Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

27 Pelajar DKI Ikut Bela Negara Usai Demo Agustus, Pramono: Pemprov DKI Tak Terlibat

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

27 Pelajar DKI Ikut Bela Negara Usai Demo Agustus, Pramono: Pemprov DKI Tak Terlibat
BAGIKAN:

Sebanyak 27 dari 29 pelajar DKI Jakarta yang sempat terjaring polisi saat demonstrasi 27 Agustus lalu mengikuti pembekalan bela negara di Bogor. Program yang diinisiasi Kementerian Pertahanan dan Polda Metro Jaya itu mendapat tanggapan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia menilai kegiatan tersebut baik untuk menumbuhkan rasa menghargai dan menyayangi negara. Namun, Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak terlibat dalam program itu.

“Menurut saya program ini baik karena apa, untuk membuat terutama para pelajar itu lebih menghargai, menyayangi negaranya sendiri,” ujar Pramono di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9).

Pramono: Program Baik, tapi Pemprov Tak Terlibat

Pramono menerangkan program bela negara ini juga diikuti siswa dari luar Jakarta. Untuk peserta asal Jakarta, ia merinci dari 29 siswa yang diberangkatkan, hanya 27 yang akhirnya mengikuti program.

“Memang, Jakarta juga ikut mengirimkan, dari Tangerang, Bekasi, Tangerang Selatan, Bogor, Depok dan sebagainya. Dari Jakarta sendiri yang diberangkatkan awalnya 29 tetapi yang mengikuti program itu 27,” jelasnya.

Pramono tak berkomentar lebih jauh soal detail program. Ia menegaskan Pemprov DKI tidak terlibat. “Sehingga kalau mengenai program detailnya, karena ini yang melakukan adalah Kementerian Pertahanan dan Polda Metro Jaya, tolong ditanyakan pada instansi yang melakukan pendidikan,” tutupnya.

Data Disdik: 151 Peserta, 29 dari Jakarta

Melansir detikcom, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengungkap pembekalan bela negara di Bogor diikuti 151 siswa. Dari total itu, peserta dari Jakarta berjumlah 29 siswa: 12 siswa SMK, tujuh siswa SMA, empat siswa SMP, empat peserta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), satu siswa Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan satu siswa SD.

Nahdiana mengatakan para siswa tersebut berada di Polda Metro Jaya seusai demonstrasi 27 Agustus. Namun, keterlibatan mereka dalam aksi belum dapat dipastikan.

“Pada saat kemarin habis demo, memang mereka ada di Polda. Tapi apakah ikut demo semua dari 29 anak itu atau tidak, aku belum sampai sejauh itu,” kata Nahdiana.

Pertanyaan Kritis

Program bela negara bagi pelajar yang sebelumnya terjaring dalam demonstrasi menyisakan sejumlah pertanyaan. Apakah kegiatan ini murni pendidikan kewarganegaraan, atau justru menjadi bentuk pembinaan pasca-aksi yang membawa stigma? Fakta bahwa Pemprov DKI melepas tanggung jawab dan meminta publik bertanya kepada Kementerian Pertahanan serta Polda Metro Jaya menunjukkan tidak adanya satu pintu informasi yang utuh.

Yang lebih mendasar, status 29 pelajar itu belum jelas: apakah mereka benar-benar ikut demonstrasi, hanya berada di lokasi, atau ditangkap tanpa keterlibatan aktif. Ketidakpastian ini semestinya dijawab dengan data, bukan dengan program yang berjalan lebih dulu. Bela negara seharusnya mencerdaskan dan melindungi hak anak, bukan menjadi ruang abu-abu antara pembinaan dan hukuman.

FAQ Terkait Berita Ini

Berapa pelajar DKI Jakarta yang mengikuti program bela negara? Dari 29 siswa yang diberangkatkan, 27 siswa akhirnya mengikuti program di Bogor.

Siapa yang menyelenggarakan program ini? Program diinisiasi Kementerian Pertahanan dan Polda Metro Jaya. Pemprov DKI Jakarta menyatakan tidak terlibat dalam penyelenggaraan.

Apakah semua pelajar itu terbukti ikut demonstrasi 27 Agustus? Belum. Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyebut mereka berada di Polda Metro Jaya seusai demo, tetapi keterlibatan mereka dalam aksi belum dapat dipastikan.

Meow! Tanya Nesi!
😸