Ultimatum Presiden Iran di KTT BRICS: Pasokan Energi Global Terancam

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan sikap keras negaranya untuk tidak pernah menyerah kepada Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik global, saat menyampaikan pidato di New Delhi, India, pada Jumat (12/09/2026). Kunjungan perdana Pezeshkian ke India ini bertepatan dengan agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT BRICS) serta pertemuan bilateral penting bersama Perdana Menteri India Narendra Modi guna membahas stabilitas kawasan dan keamanan rantai pasok.
Di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan AS dan Israel, ketahanan energi global kini berada di titik nadir. Pezeshkian menyatakan bahwa Teheran akan terus melawan agresi demi menegakkan keadilan. Pernyataan ini merespons klaim Presiden AS Donald Trump mengenai ancaman keamanan di Timur Tengah, yang kemudian direspons oleh PM India dengan seruan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog terbuka demi menjaga keselamatan pelayaran internasional.
Dampak Krisis terhadap Rantai Pasok Energi
Eskalasi pertempuran yang pecah sejak akhir Februari lalu telah berdampak langsung pada kelambatan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Blokade militer dan serangan di jalur strategis tersebut menyebabkan banyak kapal kargo telantar serta memicu lonjakan tajam pada harga minyak mentah dunia.
Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat, India menanggung risiko paling besar dari krisis ini. Mengingat 85% kebutuhan bahan bakar India bergantung pada impor yang melewati Selat Hormuz, gangguan pasokan ini tidak hanya mengancam stabilitas fiskal domestik, tetapi juga telah memakan korban jiwa dari kalangan pelaut komersial yang melintasi zona konflik.
Terlepas dari bayang-bayang krisis energi dan ketegangan militer yang kian memanas, pertemuan antara Modi dan Pezeshkian menunjukkan upaya diplomasi ekonomi yang tetap berjalan. Kedua pemimpin negara menegaskan pentingnya menjaga hubungan bilateral dan jalur perdagangan di tengah dinamika geopolitik yang menantang pasar global.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

IHSG Anjlok 3% ke 4.942, Tekanan Jual Dominasi di Tengah Pemilu Sela AS & Anjloknya Harga Minyak

OJK Targetkan Empat Bank Syariah Selevel BSI untuk Kuatkan Industri Keuangan Nasional

Aksi Jual Asing Masif Berbuah Maut, IHSG Jebol di Bawah 5.000 Sesi I
