Netanyahu Pijak Gunung Hermon, Suriah Murka: Provokasi atau Sinyal Perang?
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengunjungi pos militer IDF di Gunung Hermon, wilayah Suriah selatan, pada Rabu (9/9).
- Kunjungan tanpa izin itu memicu kemarahan Pemerintah Suriah, yang menilainya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Suriah dan hukum internasional .
- Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut tindakan Netanyahu provokatif dan menegaskan bahwa Republik Arab Suriah mengutuk keras masuknya perdana menteri pendudukan Israel ke wilayahnya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengunjungi pos militer IDF di Gunung Hermon, wilayah Suriah selatan, pada Rabu (9/9). Kunjungan tanpa izin itu memicu kemarahan Pemerintah Suriah, yang menilainya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Suriah dan hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut tindakan Netanyahu provokatif dan menegaskan bahwa Republik Arab Suriah mengutuk keras masuknya perdana menteri pendudukan Israel ke wilayahnya.
Klaim Penguasaan Mutlak dan Pesan Regional
Dalam kunjungan yang bertepatan dengan Rosh Hashanah atau Tahun Baru Yahudi, Netanyahu mengeklaim Israel memegang kendali mutlak atas Gunung Hermon. Ia menyatakan, 'Damaskus ada di sini, Lebanon ada di sana, Dataran Tinggi Golan ada di sana, dan kami menguasai dari Puncak Hermon hingga Sungai dan dari sini hingga Laut Mediterania, penguasaan mutlak yang belum pernah terjadi sebelumnya.' Netanyahu juga menekankan tugas baru Israel, yakni menghancurkan Iran. Melalui kunjungan tak sah itu, Israel ingin mengirim pesan jelas ke Suriah bahwa mereka tidak akan pernah mundur.
Latar Konflik dan Hukum Internasional
Israel dan Suriah saling bermusuhan sejak Tel Aviv menduduki Dataran Tinggi Golan pada 1967. Damaskus berusaha merebut kembali tetapi gagal. PBB kemudian membentuk zona demarkasi yang diawasi pasukan perdamaian untuk memisahkan kedua militer negara itu. Namun, Israel kerap melanggar perjanjian dan sering menyerang Suriah.
Dari kacamata hubungan internasional, kunjungan ini bukan sekadar simbolik. Langkah Netanyahu dapat dibaca sebagai penegasan superioritas militer, pengalihan tekanan domestik, dan sinyal kepada Iran serta aktor regional. Namun, klaim kedaulatan atas wilayah yang diduduki tidak menghapus status pendudukan. Suriah dan banyak negara menolak aneksasi Golan, sementara Resolusi Dewan Keamanan PBB 497 menegaskan aneksasi itu batal demi hukum. Eskalasi retorika berisiko memperbesar ketegangan, mempersempit ruang diplomasi, dan menyeret kawasan ke konfrontasi lebih luas.
FAQ Terkait Berita Ini
Mengapa Suriah mengecam kunjungan Netanyahu? Karena kunjungan itu dilakukan tanpa izin di wilayah yang dianggap Suriah sebagai bagian kedaulatannya, sehingga dinilai melanggar hukum internasional dan integritas wilayah.
Apa yang diklaim Netanyahu di Gunung Hermon? Ia mengklaim Israel memiliki penguasaan mutlak dari Puncak Hermon hingga Sungai dan Laut Mediterania, serta menekankan tugas menghancurkan Iran.
Apa dampaknya bagi kawasan? Kunjungan ini meningkatkan ketegangan Israel-Suriah, memperbesar risiko eskalasi, dan memperlemah prospek diplomasi di Timur Tengah.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Gelombang Besar Pemilih AS Hadiri TPS Pemilu Sela, Dinamika Politik Global Dipertaruhkan

Lukashenko Dorong Donald Trump Jadi Sekjen PBB untuk Bersihkan 'Rawa-Rawa' Organisasi

Israel Kaget: Trump Hentikan Bantuan Militer AS, Netanyahu Dituduh Jadi Dalang Rencana
