OJK: RI Wajib Kuasai Harga Nikel, Bukan Sekadar Jadi Pemasok!
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sarjito, menegaskan Indonesia harus memiliki kekuatan menentukan harga komoditas strategis, termasuk nikel. Pernyataan itu disampaikan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia, Kamis (10/09/2026), di Jakarta, sebagai respons atas posisi RI sebagai pemasok utama dunia yang belum sepenuhnya menikmati kendali harga nikel.
Dari Pemasok Terbesar ke Penentu Harga
Selama ini Indonesia dikenal sebagai raja nikel dunia. Namun, kekuatan produksi tidak otomatis menjelma menjadi kekuatan harga. Di pasar global, harga masih sering ditentukan oleh pembeli, bursa luar negeri, dan dinamika permintaan industri baterai. Di sinilah Sarjito melihat celah besar: tanpa infrastruktur pasar dan tata kelola yang mumpuni, nilai tambah dari hilirisasi bisa bocor ke pihak lain.
OJK melalui bursa mineral dan komoditas strategis ingin memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah atau setengah jadi, tetapi juga memiliki acuan harga yang kredibel. Ini bukan soal gengsi. Ini soal kedaulatan ekonomi dan stabilitas penerimaan negara.
Insight Bisnis: Apa yang Harus Dicermati Pelaku Pasar?
Bagi pelaku pasar, sinyal ini patut dibaca sebagai agenda jangka menengah. Emiten tambang, smelter, dan perusahaan pendukung logistik bisa mendapat sentimen positif bila bursa komoditas berjalan efektif. Namun, ada sejumlah prasyarat: likuiditas transaksi, standar mutu, transparansi harga, dan pengawasan yang tidak setengah hati.
Jika bursa hanya menjadi formalitas administratif, harapan menguasai harga nikel bisa berhenti sebagai wacana. Sebaliknya, bila eksekusi berjalan disiplin, Indonesia berpeluang menggeser posisi dari price taker menjadi price maker di pasar nikel dan mineral strategis lain. Pemerintah, OJK, dan pelaku industri harus bergerak dalam satu irama.
FAQ Terkait Berita Ini
Siapa yang menyampaikan pernyataan ini? Sarjito, Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK.
Apa inti pernyataannya? Indonesia harus memiliki kekuatan menentukan harga komoditas strategis, termasuk nikel.
Kapan dan di mana disampaikan? Dalam program Squawk Box CNBC Indonesia, Kamis (10/09/2026), di Jakarta.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

DJP Klarifikasi: GOTO dan Lazada Bukan Pemungut Pajak Digital, Cakupan SPP-TDLN Masih Terbatas

Bahlil Tutup Akses Ekspor Listrik ke Singapura, Perintahkan Danantara Tolak Lobi

Andalkan Empat Segmen Bisnis, Telkom Rebut Target Laba Bersih Rp14,4 T di Kuartal III 2026
