Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

AS Bantah Iran Tangkap Drone Bawah Air Canggih di Selat Hormuz, Klaim Hanya 'Kerusakan'

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

AS Bantah Iran Tangkap Drone Bawah Air Canggih di Selat Hormuz, Klaim Hanya 'Kerusakan'
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Militer Amerika Serikat merespons klaim Iran yang menyatakan telah menangkap sebuah kapal selam nirawak (drone) milik AS di pintu masuk Selat Hormuz pada Selasa (8/9).
  • Hawkins menegaskan bahwa drone model lama itu tidak membawa peralatan sonar atau radar sensitif, sehingga tidak mengumpulkan data kritis.
  • Klaim Berbeda soal Teknologi Drone IRGC, dalam pernyataan yang dikutip Reuters, menyebut drone tersebut dilengkapi dengan teknologi terkini dan merupakan kendaraan bawah air otonom canggih.

Militer Amerika Serikat merespons klaim Iran yang menyatakan telah menangkap sebuah kapal selam nirawak (drone) milik AS di pintu masuk Selat Hormuz pada Selasa (8/9). Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, menyebut drone tersebut mengalami kerusakan teknis sehari sebelum insiden dan sedang menjalankan misi survei perairan rutin, bukan misi intelijen rahasia.

Hawkins menegaskan bahwa drone model lama itu tidak membawa peralatan sonar atau radar sensitif, sehingga tidak mengumpulkan data kritis. Pernyataan ini muncul sebagai bantahan atas pengumuman resmi dari Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang mengklaim telah menangkap salah satu kapal selam nirawak paling modern dan canggih milik 'tentara teroris Amerika' di pintu masuk Selat Hormuz.

Klaim Berbeda soal Teknologi Drone

IRGC, dalam pernyataan yang dikutip Reuters, menyebut drone tersebut dilengkapi dengan teknologi terkini dan merupakan kendaraan bawah air otonom canggih. Media pemerintah Iran mengidentifikasi drone itu sebagai Dive-LD, buatan perusahaan pertahanan California, Anduril, yang memiliki panjang 5,9 meter dan mampu menyelam hingga kedalaman 6.000 meter, serta dapat beroperasi selama 10 hari tanpa kembali ke pangkalan. Spesifikasi ini menunjukkan kemampuan untuk misi penanggulangan ranjau, pemetaan dasar laut, pengumpulan intelijen, dan inspeksi infrastruktur bawah laut seperti kabel dan pipa.

Namun, pernyataan AS justru meremehkan nilai strategis drone tersebut, menyebutnya sebagai peralatan usang yang tidak membawa perlengkapan rahasia. Perbedaan narasi ini mencerminkan persaingan retorika di tengah ketegangan Selat Hormuz yang semakin memanas, di mana kedua pihak saling klaim atas aksi militer di jalur perairan strategis tersebut.

Insiden Penangkapan di Tengah Eskalasi Militer

Penangkapan ini memberikan gambaran langka tentang penggunaan drone bawah air dalam operasi militer modern, terutama karena Washington secara agresif menginvestasikan sistem angkatan laut tanpa awak—baik kapal selam maupun kapal permukaan—untuk memantau wilayah laut, mengumpulkan data intelijen, serta melacak kapal dan kapal selam musuh, dengan tujuan menghemat biaya dan mengurangi risiko bagi pelaut.

Insiden ini terjadi di saat hubungan AS-Iran sedang berada di titik rendah. IRGC baru-baru ini melaporkan serangan terhadap kapal induk dan kapal perang AS, sementara pasukan AS sebelumnya telah menargetkan kapal-kapal tanker Iran. Penangkapan drone tersebut menjadi simbol dari perang proksi dan intelijen bawah laut yang jarang terungkap ke publik, sekaligus memperkuat narasi Iran tentang kemampuannya menghadapi teknologi AS di perairan regional.

Analisis: Meskipun AS berupaya meredam insiden dengan menyebutnya sebagai kerusakan teknis, fakta bahwa Iran berhasil mengamankan aset bawah air AS—berapa pun usianya—memberi keuntungan psikologis bagi Teheran. Ini juga menjadi pengingat bahwa Selat Hormuz, sebagai titik kunci pengiriman minyak dunia, tetap menjadi panggung utama persaingan geostrategis yang memengaruhi keamanan energi global.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa itu drone Dive-LD? Dive-LD adalah kendaraan bawah air otonom besar buatan Anduril, panjang 5,9 meter, mampu menyelam 6.000 meter dan beroperasi hingga 10 hari, digunakan untuk survei, penanggulangan ranjau, dan inspeksi infrastruktur bawah laut.

Mengapa Selat Hormuz penting secara strategis? Selat Hormuz adalah jalur perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, dilalui sekitar 20% dari minyak dunia, sehingga menjadi titik rawan konflik antara AS dan Iran.

Apakah insiden ini berpotensi memicu konflik terbuka? Sejauh ini kedua pihak masih menggunakan narasi dan aksi terbatas. Namun, eskalasi di kawasan tetap menjadi perhatian internasional, mengingat dampaknya terhadap stabilitas regional dan harga minyak global.

Meow! Tanya Nesi!
😸