PTPN Group dan KUAB Bangun Ekosistem Kedelai Nasional, Uji Pilot 50 Hektare per Lokasi

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

PTPN Group dan KUAB Bangun Ekosistem Kedelai Nasional, Uji Pilot 50 Hektare per Lokasi
BAGIKAN:

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengoordinasikan sinergi sejumlah entitas PTPN Group dengan PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) untuk mengembangkan kedelai nasional dari hulu ke hilir. Kolaborasi itu ditandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai pemanfaatan lahan dan budidaya kedelai di Jakarta, Jumat (11/09).

MoU ditandatangani Direktur Utama PT KUAB Ali Zum Mashar dan Direktur Aset PTPN III (Persero) Agung Setya Imam Efendi. Penandatanganan disaksikan Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna serta Pendiri sekaligus Presiden Direktur Arsari Group Hashim S Djojohadikusumo. Acara dihadiri Direksi dan perwakilan PTPN I, PTPN IV PalmCo, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Peran PTPN Group dan KUAB

Denaldy mengatakan Holding Perkebunan Nusantara menjalankan fungsi koordinasi dan fasilitasi agar sinergi antar-entitas PTPN Group terarah dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Menurutnya, PTPN Group memiliki pengalaman pengelolaan perkebunan, kapabilitas operasional, dan potensi aset yang dapat disinergikan dengan teknologi, varietas, pendanaan, serta kemampuan budi daya PT KUAB.

“PTPN Group siap mengambil peran dalam mendukung pengembangan kedelai nasional melalui kolaborasi yang terukur dan berbasis kelayakan. Program ini akan dijalankan secara bertahap agar model bisnis, produktivitas, kesiapan lahan dan keberlanjutannya dapat diuji secara objektif,” kata Denaldy.

Dalam rencana kerja sama, PTPN I, PTPN IV PalmCo, dan PT SGN berperan sesuai kepemilikan dan pengelolaan lahan masing-masing. PTPN IV PalmCo juga mendukung transfer pengetahuan, pengembangan budidaya, dan penyerapan kedelai untuk kebutuhan penanaman berikutnya. PT KUAB berperan sebagai pelaksana budi daya, penyedia teknologi dan varietas kedelai MIGO, pendanaan, serta transfer pengetahuan.

Potensi 4.800 Hektare dan Pilot Project 2026

Rencana pengembangan mencakup sejumlah lokasi indikatif di lingkungan PTPN Group dengan total potensi sekitar 4.800 hektare. Lokasi meliputi Kebun Jalupang di Kabupaten Subang, Kebun Pasir Badak di Kabupaten Sukabumi, Kebun Cikumpay di Kabupaten Purwakarta, Kebun Cibungur di Kabupaten Sukabumi, Kebun Cisalak Baru di Kabupaten Lebak, serta areal PG Jatitujuh di Kabupaten Majalengka.

MoU menjadi landasan awal untuk kajian lebih mendalam. Sebagai tahap awal, para pihak merencanakan pilot project seluas 50 hektare pada setiap lokasi yang disiapkan pada 2026. Hasil pilot project akan menjadi dasar evaluasi sebelum pengembangan lebih luas pada 2027.

Sebelum penandatanganan MoU, PTPN Group dan PT KUAB melakukan kunjungan serta pemeriksaan lapangan di sejumlah calon lokasi budidaya. Kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan kesesuaian lahan, pemetaan areal usulan, dan penyusunan rancangan kerja sama.

Insight Bisnis

Pendekatan bertahap ini menunjukkan mitigasi risiko operasional dan finansial. Dengan menguji 50 hektare per lokasi, para pihak dapat menilai produktivitas, kesesuaian lahan, dan model bisnis sebelum melakukan ekspansi ke potensi 4.800 hektare. Bagi pasar, sinergi ini berpotensi memperkuat pasokan benih dan kedelai nasional, tetapi keberhasilannya bergantung pada eksekusi pilot project dan kesiapan penyerapan hasil.

Direktur Arsari Group Hashim S Djojohadikusumo mengatakan pengembangan kedelai nasional membutuhkan kolaborasi. “Hendaknya, kita bisa swasembada kedelai ini mungkin dalam waktu 3-4 tahun. Dan saya kira maksud kita adalah untuk mensuplai, memasok benih ke koperasi atau ke banyak petani di seluruh Indonesia. Karena banyak lahan di Indonesia yang sangat cocok untuk kedelai,” ujarnya.

Ia menyambut baik sinergi PTPN Group dan PT KUAB sebagai bagian upaya membangun fondasi pengembangan kedelai nasional berkelanjutan. “Ini sangat strategis untuk swasembada pangan kedelai. Saya menyampaikan terima kasih kepada PTPN. Ini suatu kerja sama yang sangat strategis untuk bangsa Indonesia,” kata Hashim.

Melalui kolaborasi ini, PTPN Group menegaskan komitmennya mengoptimalkan kompetensi dan potensi aset secara produktif, terukur, dan bertanggung jawab untuk mendukung penguatan ekosistem pangan dan percepatan swasembada kedelai nasional.

Meow! Tanya Nesi!
😸