IHSG Diprediksi Melemah di Awal Pekan, Analis Sebut Support 6.448
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih rawan melemah pada perdagangan Senin (14/9) setelah terkoreksi 0,73 persen ke level 6.541 pada penutupan pekan lalu, dengan tekanan jual yang masih mendominasi pergerakan pasar.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG saat ini berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam, sehingga berpeluang menguji area support 6.370-6.451. Ia memproyeksikan rentang pergerakan indeks hari ini berada di support 6.448 dan 6.318, serta resistance 6.633 dan 6.705. Rekomendasi saham yang diberikan mencakup ADMR, INET, NCKL, dan DSNG.
Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, melihat peluang rebound setelah terbentuknya pola candle hammer pada perdagangan terakhir. Meski demikian, ia mengingatkan potensi koreksi setelah penguatan tetap perlu diwaspadai, mengingat pola serupa terlihat sejak akhir Juli. Ivan memproyeksikan target penguatan IHSG menuju area 6.752-6.835, dengan support di 6.448, 6.368, dan 6.288, serta resistance di 6.752, 6.835, 6.916, dan 7.071. Saham yang direkomendasikannya adalah INCO, MBMA, MEDC, dan PGEO.
Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi bursa pada Jumat (11/9) mencapai Rp14,68 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 30,44 miliar saham. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 183 saham menguat, 453 terkoreksi, dan 153 stagnan.
Dari kacamata bisnis, fluktuasi IHSG yang tajam membuka peluang bagi investor jangka pendek untuk melakukan akumulasi pada level support, namun manajemen risiko tetap menjadi kunci utama di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global. Investor disarankan untuk mencermati level-level teknikal yang dipaparkan analis sebagai panduan entry point, sembari tetap memantau sentimen eksternal yang dapat memicu pergerakan di luar ekspektasi.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Di Tengah Eskalasi Perang Arab, Laba Saudi Aramco Melonjak 34,6% di Kuartal III-2026

Jelaskan Isu Karhutla Singapura, KEEN Tegaskan Tidak Terlibat Secara Hukum maupun Operasional

Tekanan Besar di Sesi I: Dana Asing Cabut Rp831,55 M, Saham BBRI dan TLKM Jadi Sasaran Utama
