Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Pertamina NRE Resmikan Bioethanol Development Center Lampung: Strategi Menuju Target 1 Juta Kiloliter

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Pertamina NRE Resmikan Bioethanol Development Center Lampung: Strategi Menuju Target 1 Juta Kiloliter
BAGIKAN:

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkuat fondasi transisi energi nasional melalui peresmian Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Senin (14/9). Fasilitas ini dirancang sebagai platform riset dan uji coba berskala pilot untuk mengakselerasi produksi bioetanol nasional melalui pendekatan multi-feedstock dan teknologi lintas generasi.

Integrasi Teknologi Multi-Generasi dan Potensi Lokal

Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menjelaskan bahwa pusat pengembangan ini mengedepankan pendekatan multi-generation technology. Fasilitas ini mampu mengolah bahan baku generasi pertama (1G) seperti nira, sekaligus mengonversi limbah biomassa menjadi bioetanol generasi kedua (2G). Fokus utama pengembangan saat ini tertuju pada tanaman sorgum yang dinilai memiliki siklus panen kompetitif hingga tiga kali dalam setahun.

Pengembangan di Lampung diarahkan untuk menerapkan sistem end-to-end, mulai dari budidaya bahan baku hingga validasi proses produksi. Dengan kapasitas pilot mencapai 60 kiloliter per tahun, fasilitas ini akan menguji berbagai tahapan mulai dari pre-treatment, hidrolisis, fermentasi, hingga dehidrasi untuk memastikan efisiensi sebelum masuk ke tahap komersialisasi.

Sinergi Strategis Investasi dan Hilirisasi

Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Wakil Menteri Todotua Pasaribu menegaskan bahwa proyek ini adalah manifestasi ekosistem ekonomi hijau yang mempertemukan sektor pertanian, industri, dan teknologi dalam satu rantai nilai. Strategi ini mencakup reaktivasi pabrik, sinergi dengan PTPN, serta hilirisasi singkong dan jagung untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Momentum peluncuran ini juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis antara Pertamina NRE dengan Pemerintah Provinsi Lampung serta kemitraan riset bersama Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Toyota Tsusho Indonesia, dan raBit. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan teknis dan komersial pemanfaatan bioetanol berkelanjutan bagi industri otomotif masa depan.

Kehadiran pusat pengembangan di Lampung ini memberikan sinyal positif bagi struktur makroekonomi Indonesia. Dengan mengoptimalkan hilirisasi komoditas lokal seperti singkong, jagung, dan sorgum, pemerintah tidak hanya berupaya menekan ketergantungan pada impor BBM, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan di level daerah melalui penguatan rantai pasok energi terbarukan.

Pertanyaan Terkait

Apa keunggulan sorgum sebagai bahan baku bioetanol?

Sorgum dipilih karena produktivitasnya yang tinggi dengan siklus panen hingga tiga kali setahun. Selain itu, sorgum mendukung teknologi multi-generasi di mana niranya digunakan untuk bioetanol 1G dan batangnya untuk bioetanol 2G.

Apa target jangka panjang dari proyek ini?

Pertamina NRE berkomitmen mendukung target pemerintah untuk mencapai produksi 1 juta kiloliter bioetanol per tahun guna mendukung kemandirian energi nasional.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ