Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Haji Isam Siap Gelontorkan Rp52,53 Triliun untuk Kuasai 62% Saham Bayan, Tantangan bagi Low Tuck Kwong?

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Haji Isam Siap Gelontorkan Rp52,53 Triliun untuk Kuasai 62% Saham Bayan, Tantangan bagi Low Tuck Kwong?
BAGIKAN:

Nama konglomerat asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam, kembali mencuat di pasar modal. Ia dikabarkan mengajukan penawaran pembelian 62,2 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik taipan Low Tuck Kwong dengan nilai fantastis sekitar US$3 miliar (Rp52,53 triliun). Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News pada Rabu (9/9), menyebut bahwa entitas bisnis yang dikendalikan Haji Isam telah melayangkan tawaran akuisisi, meski harga yang diajukan disebut hanya sebagian kecil dari kapitalisasi pasar Bayan yang saat ini melambung.

Jika terealisasi, langkah ini akan mengubah peta persaingan industri tambang batu bara nasional. Haji Isam, yang dikenal sebagai pemilik Jhonlin Group dengan portofolio di sektor transportasi, properti, dan agribisnis, selama ini juga telah menggarap bisnis batu bara melalui anak usahanya. Namun, akuisisi saham pengendali Bayan akan menjadikannya pemain utama, menggusur posisi Low Tuck Kwong yang selama ini menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia berkat kesuksesan Bayan.

Resmi dari Bayan: Belum Tahu, Tapi Investor Bisa Saja Bergerak

Menanggapi isu yang menguat, manajemen PT Bayan Resources Tbk buka suara. Corporate Secretary Jenny Quantero menegaskan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan maupun akuisisi saham BYAN sebagaimana yang beredar. Namun, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (18/8), ia menyampaikan pernyataan menarik: pemegang saham pengendali (baca: Low Tuck Kwong) dari waktu ke waktu dapat mempertimbangkan berbagai kesempatan untuk memaksimalkan investasi mereka di Bayan.

Kalimat itu menjadi sinyal bahwa sang taipan tidak menutup pintu bagi tawaran yang masuk, meski dengan harga yang mungkin masih perlu negosiasi. Hingga kini, BYAN menyatakan tidak ada kejadian material yang memengaruhi kelangsungan usaha atau harga saham, dan berkomitmen untuk patuh pada aturan keterbukaan informasi BEI.

Analisis: Strategi Agresif di Tengah Tren Batu Bara yang Mulai Mereda

Langkah Haji Isam patut dicermati di tengah dinamika harga batu bara global yang mulai menurun dari puncaknya. Meski begitu, cadangan Bayan yang besar dan biaya produksi yang kompetitif membuat aset ini tetap menarik jangka panjang. Tawaran US$3 miliar untuk 62% saham mengimplikasikan valuasi perusahaan sekitar US$4,8 miliar, jauh di bawah kapitalisasi pasar saat ini yang bisa mencapai dua kali lipatnya. Ini menunjukkan taktik negosiasi yang agresif, atau bisa jadi Haji Isam hanya mengincar kepemilikan strategis dengan premi rendah, memanfaatkan potensi resistensi dari pemegang saham minoritas.

Sebagai jurnalis finansial yang mengikuti jejak taipan Nusantara, saya menilai manuver ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan juga permainan pengaruh di kancah energi nasional. Jika Low Tuck Kwong menerima tawaran serius, ia bisa keluar dengan keuntungan besar dan mengalihkan dana ke sektor lain, mengingat usianya yang sudah senja. Namun jika ditolak, ini akan menjadi ujian bagi Haji Isam untuk menunjukkan kredibilitas penawarannya di mata pasar.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa yang menjadi target utama akuisisi Haji Isam di Bayan Resources?
Target utamanya adalah 62,2% saham yang saat ini dikuasai oleh Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine. Dengan porsi itu, Haji Isam akan menjadi pemegang saham pengendali dan menguasai jalannya perusahaan.

Berapa nilai tawaran yang diajukan dan bagaimana dampaknya terhadap harga saham BYAN?
Nilai tawaran mencapai US$3 miliar atau sekitar Rp52,53 triliun dengan kurs Rp17.510 per dolar AS. Namun harga ini masih di bawah valuasi pasar, sehingga jika terealisasi bisa memicu aksi korporasi dan pergerakan harga saham, meski manajemen BYAN menyatakan belum ada dampak material.

Apakah kepastian akuisisi sudah ada?
Belum. Hingga kini, BYAN menyatakan tidak memiliki informasi resmi mengenai rencana transaksi tersebut, dan semua masih berupa kabar dari sumber media. Investor disarankan menunggu keterbukaan informasi resmi dari emiten dan pihak terkait.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸