⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BGN Larang Susu Kental Manis & Minuman Rasa di MBG, Ganti dengan Susu Murni Full Cream Tanpa Gula

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

BGN Larang Susu Kental Manis & Minuman Rasa di MBG, Ganti dengan Susu Murni Full Cream Tanpa Gula
BAGIKAN:

Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas melarang penggunaan minuman rasa susu, minuman mengandung susu, dan susu kental manis dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan final ini diumumkan melalui unggahan Instagram resmi BGN pada Selasa (8/9) setelah rapat koordinasi yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, BPOM, serta asosiasi industri dan koperasi susu. Langkah ini diambil untuk menjamin bahwa asupan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita di atas dua tahun, dan seluruh peserta didik benar-benar berkualitas, sekaligus membersihkan MBG dari produk olahan yang rendah nutrisi dan tinggi gula.

Sebagai pengganti, BGN hanya merekomendasikan tiga jenis susu hewani: susu pasteurisasi, susu UHT, dan susu steril full cream plain. Ketiganya wajib tanpa tambahan gula, pengawet, perasa, maupun pewarna, dengan kandungan susu segar minimal 80 persen dan telah memiliki izin edar resmi dari BPOM. Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa susu diberikan sebagai pelengkap, bukan pengganti sumber protein hewani lain seperti telur, daging, atau ikan. "Susu diberikan sebagai pelengkap menu bergizi dan tidak menghilangkan pemberian protein hewani lainnya," ujarnya, memastikan keseimbangan gizi tetap terjaga.

Standar Ketat dan Tantangan Logistik

Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius menekan konsumsi gula berlebih yang selama ini melekat pada produk susu kemasan. Dengan mewajibkan susu murni tanpa tambahan rasa, BGN tidak hanya menyelaraskan program dengan rekomendasi gizi seimbang, tetapi juga membangun standar baru untuk industri persusuan nasional. Namun, tantangan terbesar terletak pada rantai pasok, khususnya untuk susu pasteurisasi yang mengharuskan sistem cold chain sejak dari sarana produksi hingga sampai ke tangan penerima. Ini menjadi ujian kesiapan infrastruktur logistik di seluruh daerah, terutama di wilayah terpencil.

Dari sisi harga, BGN menetapkan susu volume minimal 125 ml sebesar Rp3.000 dan volume 200 ml sebesar Rp4.500 hingga ke dapur pelaksana MBG. Angka ini cukup kompetitif jika dibandingkan harga pasar, namun perlu diuji apakah peternak sapi perah lokal mampu memenuhi kebutuhan volume dan kualitas secara konsisten. Di sinilah peran Kementerian Pertanian menjadi krusial.

Dampak bagi Peternak dan Swasembada Susu

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, optimistis bahwa pemanfaatan susu segar dalam MBG akan menjadi peluang besar untuk meningkatkan produktivitas peternak, memperkuat industri persusuan nasional, dan mempercepat swasembada susu. Dengan terbukanya pasar yang stabil, peternak lokal diharapkan terdorong untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi, sehingga ketergantungan pada impor susu dapat dikurangi secara bertahap. Ini adalah langkah strategis yang tidak hanya berdampak pada gizi anak bangsa, tetapi juga pada kemandirian ekonomi sektor peternakan.

Analisis saya: keputusan BGN ini tepat dan berani. Selama ini, produk minuman rasa susu dan susu kental manis kerap disalahartikan sebagai susu bergizi, padahal kandungan gulanya tinggi dan proteinnya rendah. Dengan aturan ini, pemerintah memaksa produsen dan penyedia jasa katering untuk kembali ke esensi gizi. Namun, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada aturan, melainkan pada eksekusi di lapangan—mulai dari pengawasan rantai dingin, distribusi, hingga edukasi penerima manfaat agar tidak menolak rasa susu tawar yang mungkin asing bagi sebagian anak. Jika semua berjalan baik, MBG bisa menjadi lokomotif perubahan pola konsumsi susu nasional sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa saja jenis susu yang boleh digunakan dalam program MBG?
BGN hanya mengizinkan susu pasteurisasi, susu UHT, dan susu steril full cream plain tanpa tambahan gula, pengawet, perasa, atau pewarna, dengan kandungan susu segar minimal 80% dan izin BPOM.

Apakah susu kental manis benar-benar dilarang total?
Ya, secara tegas BGN melarang susu kental manis, minuman rasa susu, dan semua produk sejenis karena dianggap tidak memenuhi standar gizi yang dibutuhkan untuk program makanan bergizi gratis.

Bagaimana dampak kebijakan ini terhadap peternak sapi lokal?
Kebijakan ini membuka pasar besar bagi susu segar produksi dalam negeri, sehingga diharapkan meningkatkan penyerapan, produktivitas peternak, dan mendorong swasembada susu nasional sesuai target pemerintah.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸