Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

2.300 Hektare Hutan Habitat Gajah di Sumsel Terbakar, 90 Hektare Masih Membara!

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

2.300 Hektare Hutan Habitat Gajah di Sumsel Terbakar, 90 Hektare Masih Membara!
BAGIKAN:

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Suaka Margasatwa Padang Sugihan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Hingga saat ini, luas hutan yang terbakar mencapai 2.300 hektare, dan 90 hektare di antaranya masih aktif terbakar. Kawasan ini merupakan habitat gajah Sumatera yang dilindungi. Kebakaran diduga dipicu oleh musim kemarau panjang dan aktivitas pembukaan lahan, meskipun penyebab pasti masih dalam penyelidikan.

Data tersebut disampaikan oleh pihak pengelola suaka margasatwa. Angka 2.300 hektare menunjukkan skala kerusakan yang signifikan, mengingat kawasan ini adalah salah satu bentang alam terakhir bagi populasi gajah Sumatera di Sumatera Selatan. Api yang masih menyala di 90 hektare menjadi prioritas utama pemadaman agar tidak merembet ke area konservasi inti.

Dampak Ekologis dan Ancaman Kepunahan

Suaka Margasatwa Padang Sugihan memiliki peran vital sebagai koridor satwa dan penyangga ekosistem gambut. Kebakaran di kawasan gambut tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga melepaskan emisi karbon dalam jumlah besar. Bagi gajah Sumatera, hilangnya tutupan hutan berarti kehilangan sumber pakan, tempat berlindung, dan ruang jelajah. Konflik dengan manusia pun berpotensi meningkat karena satwa akan mencari makan ke perkebunan warga.

Dalam konteks investigasi, pola karhutla yang berulang setiap tahun di Sumsel mencurigai adanya pembiaran sistemik. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan sering kali tumpul. Padahal, Undang-Undang Lingkungan Hidup telah mengatur sanksi berat. Ketika habitat gajah terbakar, negara sedang kehilangan aset biodiversitas yang tak ternilai.

Upaya Pemadaman dan Keterbatasan Sumber Daya

Tim gabungan dari BKSDA, BPBD, dan Manggala Agni terus berjibaku memadamkan api. Namun, medan gambut yang kering dan sulit dijangkau menjadi kendala. Keterbatasan personel dan peralatan menjadi catatan kritis. Seharusnya, sistem deteksi dini dan patroli rutin diperkuat, bukan hanya reaksi setelah api membesar.

Publik berhak mengetahui sejauh mana pemerintah daerah dan pusat bertanggung jawab atas bencana ekologis ini. Transparansi data titik api dan luas terbakar harus disampaikan secara berkala. Jangan sampai karhutla hanya menjadi berita musiman tanpa solusi permanen.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Berapa luas hutan Suaka Margasatwa Padang Sugihan yang terbakar?
Luas yang terbakar mencapai 2.300 hektare, dengan 90 hektare di antaranya masih terbakar hingga saat ini.

2. Mengapa kebakaran ini berbahaya bagi gajah Sumatera?
Karena kawasan tersebut adalah habitat penting gajah Sumatera. Kebakaran menghancurkan sumber pakan dan tempat berlindung, serta memicu konflik dengan manusia.

3. Apa penyebab kebakaran?
Penyebab pasti masih diselidiki. Namun, musim kemarau panjang dan aktivitas pembukaan lahan diduga menjadi pemicu utama.

Meow! Tanya Nesi!
😸