Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Dimulai Kuartal I-2027: Berkah atau Beban?
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan memastikan program pemberian rekening bank gratis bagi seluruh warga Indonesia berusia 17 tahun ke atas akan diuji coba pada kuartal I-2027. Kebijakan ambisius ini menyasar sekitar 200 juta penduduk, dengan saldo awal Rp50 ribu per rekening dan tanpa potongan biaya administrasi.
Dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (10/9/2026), Luhut menyatakan bahwa tahun ini akan difokuskan pada penyelesaian data agar distribusi lebih tertib. 'Kalau didistribusikan kita uji coba nanti pada kuartal I tahun depan. Jadi tahun ini kita menyelesaikan semua data ini supaya lebih tertib,' ujarnya. Program ini digadang-gadang sebagai terobosan inklusi keuangan nasional, dengan penyaluran bantuan sosial yang langsung ditransfer ke rekening penerima, bukan lagi dalam bentuk barang.
Mekanisme dan Target Penerima
Rekening gratis ini akan dikhususkan untuk Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Luhut menegaskan bahwa program ini akan menyasar 50 juta masyarakat termiskin. 'Itu arahan presiden. Masyarakat termiskin yang ada tadi 50 juta ya, 50 juta itu sudah pasti akan diberikan,' paparnya. Dana bansos yang ditransfer akan disesuaikan dengan kebutuhan hidup, seperti pembayaran listrik, beras, dan bensin. Pemerintah bahkan tengah mempertimbangkan sistem kupon untuk mencegah penyalahgunaan, misalnya untuk judi online. 'Di lapangan nanti akan jadi market mechanism. Jadi, membuat kita lebih transparan,' tambah Luhut.
Anggaran Rp11 Triliun dan Tantangan Fiskal
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengalokasikan sekitar Rp11 triliun untuk program ini. 'Totalnya kalau 200 juta penduduk berarti kira-kira sekitar Rp11 triliun lah,' kata Airlangga di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Namun, ia belum dapat memastikan apakah anggaran berasal dari APBN 2026 atau 2027, karena masih dalam pembahasan dengan Bank Indonesia dan OJK. 'Anggaran nanti kita bahas, karena kan nggak semua langsung segitu, kan nantinya itu secara bertahap,' jelasnya.
Sebagai kolumnis, saya menilai langkah ini sebagai pedang bermata dua. Di satu sisi, ini bisa menjadi lompatan besar dalam inklusi keuangan dan efisiensi penyaluran bansos. Namun, di sisi lain, ada risiko serius: kesiapan infrastruktur data kependudukan, potensi kebocoran anggaran, serta moral hazard jika masyarakat terbiasa menerima transfer tanpa edukasi finansial yang memadai. Pemerintah harus memastikan bahwa program ini tidak sekadar bagi-bagi rekening, tetapi juga disertai literasi keuangan yang mumpuni. Tanpa itu, Rp11 triliun bisa menjadi beban fiskal yang sia-sia.
FAQ Terkait Berita Ini
Kapan program rekening gratis mulai diuji coba? Uji coba dijadwalkan pada kuartal I-2027, setelah data kependudukan selesai pada tahun ini.
Berapa saldo awal dan apakah ada potongan biaya? Setiap rekening akan mendapat saldo awal Rp50 ribu dari pemerintah, dan dana tersebut tidak boleh terpotong biaya administrasi atau biaya lainnya.
Bank apa saja yang terlibat dalam program ini? Program ini akan menggunakan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

KKP Targetkan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih dan 4.582 Kapal untuk Dongkrak Kesejahteraan hingga 2029

Sinar Mas dan Salim Group Buka Suara: Boss Sawit Diklarifikasi di Singapura terkait Karhutla

Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun, Transformasi TLKM 30 Dorong Pertumbuhan Digital
