkot.
Mantan letnan jenderal Angkatan Pertahanan Israel (IDF) itu mendirikan partai baru bernama Yashar, yang dalam bahasa Ibrani berarti "lurus" atau "jujur".
Nama tersebut mencerminkan pesan politik Eisenkot yang menganggap pemerintahan saat ini tidak cukup terbuka kepada masyarakat setelah empat tahun yang diwarnai tuduhan penghambatan dan penipuan.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Tentara Yaman Laksanakan 951 Operasi Tempur dalam 24 Jam, Lebih dari 250.000 Warga Terpaksa Mengungsi
