Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Fenomena Jasa Garuk Punggung di China: Bisnis Unik Raup Rp236 Juta Sebulan dan Target 100 Gerai

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Fenomena Jasa Garuk Punggung di China: Bisnis Unik Raup Rp236 Juta Sebulan dan Target 100 Gerai
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Seorang pengusaha muda di Shenzhen, China, berhasil mengubah kenangan masa kecil menjadi ladang cuan dengan membuka jasa garuk punggung profesional.
  • Zhang Xiaoqiao, 32 tahun, pendiri Suma , meraup pendapatan hingga 100.000 yuan (sekitar Rp236 juta) per bulan dari dua gerainya yang menawarkan sensasi garukan lembut untuk meredakan stres perkotaan.
  • Dari Video Pendek ke Peluang Bisnis Gagasan Suma lahir tahun lalu ketika Zhang menonton video pendek di media sosial yang memperlihatkan seorang istri menggaruk punggung suaminya.

Seorang pengusaha muda di Shenzhen, China, berhasil mengubah kenangan masa kecil menjadi ladang cuan dengan membuka jasa garuk punggung profesional. Zhang Xiaoqiao, 32 tahun, pendiri Suma, meraup pendapatan hingga 100.000 yuan (sekitar Rp236 juta) per bulan dari dua gerainya yang menawarkan sensasi garukan lembut untuk meredakan stres perkotaan. Layanan yang dibanderol 300 yuan per jam ini menarik perhatian luas, dengan 70% pelanggan pria, dan Zhang kini menargetkan ekspansi ke 100 gerai di seluruh negeri sekaligus mengangkat profesi jasa garuk punggung menjadi pekerjaan yang diakui secara resmi.

Dari Video Pendek ke Peluang Bisnis

Gagasan Suma lahir tahun lalu ketika Zhang menonton video pendek di media sosial yang memperlihatkan seorang istri menggaruk punggung suaminya. Komentar warganet yang antusias—banyak yang menyatakan rela membayar untuk pengalaman serupa—membuatnya teringat pada masa kecil, saat ayahnya kerap menggaruk punggungnya hingga ia merasa tenang dan tertidur. Tanpa adanya preseden bisnis serupa di China, Zhang mengembangkan sendiri teknik garukan menggunakan kuku runcing khusus, meniru sensasi yang menenangkan, bukan sekadar mengatasi gatal. Gerai pertama di Distrik Baoan dibuka awal Mei, disusul gerai kedua di Distrik Futian sebulan kemudian.

Stres Perkotaan dan Pasar Relaksasi Alternatif

Di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan seperti Shenzhen, tuntutan kerja dan kecepatan hidup memicu tingginya kebutuhan akan terapi relaksasi yang praktis. Zhang melihat ekonomi kreatif ini sebagai jawaban atas kejenuhan terhadap pijat konvensional. “Banyak pelanggan merasa garukan lebih ampuh membuat rileks daripada pijat biasa,” ujarnya. Model bisnis yang mengandalkan sensasi fisik sederhana namun intim ini berhasil menarik pelanggan setia, meskipun masih menuai pertanyaan seputar legitimasi profesi—sesuatu yang ingin diluruskan Zhang dengan memperluas gerai dan mendorong standardisasi.

Perjalanan Pengusaha Gigih

Zhang bukanlah pengusaha pemula. Lulusan perguruan tinggi asal Hubei ini pernah mencoba tujuh pekerjaan berbeda dalam satu tahun, dan sebelum usia 30 tahun mendirikan dua perusahaan e-commerce lintas negara yang akhirnya kandas, disusul usaha media sosial yang tak membuahkan hasil. Namun, kegagalan itu tak mematahkan semangatnya. Dengan Suma, ia menemukan ceruk pasar yang unik: menggabungkan nostalgia, sentuhan personal, dan kebutuhan relaksasi yang terabaikan. Kini, ia berambisi menjadikan menggaruk punggung sebagai profesi terstandar, sekaligus membangun waralaba dengan target 100 gerai di berbagai wilayah China.

Prospek dan Tantangan Budaya

Fenomena ini mencerminkan pergeseran pola konsumsi masyarakat urban yang semakin menghargai pengalaman sensorik dan layanan personal. Namun, di sisi lain, tantangan terbesar adalah mengubah pandangan masyarakat bahwa kegiatan menggaruk punggung hanyalah aktivitas sehari-hari, bukan layanan profesional. Zhang menyadari hal itu, dan ia berkomitmen untuk memberikan pelatihan serta sertifikasi agar profesi ini dihormati. Bisnis Suma juga menunjukkan bahwa inovasi sering lahir dari pengamatan sederhana dan keberanian mengambil risiko—sebuah pelajaran berharga bagi pelaku startup kreatif di Asia.

Dengan omzet dua gerai yang sudah mencapai Rp236 juta per bulan, target 100 gerai bukanlah mimpi kosong. Namun, keberhasilan jangka panjang Suma akan bergantung pada kemampuan Zhang menjaga kualitas, membangun merek, dan meyakinkan masyarakat bahwa garukan yang menenangkan adalah investasi kesehatan mental yang sah. Di tengah gempuran terapi digital dan aplikasi kesehatan, jasa garuk punggung ini hadir sebagai pengingat bahwa sentuhan manusia tetap memiliki nilai tak tergantikan.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa yang membuat jasa garuk punggung Suma berbeda dari pijat biasa?
Suma tidak menggunakan tekanan otot seperti pijat, melainkan garukan lembut dengan kuku khusus yang dirancang untuk merangsang saraf kulit, memberikan sensasi tenang dan membantu tidur lebih nyenyak.

Apakah bisnis seperti ini legal di China dan bisa berkembang ke negara lain?
Legalitasnya sah sebagai usaha jasa kebugaran dan relaksasi. Potensi ekspansi ke negara lain, termasuk Indonesia, terbuka sepanjang ada permintaan akan terapi relaksasi alternatif dan penyesuaian dengan budaya setempat.

Bagaimana prospek pendapatan jika target 100 gerai tercapai?
Jika setiap gerai rata-rata menghasilkan 100.000 yuan per bulan, total pendapatan bisa mencapai 10 juta yuan per bulan (sekitar Rp23,6 miliar), belum termasuk potensi waralaba dan lisensi. Namun, perlu diingat biaya operasional dan tantangan standarisasi di banyak lokasi.

Meow! Tanya Nesi!
😸