Medan Raih Emas IMT-GT Green City Award, Tapi Tantangan Sampah dan Banjir Masih Menunggu Solusi Nyata

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menerima penghargaan IMT-GT Green City Award kategori Gold untuk Circular Economy and Resource Efficiency langsung dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Gala Dinner ke-32 IMT-GT Ministerial Meeting di JW Marriott Hotel, Rabu (9/9) malam. Penghargaan ini menandai pengakuan regional atas komitmen Pemko Medan dalam pembangunan kota berkelanjutan, inklusif, dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Di balik kilauan trofi emas tersebut, persoalan klasik kota metropolitan ini โ tumpukan sampah di TPA Terjun yang sudah melebihi kapasitas serta genangan banjir musiman yang meresahkan warga โ tetap menjadi ujian nyata apakah konsep "Green City" benar-benar meresap ke akar masalah atau hanya berhenti pada jargon diplomatik.
Diplomasi IMT-GT: Dari Forum Dialog ke Proyek Konkret
Menteri Tito Karnavian dalam sambutannya tidak mau sekadar merayakan momen foto. Ia menegaskan kerja sama IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) tidak boleh macet di level forum dialog. "Harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," tegasnya. Potensi 10 provinsi di Sumatera dinilai raksasa, namun Tito menyadari kedekatan geografis dengan Malaysia dan Thailand baru menjadi modal daya saing jika disertai sinergi proyek nyata, bukan hanya MoU yang menumpuk di laci.
Analisis: Selama ini, narasi IMT-GT sering kali ketinggalan realita di lapangan. Perbatasan fisik terbuka, tapi hambatan non-tarif dan birokrasi investasi masih tebal. Jika Medan ingin jadi pintu gerbang Sumatera, penghargaan ini harus jadi momentum memaksa percepatan realisasi investasi lintas batas, bukan sekadar hiasan ruang tamu Wali Kota.
Agenda Hijau Bobby: Antara Harapan dan Realita Lapangan
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, menyoroti tiga pilar agenda hijau: pengelolaan sampah, mobilitas rendah karbon, dan efisiensi energi, ditambah ketahanan banjir. Ia menegaskan kesiapan Sumut memperkuat peran via proyek investasi dan kolaborasi lintas sektor.
Kritik: Target mobilitas rendah karbon dan efisiensi energi memerlukan infrastruktur masif (MRT/LRT, jaringan listrik hijau) yang biaya dan waktunya tidak instan. Sementara soal sampah, Medan masih bergulat dengan pola "angkut-dump" ke TPA Terjun tanpa pengolahan ekonomi sirkular yang masif di tingkat sumber. Penghargaan kategori "Circular Economy" justru jadi ironi jika tidak diimbangi kebijakan tegas soal pemisahan sampah dari rumah tangga dan penolakan plastik sekali pakai yang konsisten.
Soal banjir, solusi struktural seperti normalisasi sungai dan pembangunan embung butuh keputusan politik berani soal gusuran dan akuisisi lahan โ hal yang sering kali tertunda demi "kenyamanan politik" menjelang kontestasi pemilu.
Uji Nyata: Dari Penghargaan ke Kualitas Hidup Warga
Penghargaan IMT-GT Green City Award ini seharusnya menjadi "social contract" baru. Bukan akhir perjalanan, tapi titik awal akuntabilitas. Warga Medan tidak makan trofi emas; mereka butuh udara bersih, jalan bebas genangan, dan manajemen sampah yang tidak membuat TPA Terjun jadi gunapi gunung sampah abadi.
Sinergi Pemerintah Pusat, Pemda, dan negara anggota IMT-GT yang diharapkan Bobby harus terwujud dalam kinerja Pemda yang terukur: persentase reduksi sampah ke TPA, panjang saluran drainase yang dinormalisasi, dan realisasi proyek transportasi massal. Tanpa metrik itu, penghargaan ini hanya "greenwashing" berskala internasional.
FAQ Terkait Berita Ini
Penghargaan apa yang diraih Kota Medan dan kategori apa?
Kota Medan meraih IMT-GT Green City Award kategori Gold Circular Economy and Resource Efficiency.
Siapa yang menyerahkan penghargaan tersebut?
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyerahkan penghargaan tersebut kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.
Apa tantangan utama Medan setelah mendapat penghargaan ini?
Tantangan utamanya adalah mewujudkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang nyata di tingkat sumber, menyelesaikan kapasitas TPA Terjun, serta mengatasi banjir musiman melalui infrastruktur drainase dan normalisasi sungai yang struktural.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Pramono Anung Pastikan DKI Ikuti Keputusan Pusat Soal Konser Andrea Bocelli 2026

Menekraf Percepat Aktivasi 80 Desa Kreatif dengan Fokus pada Talenta Akar Rumput

KemenPPPA Gelar Festival Anak Bermain di GBK untuk Kurangi Screen Time Anak
