Instruksi Mendesak Menteri PU untuk Inventarisasi Dampak Banjir Lahar Semeru di Lumajang
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memberikan instruksi tegas untuk mengidentifikasi dampak banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
- "Keselamatan dan pemulihan warga terdampak menjadi prioritas utama kami," ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, menandai respons cepat pemerintah pusat terhadap krisis bencana ini.
- Hasil identifikasi awal menunjukkan kerusakan signifikan pada beberapa titik krusial, antara lain: Tertimbunnya tanggul beton pengendali banjir dan lahar pada proyek VDRRSL S4 KD 3.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memberikan instruksi tegas untuk mengidentifikasi dampak banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Peristiwa yang dipicu hujan deras pada Senin dini hari (2/11) ini telah mengancam infrastruktur vital dan keselamatan warga, sehingga Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk mengerahkan seluruh sumber daya demi pemulihan. "Keselamatan dan pemulihan warga terdampak menjadi prioritas utama kami," ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, menandai respons cepat pemerintah pusat terhadap krisis bencana ini.
Rincian Kerusakan Infrastruktur dan Tindakan Awal
Tim dari Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas telah melakukan inventarisasi dampak material vulkanik di lapangan. Hasil identifikasi awal menunjukkan kerusakan signifikan pada beberapa titik krusial, antara lain:
- Tertimbunnya tanggul beton pengendali banjir dan lahar pada proyek VDRRSL S4 KD 3.
- Terjadinya pengikisan (scouring) pada tiga bangunan sabo dam dan tanggul sungai di bawah jembatan gantung.
Kepala BBWS Brantas, Muhammad Noor, menjelaskan bahwa evakuasi personel dan peralatan proyek dari lokasi terdampak telah menjadi langkah awal yang berhasil dilakukan. Sebagai antisipasi, bahan banjiran dan alat berat pun telah disiagakan untuk mendukung penanganan darurat apabila kondisi lapangan dinyatakan aman oleh tim teknis.
Koordinasi Multi-Lembaga dan Peringatan Bahaya Aktif
BBWS Brantas tidak bekerja sendirian; koordinasi intensif dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik serta potensi peningkatan debit sungai. Pemantauan dilakukan pada Sungai Regoyo, DAS Rejala, dan wilayah Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Meskipun debit air saat ini surut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan kewaspadaan tinggi karena aktivitas gunung masih berada pada Level III (Siaga) dengan curah hujan tercatat mencapai 134,6 mm dalam enam jam pertama serangan hujan.
Dalam kondisi tersebut, penanganan darurat fisik belum dapat dieksekusi karena risiko tetap tinggi. Masyarakat kini wajib menghindari aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak, serta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai untuk menghindari perluasan awan panas dan aliran lahar berikutnya.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

BMKG Imbau Waspada: Hujan Petir dan Gelombang Tinggi 4 Meter Ancam Wilayah Pesisir

Sir Patrick Stewart Wafat di Usia 86, Pelegakan Industri Perfilman Dunia

Pembebasan Sanksi Pajak Kendaraan di DKI Jakarta Resmi Berlaku 2 November 2026, Tanpa Perlu Ajukan Permohonan
