⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pendidikan Borong Rp29,44 Triliun dari Pagu Infrastruktur 2027, Sektor Lain Hanya Kebagian Sisa?

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Pendidikan Borong Rp29,44 Triliun dari Pagu Infrastruktur 2027, Sektor Lain Hanya Kebagian Sisa?
BAGIKAN:

Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan 1.058 unit output pembangunan pada 2027, naik dari 1.041 unit dalam pagu indikatif. Keputusan ini terungkap dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Kamis (10/9/2026), setelah pagu anggaran infrastruktur Ditjen Prasarana Strategis bertambah menjadi Rp32,57 triliun. Dari jumlah itu, sektor pendidikan menguasai porsi terbesar: Rp29,44 triliun untuk 686 unit output.

Tambahan target berasal dari 17 output prioritas yang masuk setelah pagu naik Rp1,037 triliun. Rinciannya, 4 unit perguruan tinggi dan perguruan tinggi keagamaan, 3 unit prasarana perekonomian, 6 unit prasarana olahraga, 2 unit prasarana kesehatan, dan 2 unit prasarana peribadatan. Plt. Dirjen Prasarana Strategis Kementerian PU Kuswara menyebut penambahan itu sebagian besar merupakan kegiatan committed atau lanjutan dari tahun 2026.

“Penambahan Pagu Anggaran sebesar Rp1,037 triliun diperuntukkan untuk penambahan 17 output prioritas...” ujar Kuswara di Komisi V DPR RI.

Pendidikan Menyerap Hampir Seluruh Pagu

Pagu Rp32,57 triliun itu mayoritas diarahkan ke Prasarana Pendidikan, yakni Rp29,44 triliun dengan target 686 unit. Pembangunan Sekolah Rakyat dan revitalisasi sekolah keagamaan mendominasi anggaran tersebut. Sementara Prasarana Permukiman hanya mendapat Rp2,674 triliun untuk 372 unit, mencakup prasarana perekonomian Rp0,149 triliun (6 unit), olahraga Rp0,775 triliun (7 unit), kesehatan Rp0,31 triliun (3 unit), dan peribadatan Rp0,11 triliun (3 unit).

Di luar proyek fisik, pemerintah menyiapkan Dukungan Manajemen Rp0,456 triliun, terdiri dari belanja pegawai Rp0,274 triliun, belanja operasional Rp0,107 triliun, dan belanja non-operasional Rp0,075 triliun. Pos ini penting agar pelaksanaan prasarana strategis di lapangan bisa dikendalikan bersama satuan kerja dan unit teknis.

Analisis saya, arah anggaran ini menegaskan pergeseran prioritas: negara ingin mengejar pembangunan manusia melalui infrastruktur pendidikan. Namun, belanja fisik sekolah tidak otomatis meningkatkan kualitas pembelajaran. Tanpa penguatan guru, kurikulum, dan tata kelola satuan pendidikan, risiko output besar hanya berhenti pada bangunan. Di sisi lain, porsi kecil untuk prasarana ekonomi, kesehatan, dan olahraga bisa menjadi sinyal bahwa proyek-proyek tersebut kurang menjadi prioritas fiskal 2027.

Yang perlu dicermati, kenaikan output ini bergantung pada kegiatan lanjutan 2026. Artinya, kemampuan Kementerian Pekerjaan Umum menyerap anggaran tepat waktu akan menentukan apakah target 1.058 unit tercapai atau justru menjadi beban di tahun berikutnya. Kuswara menyatakan Ditjen Prasarana Strategis berkomitmen mengoptimalkan alokasi untuk percepatan penyediaan dan peningkatan kualitas prasarana strategis sesuai prioritas pembangunan nasional.

FAQ Terkait Berita Ini

Berapa total pagu Ditjen Prasarana Strategis 2027?

Total pagu mencapai Rp32,57 triliun dengan target 1.058 unit output, naik dari 1.041 unit pada pagu indikatif.

Mengapa target output naik?

Karena ada penambahan pagu Rp1,037 triliun untuk 17 output prioritas, sebagian besar merupakan kegiatan lanjutan atau committed dari 2026.

Apakah pendidikan mendapat alokasi terbesar?

Ya. Prasarana pendidikan mendapat Rp29,44 triliun untuk 686 unit, mencakup Sekolah Rakyat dan revitalisasi sekolah keagamaan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸