Mobil Damkar Terguling di Tanjakan Selayar, Satu Petugas Tewas Tertimpa Armada
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

BONTOMATENE, SELAYAR – Satu petugas pemadam kebakaran tewas setelah mobil Damkar yang ditumpanginya terguling di jalan menanjak menuju lokasi kebakaran lahan di Desa Kayubauk, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (8/9) sekitar pukul 10.00 WITA. Korban, Hendra Ekaputra (33), terlindas dan tertimpa badan mobil saat armada berbalik mundur dan akhirnya berguling, sementara tiga rekannya yang melompat dari tangki berhasil selamat.
Insiden tunggal ini menyoroti lagi rentannya keselamatan petugas di lapangan, terutama saat menghadapi medan ekstrem dengan armada berat. Kasat Lantas Polres Kepulauan Selayar, AKP Muhammad Idris, membenarkan bahwa kendaraan dinas Damkar itu sedang melaju dari posko menuju Kayubauk setelah menerima laporan warga tentang kebakaran lahan. "Armada membawa lima orang kru; dua di kabin depan (sopir dan satu petugas) dan tiga di bagian belakang atas tangki," ujarnya.
Menurut Idris, saat memasuki ruas jalan Poros Tajuia–Kayubauk yang menanjak, mobil diduga tidak kuat melewati tanjakan hingga bergerak mundur tak terkendali. Tiga petugas di atas tangki memutuskan melompat untuk menyelamatkan diri dan berupaya menghentikan laju mundur, namun upaya itu gagal. Kendaraan terguling dan menimpa Hendra yang berada di posisi kritis. Dua rekan lainnya berhasil menghindar. Jenazah korban kini dievakuasi ke Puskesmas Bontomatene untuk pemeriksaan, sementara mobil terguling masih di lokasi menunggu alat berat.
Analisis: Standar Keselamatan Armada Damkar Dipertanyakan
Kecelakaan tragis ini bukan sekadar kelalaian tunggal. Sebagai jurnalis investigasi yang telah menyusuri berbagai insiden serupa, saya melihat adanya kelemahan prosedural yang mengancam nyawa petugas. Pertama, mengapa kru diperkenankan berada di atas tangki saat kendaraan melintasi medan terjal? Standar operasional yang berlaku seharusnya melarang penumpang di luar kabin saat mobil bergerak, apalagi di tanjakan ekstrem. Kedua, uji kelayakan jalan dan kelaikan armada untuk daerah berbukit seperti Bontomatene tampaknya belum menjadi prioritas. Keselamatan kerja petugas Damkar sering kalah oleh kecepatan respons, padahal nyawa mereka sama berharganya dengan warga yang ditolong.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti, namun fakta bahwa sopir kehilangan kendali di tanjakan mengindikasikan potensi masalah teknis – mulai dari rem blong, beban berlebih, hingga kesalahan manuver. Pemerintah daerah dan pusat harus segera mengevaluasi standar operasional Damkar di wilayah kepulauan, di mana akses jalan terbatas dan medan berbukit. Jangan sampai insiden ini berulang hanya karena pengabaian protokol. Keluarga korban berhak atas kejelasan, dan publik berhak atas jaminan bahwa petugas tidak dihadapkan pada risiko yang sebenarnya bisa dicegah.
Peristiwa ini juga mengingatkan kita pada pentingnya pelatihan khusus mengemudi di medan sulit serta kewajiban menggunakan sabuk keselamatan dan sistem pengaman tambahan bagi kru. Dinas Damkar Selayar dan pemerintah provinsi perlu membentuk tim audit darurat untuk memeriksa seluruh armada yang beroperasi di wilayah rawan. Sementara itu, kami akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan mengkritisi jika ada indikasi kelalaian sistemik.
Kronologi dan Respons Aparat
AKP Idris menegaskan bahwa hingga kini kecelakaan dikategorikan tunggal, namun penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa. "Kami melakukan pemeriksaan di lokasi dan meminta keterangan saksi-saksi, termasuk tiga petugas yang melompat," katanya. Proses evakuasi kendaraan terkendala karena posisi terguling di jalan sempit dan menunggu alat berat dari ibu kota kabupaten.
Kebakaran lahan yang menjadi tujuan akhirnya berhasil dipadamkan oleh regu lain, namun kehilangan seorang petugas menjadi duka mendalam bagi korps Damkar. Hendra Ekaputra dikenang sebagai petugas tangguh yang sering bertugas di garis depan. Kematiannya menambah daftar panjang kecelakaan kerja yang menimpa aparat penanggulangan bencana di Indonesia, yang seringkali luput dari perhatian nasional. Kami mendesak Komisi Nasional Keselamatan Transportasi untuk turut meneliti aspek teknis kendaraan, mengingat armada Damkar adalah alat vital yang harus laik jalan setiap saat.
Di tengah upaya pemadaman kebakaran yang mendesak, keselamatan petugas tidak boleh dikorbankan. Institusi Damkar harus berani menolak tugas jika kondisi kendaraan atau jalan tidak memenuhi syarat. Ini bukan soal kurang patriotisme, tapi soal akal sehat dan perlindungan nyawa. Kami berharap kasus ini menjadi momentum perbaikan menyeluruh, bukan sekadar statistik kecelakaan lalu lintas.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa penyebab utama mobil Damkar terguling?
Polisi masih menyelidiki, tetapi dugaan awal adalah kendaraan tidak kuat melewati tanjakan hingga bergerak mundur dan terguling. Faktor teknis seperti rem atau beban juga sedang diperiksa.
Mengapa petugas berada di atas tangki saat kendaraan melaju?
Itu adalah praktik umum untuk memposisikan kru agar siap bertindak, namun sangat berisiko. Dalam kasus ini, tiga petugas melompat untuk menyelamatkan diri, tetapi satu korban tertimpa saat mobil terguling.
Apakah ada sanksi atau evaluasi setelah kejadian ini?
Pihak kepolisian dan dinas terkait akan melakukan audit. Kami mendorong evaluasi standar operasi dan uji kelayakan armada di medan berat, terutama di daerah kepulauan seperti Selayar.


