⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Mendag Peringatkan UMKM: Produk Asing Menang Bukan Karena Kualitas, Tapi Bom Iklan dan Modal Besar

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Mendag Peringatkan UMKM: Produk Asing Menang Bukan Karena Kualitas, Tapi Bom Iklan dan Modal Besar
BAGIKAN:

Menteri Perdagangan Budi Santoso membuka suara keras di tengah serbuan produk asing ke pasar Tanah Air. Dalam pelatihan bertajuk Gapai Pasar Global dengan AI bersama Meta di Auditorium Kemendag, Rabu (9/9/2026), ia mengingatkan bahwa produk impor tak selalu lebih unggul secara mutu—kelemahan utama UMKM lokal justru terletak pada gempuran promosi dan anggaran iklan yang dikuras habis-habisan oleh pemain asing. Menurutnya, pasar domestik yang besar harus diisi produk dalam negeri, namun tanpa strategi pemasaran yang cerdas dan pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, pelaku usaha kecil akan terus tertinggal.

Kualitas Setara, Tapi Promosi Beda Jauh

"Karena banyak produk asing yang masuk ke Indonesia, sebenarnya kualitasnya nggak jauh beda dengan kita, tapi dia pintar jualan, promosi. Ya, modalnya besar untuk beriklan, sehingga yang penting viral dulu," ujar Budi di hadapan peserta. Pernyataan ini menjadi alarm bagi lebih dari 64 juta UMKM yang menyumbang 61% PDB nasional. Budi menekankan bahwa kualitas produk adalah syarat mutlak, namun di era digital, kemampuan memasarkan produk menjadi faktor pembeda yang tak kalah krusial. Pemerintah pun melalui program Pengamanan Pasar Dalam Negeri berupaya membuka akses pasar yang lebih luas, tetapi tantangan sesungguhnya adalah mengubah pola pikir pelaku usaha agar berani berinvestasi pada promosi digital.

AI Jadi Juru Selamat Pemasaran UMKM

Untuk menjawab kesenjangan modal iklan, Budi mendorong pemanfaatan teknologi AI sebagai solusi murah dan efektif. "Cara kita berjualan seperti apa? Saya pikir dengan AI lebih mudah kita bisa menembus pasar global," katanya. Pelatihan yang digelar bersama Meta ini menghadirkan fitur-fitur seperti Meta Business Agent yang mampu merespons calon pembeli 24/7, memastikan tidak ada peluang yang terlewat. Kepala Kebijakan Publik Meta Indonesia, Berni Mustafa, menyebut tantangan terbesar UMKM adalah discoverability atau keterpaparan produk, terutama di pasar luar negeri. "Kami tidak ragu dengan kualitas produk UMKM Indonesia, namun eksposurnya masih terbatas," ujarnya. Teknologi AI dapat membantu mulai dari strategi pemasaran, pembuatan konten visual, penulisan copywriting, hingga penerjemahan ke bahasa target.

Contoh nyata pun dipaparkan: Zaya, merek fashion muslim asal Bandung, hanya dengan anggaran iklan Rp150.000 berhasil meraih pesanan abaya dan busana muslim dari Malaysia senilai Rp1,4 juta. Abu Jamu dari Batam mengeluarkan Rp135.000 untuk iklan selama tujuh hari, mendapat 63.000 tayangan dan menghasilkan pesanan 60 bungkus jahe instan senilai Rp3 juta. Data ini menunjukkan bahwa strategi promosi berbasis digital, meski modal kecil, bisa berbuah ekspor. Founder UKMIndonesia.id, Dewi Meisari, menegaskan bahwa AI membuat aktivitas promosi yang sebelumnya mahal menjadi terjangkau—misalnya, untuk pemotretan produk yang kini bisa digantikan oleh visual berbasis AI.

Ekspor Menggoda, Tapi Kapasitas Produksi Jadi Tantangan

Di sisi lain, pemerintah melalui program UMKM Bisa Ekspor mencatat lonjakan transaksi—dari US$134,8 juta pada 2025 menjadi US$333 juta pada Januari-Juli 2026. Budi mengungkapkan 70% peserta program adalah pemula yang belum pernah ekspor. Karena itu, pendampingan tak hanya soal pemasaran, tetapi juga memastikan kapasitas produksi mampu memenuhi permintaan luar negeri. "Kita ada 46 perwakilan dagang di 33 negara yang siap mencari buyer, lalu UMKM presentasi langsung," jelasnya.

Analisis kritis saya: gebrakan ini patut diapresiasi, namun perlu diingat bahwa AI dan iklan murah hanyalah alat. Yang tak kalah penting adalah pembinaan kualitas produk yang konsisten dan akses permodalan untuk skala produksi. Jika UMKM hanya unggul dalam promosi tetapi gagal memenuhi kuantitas dan standar ekspor, maka dampaknya hanya jangka pendek. Pemerintah harus menyeimbangkan program promosi dengan pendampingan produksi dan sertifikasi mutu. Di tengah gempuran produk asing yang tak hanya modal besar tetapi juga rantai pasok matang, UMKM lokal perlu bergerak cepat—bukan hanya pintar jualan, tapi juga pintar menghasilkan.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa keunggulan produk asing dibanding UMKM lokal menurut Mendag?
Menurut Mendag, produk asing tidak selalu lebih baik secara kualitas, tetapi unggul dalam promosi dan anggaran iklan yang besar, sehingga mudah viral dan menguasai pasar.

Bagaimana AI dapat membantu UMKM bersaing dengan produk asing?
AI membantu UMKM dalam strategi pemasaran, pembuatan konten visual, copywriting, penerjemahan, dan respons pelanggan 24 jam dengan biaya rendah, sehingga menekan biaya promosi yang selama ini menjadi kendala.

Apa saja program pemerintah untuk mendukung UMKM ekspor?
Program UMKM Bisa Ekspor menyediakan akses ke 46 perwakilan dagang di 33 negara, pendampingan presentasi ke buyer, serta pelatihan pemanfaatan AI. Nilai transaksi program ini mencapai US$333 juta hingga Juli 2026.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸