⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Misteri Uang Palsu SGD 340 Ribu: Kuasa Hukum Desak Polisi Ungkap Dalang di Balik Peredaran

KriminalSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Misteri Uang Palsu SGD 340 Ribu: Kuasa Hukum Desak Polisi Ungkap Dalang di Balik Peredaran
BAGIKAN:

Kasus dugaan uang palsu pecahan SGD 10.000 senilai Rp4,7 miliar yang menjerat warga negara Indonesia bernama Steven (S) di Singapura memasuki babak baru. Kuasa hukum Steven mendesak penyidik Polres Tangerang Selatan tidak berhenti pada pihak terakhir yang memegang uang, melainkan mengusut tuntas sumber dan mata rantai peredaran uang dolar Singapura tersebut. Permintaan ini mengemuka seiring masih belum adanya tersangka dalam perkara yang kini telah merambah lintas negara itu.

Yosia, salah satu kuasa hukum Steven, menegaskan bahwa penyelidikan harus diarahkan pada asal-usul 34 lembar uang pecahan SGD 10.000 yang diduga palsu. Menurut dia, bukti-bukti berupa dokumen otoritas Singapura, nomor seri uang, rekaman video, dan komunikasi penyerahan telah diserahkan ke penyidik. "Jangan hanya melihat siapa yang terakhir memegang uang. Harus dilihat dari awal, siapa yang memberikan, dari mana uang itu berasal," ujar Yosia dalam keterangannya, Rabu (9/9).

Kronologi yang terungkap menunjukkan Steven pertama kali menerima satu lembar SGD 10.000 dari pihak yang disebut memiliki hubungan dengan inisial AN. Uang itu lalu dibawa ke Singapura untuk ditukarkan. Setelahnya, Steven kembali menerima tambahan hingga total 34 lembar. Sebagian uang tersebut kemudian dibawa ke Negeri Singa dan berujung pada pemeriksaan otoritas setempat. Arizona Sitepu, kuasa hukum lainnya, menyebut adanya rekaman video yang merekam proses penyerahan uang, di mana pemberi menyatakan kepemilikan dan kesediaan bertanggung jawab jika uang bermasalah.

Hingga kini, Polres Tangsel telah memeriksa enam saksi dan berkoordinasi dengan Divhubinter Polri untuk mendapatkan informasi resmi dari Kepolisian Singapura. Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo menyatakan belum ada penetapan tersangka. Namun, kuasa hukum Steven menilai koordinasi lintas negara itu justru harus menjadi pintu masuk untuk menelusuri rantai peredaran, bukan sekadar memosisikan klien mereka sebagai kurir atau pemegang uang terakhir.

Pentingnya Menelusuri Sumber Uang Palsu

Kasus ini menyoroti celah klasik dalam penanganan perkara peredaran uang palsu di Indonesia: aparat kerap terjebak pada pemeriksaan pihak yang tertangkap tangan, sementara aktor intelektual dan pabrik pemalsuan luput dari jeratan hukum. Seorang jurnalis investigasi senior seperti saya menilai, pengusutan sumber uang adalah kunci membongkar jaringan kejahatan keuangan lintas negara. Jika 34 lembar SGD 10.000 itu benar-benar palsu, maka di baliknya pasti ada sindikat yang mencetak dan mendistribusikan—bukan sekadar individu yang kebetulan membawa uang.

Arizona Sitepu menegaskan, "Kalau memang ada pemalsuan atau peredaran uang palsu, berarti ada sumbernya. Itu yang harus dicari." Ia berharap penyidik dapat menghubungkan bukti yang diserahkan—seperti nomor seri dan rekaman video—dengan keterangan para pihak untuk membangun konstruksi perkara utuh. Tanpa penelusuran sumber, kasus ini berpotensi mandek di tingkat penyidikan dan hanya menimbulkan korban baru, seperti Steven yang kini harus menjalani proses hukum di Singapura.

Perkara ini juga mengingatkan kita pada maraknya peredaran uang palsu yang kerap memanfaatkan celah pengawasan di perbatasan dan transaksi tunai berskala besar. Pecahan SGD 10.000 sendiri merupakan salah satu denominasi tertinggi yang kerap digunakan dalam transaksi internasional, namun juga rentan dipalsukan karena jarang diperiksa keasliannya secara ketat oleh masyarakat awam.

Dimensi Lintas Negara dan Tuntutan Transparansi

Kuasa hukum Steven menyoroti pentingnya kerja sama antara Polri dan kepolisian Singapura untuk mengungkap asal-usul uang. Mereka juga mendesak agar penyidik tidak mengabaikan peran pihak yang pertama kali menyerahkan uang kepada Steven. "Yang paling penting sekarang adalah sumber uangnya. Siapa yang pertama memberikan, dari mana diperoleh, dan bagaimana uang itu bisa berjumlah 34 lembar," ucap Arizona.

Dalam kasus serupa, pengadilan sering kali hanya menjatuhkan hukuman kepada pengedar atau pembawa, sementara pemilik modal dan produsen uang palsu bergerak bebas. Budaya investigasi yang parsial dan kurangnya koordinasi antarlembaga menjadi momok yang harus diatasi. Sudah saatnya Polri tidak hanya mengandalkan laporan dari otoritas asing, tetapi juga aktif melacak aliran dana dan komunikasi digital yang mengarah pada jaringan pemalsuan.

Meskipun Polres Tangsel mengklaim masih mendalami perkara, publik menunggu langkah konkret: apakah ada pemeriksaan terhadap AN atau pihak lain yang disebut sebagai pemberi awal? Apakah bukti rekaman video sudah dianalisis secara forensik? Dan yang terpenting, akankah kasus ini berhenti pada Steven atau justru menguak sindikat besar? Sebagai jurnalis yang telah meliput berbagai kasus kejahatan finansial, saya menilai tekanan publik dan media sangat diperlukan agar penyidik tidak sekadar mencari kambing hitam, melainkan menuntaskan akar masalah.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa yang dimaksud dengan uang palsu SGD 340 ribu?
Uang palsu SGD 340 ribu merujuk pada 34 lembar pecahan SGD 10.000 yang diduga tidak asli dan diamankan otoritas Singapura. Nilainya setara sekitar Rp4,7 miliar.

Siapa Steven dan mengapa ia ditahan di Singapura?
Steven adalah WNI yang menjadi suami dari pelapor DM. Ia ditahan di Singapura karena diduga membawa uang palsu tersebut ke negara itu untuk ditukarkan.

Bukti apa yang sudah diserahkan kuasa hukum ke Polres Tangsel?
Bukti meliputi dokumen dari otoritas Singapura mengenai uang diamankan, daftar nomor seri 34 lembar uang, rekaman video penyerahan uang, dan bukti komunikasi dengan pihak pemberi.

Meow! Tanya Nesi!
😸