Venice Film Festival 2026: Sorakan Perjuangan Gaza Menggema di Karpet Merah
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Venesia, Italia – Di tengah gemerlap lampu dan kemegahan festival film tertua di dunia, Venice Film Festival 2026 justru mengusung nada yang jauh dari sekadar hiburan. Ajang bergengsi yang berlangsung hingga awal September ini menjadi panggung lantang bagi suara-suara kritis, mulai dari etika jurnalistik, kebebasan pers, hingga yang paling menyentak: konflik Gaza. Lewat deretan film dokumenter dan fiksi, festival ini membuktikan bahwa sinema bukan hanya tontonan, melainkan juga alat advokasi yang ampuh.
Citizen Osama: Potret Getir di Balik Lensa
Salah satu sorotan utama adalah film dokumenter asal Palestina, Citizen Osama, garapan sutradara Ahmed Hassouna. Film yang resmi dipilih mewakili Palestina untuk Academy Awards 2027 kategori Best International Feature Film ini membuka adegan dengan adegan menghancurkan: reruntuhan apartemen akibat serangan udara di Gaza. Di tengah kepulan asap, seorang juru kamera berlari merekam penderitaan warga—sebuah metafora nyata tentang beban berat yang dipikul para awak media di lokasi konflik.
Hassouna, melalui catatannya yang dikutip AFP, menegaskan bahwa jurnalis di lapangan bukanlah kamera tanpa jiwa. Mereka adalah manusia biasa yang turut berjuang mencari air bersih, makanan, hingga susu untuk bayi mereka di tengah situasi apokaliptik. “Merekalah yang merekam tragedi, tapi mereka juga menjalani penderitaan yang sama di balik lensa,” ujarnya. Sebuah pengingat bahwa di balik setiap gambar mengerikan, ada nyawa yang terus berdetak.
Lebih dari 200 Jurnalis Tewas: Darurat Keselamatan Pers
Isu keselamatan jurnalis di Gaza menjadi pusat perhatian global. Sejak Oktober 2023, lebih dari 200 pekerja media dilaporkan tewas, termasuk pembunuhan jurnalis Al Jazeera Ismail al-Ghoul pada Juli 2024 dan jurnalis foto Fatima Hassouna pada 2025. Otoritas Israel masih melarang masuknya jurnalis asing ke Gaza, kecuali dalam tur ketat yang dikawal militer. Kondisi ini membuat suara dari dalam semakin terbatas—dan film seperti Citizen Osama menjadi celah penting untuk menyampaikan kebenaran.
NAZA dan La Ragazza con la Leica: Dua Narasi, Satu Pesan
Tak kalah menggugah, festival ini juga memutar NAZA, dokumenter karya sineas pemenang Oscar, Yuval Abraham dan Rachel Szor, yang menyoroti jatuhnya korban sipil akibat gempuran militer. Sementara itu, sutradara Alina Marazzi membawa La Ragazza con la Leica, kisah Gerda Taro—fotografer perang perempuan pertama yang gugur di medan tempur saat meliput Perang Saudara Spanyol. Marazzi mengingatkan pentingnya peran jurnalistik foto masa lalu dalam menyampaikan kebenaran, sekaligus menekankan urgensi menjaga kebebasan dan transparansi pers di tengah gempuran kecerdasan buatan dan gawai modern.
Eksil, Sensasionalisme, dan Batas Moral
Dilema etika pers juga terpancar dari film-film lain. My Undesirable Friends: Part II - Exile karya Julia Loktev merekam kepedihan jurnalis independen Rusia yang terpaksa mengasingkan diri usai invasi ke Ukraina. Sementara itu, Danny Boyle menyuguhkan Ink yang membedah sensasionalisme media lewat kebangkitan tabloid The Sun milik Rupert Murdoch. Dan jangan lewatkan Primetime garapan Lance Oppenheim—dibintangi Robert Pattinson—yang menelusuri batas etika moral seorang pembawa acara televisi dalam mengungkap kasus kejahatan.
Analisis Nadia: Festival tahun ini seperti cermin bagi industri media dan sineas. Mereka tak sekadar menampilkan karya, tapi juga menyuarakan kegelisahan atas kebenaran yang terus terancam. Di tengah arus disinformasi dan tekanan politik, film-film ini menjadi perlawanan halus namun tajam. Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat ini sebagai tren positif—sinema kembali ke akarnya sebagai medium protes dan ingatan kolektif. Dan bagi penonton, ini bukan sekadar tontonan, melainkan ajakan untuk merenung: sejauh mana kita peduli pada nasib mereka yang merekam sejarah?
FAQ Terkait Berita Ini
Apa isi utama film 'Citizen Osama'?
Film dokumenter ini menggambarkan kehidupan jurnalis Palestina di tengah serangan udara di Gaza, sekaligus menyoroti penderitaan mereka sebagai manusia biasa yang juga berjuang untuk bertahan hidup.
Mengapa Venice Film Festival tahun ini begitu vokal soal Gaza?
Karena para sineas dan jurnalis melihat festival sebagai platform global untuk menyuarakan isu kemanusiaan, kebebasan pers, dan mengkritik kebijakan yang membungkam suara dari daerah konflik.
Berapa jumlah jurnalis yang tewas di Gaza sejak 2023?
Lebih dari 200 pekerja media dilaporkan tewas, termasuk jurnalis Al Jazeera dan fotografer independen, menjadikan Gaza sebagai salah satu zona paling berbahaya bagi pers.


