Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Purbaya Pastikan Duit Ada: Program Rekening Massal 200 Juta Warga Pakai APBN, Saldo Awal Rp50 Ribu

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Purbaya Pastikan Duit Ada: Program Rekening Massal 200 Juta Warga Pakai APBN, Saldo Awal Rp50 Ribu
BAGIKAN:

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) siap menopang saldo awal program pembukaan rekening bank massal bagi masyarakat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (9/9/2026), menjawab peluang penggunaan APBN untuk setoran awal yang nilainya relatif kecil, yakni Rp50.000 per penerima.

Purbaya menilai beban fiskal program ini masih terkendali. “Mungkin ya. Kan kalau Rp50 ribu kali sekian, nggak banyak-banyak amat lah kalau saya lihat,” ujarnya. Ia juga menegaskan pemerintah masih memiliki cadangan belanja. “Cadangan belanja pemerintah ada, selalu ada. Saya lihat masih masuk,” kata Purbaya.

Target 200 Juta Penduduk dan Anggaran Rp11 Triliun

Program ini menyasar lebih dari 200 juta penduduk. Pemerintah menugaskan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) sebagai penyedia rekening. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyebut anggaran sekitar Rp11 triliun atau setara 600 juta dolar AS, bersumber dari APBN.

Secara makro, langkah ini adalah dorongan besar untuk inklusi keuangan. Namun, ukuran keberhasilan tidak berhenti pada jumlah rekening yang dibuka. Pemerintah perlu memastikan rekening aktif, bukan sekadar dormant, agar penyaluran bantuan sosial dan program keuangan lain benar-benar tepat sasaran.

Insight Bisnis: Efisiensi Fiskal dan Risiko Implementasi

Dari sisi fiskal, Rp50.000 per orang memang terlihat kecil. Tetapi ketika dikalikan 200 juta penduduk, totalnya menjadi pos belanja yang signifikan. Karena itu, disiplin data penerima, verifikasi identitas, dan integrasi dengan sistem perbankan menjadi penentu. BRI dan BSI akan menanggung beban operasional pembukaan rekening massal, termasuk layanan dasar dan kepatuhan.

Bagi pasar, sinyal ini positif untuk sektor perbankan besar dan layanan keuangan digital. Namun, investor tetap perlu mencermati eksekusi: apakah anggaran Rp11 triliun cukup, bagaimana mekanisme pencairan, dan apakah program ini menciptakan multiplier effect nyata bagi konsumsi rumah tangga. Tanpa itu, program rekening massal hanya menjadi seremonial administratif.

FAQ Terkait Berita Ini

Berapa saldo awal yang diberikan?
Setiap rekening yang dibuka akan memperoleh saldo awal Rp50.000.

Siapa bank penyalurnya?
Pemerintah menugaskan BRI dan BSI sebagai penyedia rekening bagi masyarakat.

Berapa total anggaran dan target penerimanya?
Anggaran sekitar Rp11 triliun dari APBN, dengan target lebih dari 200 juta penduduk.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸