⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pertamina Desak Harga Tunggal FAME B50: Biaya Distribusi yang Tak Merata Mengancam Efisiensi

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Pertamina Desak Harga Tunggal FAME B50: Biaya Distribusi yang Tak Merata Mengancam Efisiensi
BAGIKAN:

PT Pertamina Patra Niaga secara terbuka mendesak pemerintah menetapkan harga tunggal atau tarif tertimbang untuk Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dalam program B50. Langkah ini dinilai krusial untuk menciptakan keadilan usaha sekaligus menjawab tantangan geografis yang membebani biaya distribusi bahan bakar nabati tersebut.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (9/9/2026), Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengungkapkan bahwa kebutuhan FAME perusahaan sangat besar sebagai pemasok Biosolar B50 terbesar di tanah air. Namun, sumber pasokan yang tersebar di berbagai wilayah—mulai dari Sumatera hingga ke timur Indonesia—menciptakan disparitas ongkos logistik yang signifikan.

“Kami bersama Kementerian ESDM, khususnya Ditjen EBTKE, terus mencari solusi. Pasokan FAME dari Sumatera harus kami distribusikan ke Sulawesi dan Kalimantan, dan itu memicu biaya tambahan yang tidak kecil,” ujar Mars Ega. Ia menambahkan bahwa perbedaan jarak antar lokasi produsen dan konsumen menjadi salah satu hambatan utama dalam implementasi B50 secara nasional.

Harga Tunggal sebagai Penyeimbang Bisnis

Permintaan Pertamina bukanlah perkara teknis semata, tetapi menyentuh aspek keadilan bisnis. Dengan tarif yang seragam, semua badan usaha yang mendistribusikan dan memasarkan B50 akan mendapat perlakuan sama, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan oleh faktor geografis. Mars Ega menegaskan bahwa pemerintah menyambut baik usulan ini dan proses pembahasan masih berlangsung.

Dari sudut pandang ekonomi makro, kebijakan harga tunggal FAME bisa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, ini akan menyederhanakan struktur biaya bagi Pertamina dan pelaku usaha lain, namun di sisi lain pemerintah harus cermat menentukan patokan harga agar tidak membebani APBN atau konsumen akhir. Pengamat energi menilai bahwa keberhasilan program B50 sangat bergantung pada rantai pasok yang efisien, dan harga yang adil adalah fondasinya.

Bagi pelaku industri hilir, kepastian harga FAME akan membantu perencanaan keuangan dan pengelolaan risiko. Jika harga bervariasi antar wilayah, maka margin keuntungan menjadi tidak terduga, yang pada akhirnya dapat menghambat investasi di sektor energi terbarukan. Pertamina, sebagai tulang punggung distribusi BBM nasional, tentu membutuhkan stabilitas harga untuk menjaga kontinuitas pasokan B50 ke seluruh penjuru negeri.

Meski permintaan ini belum menjadi keputusan final, sinyal positif dari pemerintah memberi harapan bahwa regulasi baru akan mengakomodasi kebutuhan industri sekaligus tetap berpihak pada kepentingan publik. Langkah selanjutnya adalah menunggu kajian mendalam dari Kementerian ESDM dan penetapan tarif yang kompetitif namun berkelanjutan.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa itu FAME dan mengapa penting untuk B50?
FAME adalah Fatty Acid Methyl Ester, bahan baku nabati yang dicampur dengan solar untuk menghasilkan Biosolar. Program B50 berarti campuran 50% FAME dan 50% solar, sehingga ketersediaan FAME sangat menentukan keberhasilan program ini.

Mengapa Pertamina meminta harga tunggal?
Karena pasokan FAME tersebar di berbagai pulau, sehingga biaya distribusi berbeda-beda. Harga tunggal diharapkan menciptakan persaingan usaha yang sehat dan menghindari kerugian bagi badan usaha yang harus menjangkau daerah terpencil.

Apakah harga tunggal akan membuat harga BBM naik?
Belum tentu. Pemerintah akan menghitung tarif tertimbang yang mempertimbangkan rata-rata biaya distribusi. Tujuannya adalah efisiensi, bukan menaikkan harga jual. Namun, dampaknya terhadap harga akhir masih dalam kajian.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸