BBPOM Temukan E. coli pada Ayam Bumbu Kuning MBG Tana Toraja, 193 Siswa Terdampak

Kesehatan
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

BBPOM Temukan E. coli pada Ayam Bumbu Kuning MBG Tana Toraja, 193 Siswa Terdampak
BAGIKAN:

Hasil uji Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar menemukan cemaran bakteri Escherichia coli pada menu ayam masak bumbu kuning program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi 193 siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Temuan itu diumumkan setelah para siswa mengalami gangguan kesehatan dan dilarikan ke klinik serta rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja, Yosefina Rombetasik, mengatakan hasil tersebut berdasarkan laporan resmi BBPOM Makassar. Ia menyebut sampel ayam masak bumbu kuning yang dikonsumsi siswa SMP dan SD positif mengandung E. coli.

“Pada sampel ayam masak bumbu kuning yang dikonsumsi SMP dan SD ditemukan positif mengandung bakteri Escherichia coli,” kata Yosefina, Jumat (11/9).

Menurut Yosefina, keberadaan E. coli pada makanan tersebut tidak memenuhi persyaratan keamanan pangan. Bakteri itu dapat memicu diare, mual, muntah, dan sakit perut.

“Adanya cemaran mikrobiologi atau bakteri Escherichia coli pada sampel yang diuji, yaitu ayam masak bumbu kuning, dapat menyebabkan salah satu gejala keracunan makanan yang dikonsumsi, seperti diare, mual, muntah dan sakit perut,” jelasnya.

Yosefina menuturkan tidak semua sampel makanan yang diperiksa mengandung cemaran. Nasi putih, tempe mendoan, sayur tumis jagung, wortel dan labu siam, serta ikan nila dinyatakan negatif untuk parameter E. coli, Staphylococcus aureus, Salmonella, methanil yellow, sianida, dan nitrit.

Pada sampel irisan melon, pemeriksaan mikrobiologi juga negatif untuk E. coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella. Sementara pemeriksaan kimia mendeteksi nitrit dalam kadar kecil.

Menurut Yosefina, nitrit dalam jumlah sangat kecil dapat ditemukan secara alami pada sayuran dan buah karena proses penyerapan nitrat dari tanah atau air yang kemudian berubah akibat aktivitas bakteri.

“Secara alami sayur dan buah dapat mengandung nitrit dalam jumlah yang sangat kecil,” katanya.

Sebelumnya, 193 siswa di dua SMP di Tana Toraja dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Ratusan siswa itu dibawa ke klinik dan rumah sakit dengan gejala pusing, mual, dan muntah-muntah.

Temuan cemaran E. coli pada ayam bumbu kuning menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap rantai pengolahan dan distribusi makanan dalam program MBG agar kasus serupa tidak terulang.

Meow! Tanya Nesi!
😸