Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Sarkofagus Rp35 Miliar dan Pemakaman Kenegaraan: Warisan Terakhir Raja Harald V di Benteng Akershus

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Sarkofagus Rp35 Miliar dan Pemakaman Kenegaraan: Warisan Terakhir Raja Harald V di Benteng Akershus
BAGIKAN:

Raja Norwegia Harald V, yang wafat pada 28 Agustus lalu di usia 89 tahun, resmi disemayamkan di Mausoleum Kerajaan kompleks Benteng Akershus, Oslo, setelah rangkaian upacara pemakaman kenegaraan yang digelar Rabu (9/9). Jenazah sang raja terlebih dahulu menjalani misa agung di Katedral Oslo pada pukul 13.00 waktu setempat (11.00 GMT), sebelum diarak menuju benteng abad pertengahan yang menghadap Teluk Oslo tersebut. Di sanalah, dalam upacara tertutup bersama keluarga, Harald V akhirnya beristirahat di sebuah sarkofagus megah bernilai sekitar Rp35 miliar — sebuah simbol kemegahan sekaligus kontroversi di tengah tradisi Skandinavia yang dikenal sederhana.

Sebuah Sarkofagus untuk Dua Raja dan Ratu

Berbeda dari pemakaman anggota kerajaan sebelumnya, Harald V tidak hanya mendapatkan makam biasa, melainkan sebuah sarkofagus khusus yang dipesan sejak 2024 sebagai tempat peristirahatan abadi bagi dirinya dan sang permaisuri, Ratu Sonja. Desainnya digarap oleh firma arsitektur Norwegia ternama Snøhetta, yang dipimpin arsitek Kjetil Trædal Thorsen. Proyek tersebut dilaporkan menelan biaya sekitar 20 juta kroner (setara US$2 juta atau Rp35 miliar), namun hingga kini detail visualnya masih dirahasiakan dari publik, demikian dilansir Town and Country.

Keputusan untuk menyimpan sarkofagus di dalam Mausoleum Kerajaan — yang sudah menjadi tempat peristirahatan bagi orang tua Harald, Raja Olav V dan Putri Mahkota Märtha, serta kakek-neneknya, Raja Haakon VII dan Ratu Maud — menegaskan kembali tradisi monarki Norwegia yang erat dengan benteng simbolis Akershus. Namun, nilai fantastis sarkofagus ini memicu pertanyaan tentang kewajaran biaya di tengah publik Norwegia yang dikenal kritis terhadap pengeluaran istana, meski kerajaan masih mendapat dukungan luas sebagai pemersatu bangsa.

Analisis: Antara Simbol Kemegahan dan Efisiensi Kerajaan Modern

Sebagai pengamat hubungan internasional, fenomena ini menarik untuk dibaca dalam konteks monarki konstitusional Skandinavia. Norwegia, seperti Denmark dan Swedia, memiliki tradisi kerajaan yang relatif rendah hati, tetapi tetap mempertahankan elemen protokoler dan simbolis yang kuat. Pemakaman kenegaraan Harald V — dengan prosesi dari katedral ke benteng, lalu upacara tertutup di mausoleum — mencerminkan keseimbangan antara penghormatan publik dan privasi keluarga. Di sisi lain, sarkofagus seharga Rp35 miliar bisa menjadi bahan perdebatan tentang prioritas anggaran istana, terutama ketika ketimpangan ekonomi masih menjadi isu global.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa Harald V adalah figur yang dicintai, dikenal karena kedekatannya dengan rakyat dan komitmennya pada perdamaian serta lingkungan. Maka, biaya tersebut mungkin dilihat sebagai investasi warisan budaya dan pariwisata, mengingat Benteng Akershus dan mausoleumnya akan menjadi tujuan ziarah sejarah. Yang menarik, kerahasiaan desain sarkofagus justru menambah daya tarik mistis bagi publik, sekaligus menjaga aura kerajaan di era transparansi digital.

Warisan dan Kontinuitas

Dengan dimakamkannya Harald di antara leluhurnya, Norwegia menutup satu babak panjang kepemimpinan yang stabil. Putranya, Raja Haakon, kini menjadi sorotan sebagai penerus takhta. Pemakaman ini bukan sekadar upacara, melainkan pengingat bahwa monarki Norwegia, meski modern, tetap teguh pada akar sejarah dan ritual yang membentuk identitas nasional.

FAQ Terkait Berita Ini

Mengapa sarkofagus Harald V begitu mahal?
Biaya sekitar Rp35 miliar mencakup desain arsitektur eksklusif oleh Snøhetta, material khusus, dan pengerjaan seni rupa tingkat tinggi, yang lazim untuk monumen kerajaan.

Apakah publik Norwegia mendukung pengeluaran ini?
Sebagian besar menerima sebagai bagian dari protokol kerajaan, namun ada pula kritik dari kelompok pro-transparansi yang meminta rincian anggaran istana.

Di mana tepatnya lokasi Mausoleum Kerajaan?
Berada di dalam kompleks Benteng Akershus di Oslo, sebuah benteng abad ke-13 yang juga menjadi markas militer dan museum sejarah Norwegia.

Meow! Tanya Nesi!
😸