Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Awan Panas dan Batu Vulkanik Mengintai Desa: Gunung Lewotolok Kembali Bergemuruh

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Awan Panas dan Batu Vulkanik Mengintai Desa: Gunung Lewotolok Kembali Bergemuruh
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok kembali memuncak pada Senin (8/9) pagi, memuntahkan material padat dan lava dingin yang mulai merambat ke pemukiman warga.
  • Dua kali letusan tercatat, dengan kolom abu membubung setinggi 500 meter di atas puncak, memaksa evakuasi warga di radius bahaya.
  • Badan Geologi melalui PVMBG mengeluarkan peringatan darurat, melarang aktivitas dalam jarak 3 kilometer dari kawah, serta mengimbau penggunaan masker untuk antisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan.

Aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok kembali memuncak pada Senin (8/9) pagi, memuntahkan material padat dan lava dingin yang mulai merambat ke pemukiman warga. Dua kali letusan tercatat, dengan kolom abu membubung setinggi 500 meter di atas puncak, memaksa evakuasi warga di radius bahaya. Badan Geologi melalui PVMBG mengeluarkan peringatan darurat, melarang aktivitas dalam jarak 3 kilometer dari kawah, serta mengimbau penggunaan masker untuk antisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan.

Letusan pertama terjadi sekitar pukul 05.03 WITA, disusul ledakan kedua yang tidak kalah dahsyat. Material vulkanik berupa batu pijar dan kerikil berhamburan hingga ke permukiman, sementara aliran lava dingin—yang sejatinya adalah material lahar hasil erupsi sebelumnya—bergerak perlahan mendekati desa-desa di kaki gunung. Kepala PVMBG, dalam keterangan resmi, menegaskan bahwa status gunung masih berada pada level waspada, namun potensi erupsi lebih besar tetap mengintai mengingat pola kegempaan yang terus meningkat.

Ancaman di Balik Cincin Api

Gunung Ili Lewotolok adalah salah satu dari sekitar 130 gunung berapi aktif yang membentang di sepanjang Cincin Api Pasifik, kawasan yang menyumbang 90% aktivitas seismik dunia. Sebagai jurnalis yang telah meliput belasan bencana vulkanik, saya melihat pola yang mengkhawatirkan: kesiapan infrastruktur dan sistem peringatan dini di daerah terpencil seperti Lembata masih jauh dari memadai. Alih-alih hanya mengandalkan imbauan masker, pemerintah daerah harus segera menyiapkan tempat penampungan sementara dengan pasokan air bersih dan makanan, mengingat abu vulkanik dapat mencemari sumur warga dan merusak lahan pertanian.

Mengapa Radius 3 Kilometer Perlu Ditegakkan

PVMBG menetapkan radius aman 3 kilometer dari pusat aktivitas, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak warga masih nekat kembali ke rumah mereka untuk menyelamatkan ternak atau barang berharga. Kepala desa setempat mengaku kesulitan mengawasi pergerakan warga karena luas wilayah dan keterbatasan personel. Padahal, menurut catatan sejarah erupsi tahun 2020, material lontaran dapat melesat hingga 4 kilometer, dan aliran piroklastik—yang lebih mematikan dari lava dingin—bisa muncul sewaktu-waktu tanpa peringatan signifikan. Saya mengkritisi lemahnya koordinasi antara PVMBG, BPBD, dan aparat desa dalam melakukan sosialisasi risiko secara kontinu, bukan hanya saat gunung menunjukkan peningkatan aktivitas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, namun puluhan keluarga telah mengungsi ke posko darurat. Sementara itu, hujan abu tipis melanda sejumlah kecamatan, mengganggu aktivitas sekolah dan pasar. Tim SAR dan relawan kesehatan disiagakan untuk antisipasi gangguan pernapasan akut, terutama pada anak-anak dan lansia. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mematuhi setiap instruksi resmi dari otoritas setempat.

FAQ Terkait Berita Ini

  • Apa penyebab Gunung Lewotolok meletus? Aktivitas magmatik di bawah permukaan yang meningkat akibat tekanan gas dan dorongan magma baru, umum terjadi di zona subduksi Cincin Api Pasifik.
  • Bagaimana dampak abu vulkanik terhadap kesehatan? Abu dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit. Penggunaan masker N95 atau kain basah sangat dianjurkan, serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan abu.
  • Apakah status gunung akan naik ke level awas? PVMBG terus memantau gempa dan deformasi. Kenaikan status bergantung pada peningkatan signifikan parameter kegempaan dan visual. Masyarakat dimonitor melalui kanal resmi.
Meow! Tanya Nesi!
😸