Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Erupsi Krakatau Ancam Dompet Maskapai: Kerugian Bisa Tembus Rp100 M, Bagaimana Nasib Penumpang?

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Erupsi Krakatau Ancam Dompet Maskapai: Kerugian Bisa Tembus Rp100 M, Bagaimana Nasib Penumpang?
BAGIKAN:

Gangguan abu vulkanik dari erupsi Gunung Krakatau tidak hanya mengancam keselamatan penerbangan, tetapi juga berpotensi menggerus keuangan maskapai nasional hingga Rp100 miliar jika sebaran abu berlangsung lebih dari lima hari. Ancaman ini muncul di tengah upaya industri penerbangan memulihkan kinerja pasca-pandemi, dan kini sorotan beralih pada bagaimana operator menjaga kepastian bagi penumpang yang perjalanannya tersendat.

Bayu Sutanto, Sekretaris Jenderal INACA, mengingatkan bahwa penanganan penumpang menjadi krusial ketika status penerbangan berubah dalam hitungan menit. "Maskapai perlu proaktif memberikan informasi melalui WhatsApp, SMS, atau kanal lain. Penumpang harus punya pilihan re-route, reschedule tanpa biaya, atau refund sesuai ketentuan," ujarnya, Selasa (8/9/26). Kecepatan komunikasi ini bukan sekadar layanan, melainkan instrumen menjaga kepercayaan publik yang jika luntur bisa berdampak jangka panjang pada industri penerbangan.

Di sisi operasional, maskapai bergerak berdasarkan informasi real-time dari AirNav dan BMKG. Koordinasi tripartit ini menentukan apakah pesawat melanjutkan, menunda, mengalihkan, atau menghentikan sementara penerbangan. "Dari informasi tersebut, operator bisa menentukan langkah terbaik," kata Bayu. Pengalihan rute, misalnya via utara Jawa, menjadi opsi mempertahankan konektivitas, namun konsekuensinya adalah waktu tempuh lebih panjang dan konsumsi bahan bakar melonjak. Maskapai pun harus menyiapkan extra fuel atau tankering dari bandara aman untuk mengantisipasi pembatasan pengisian di lokasi terdampak.

Fleksibilitas Operasional Jadi Kunci, Tapi Waktu Berharga

Dari sudut pandang makro, Bayu menekankan bahwa fleksibilitas sistem—meliputi penyesuaian slot, penggunaan bandara alternatif, dan koordinasi antarpemangku kepentingan—dapat mencegah gangguan meluas menjadi krisis. Namun, ia memberi catatan penting: "Kalau erupsi dan sebaran abu berlangsung lebih dari lima hari, dampaknya bisa menembus Rp100 miliar dan menggerus kinerja maskapai pada kuartal III dan IV."

Angka ini bukan sekadar peringatan. Bagi pelaku pasar, proyeksi kerugian Rp100 miliar setara dengan sekitar 10-15% pendapatan operasional beberapa maskawan menengah dalam satu kuartal. Jika dikaitkan dengan beban biaya bahan bakar yang tengah volatil, maka potensi ekonomi makro dari erupsi ini bisa memicu efek berganda, mulai dari penurunan okupansi hingga tekanan pada arus kas. Investor perlu mencermati ketahanan likuiditas emiten penerbangan di tengah ketidakpastian geofisika ini.

Kebijakan tankering—membawa bahan bakar tambahan dari bandara aman—menunjukkan adaptasi teknis yang cerdas, namun sekaligus membebani biaya operasional. Dalam jangka pendek, maskapai mungkin menaikkan tarif atau mengurangi frekuensi rute tertentu, yang pada gilirannya bisa menekan permintaan dan memengaruhi pertumbuhan sektor pariwisata. Pemerintah dan regulator perlu menyiapkan skema insentif atau subsidi sementara jika gangguan berkepanjangan, mengingat sektor penerbangan adalah nadi konektivitas antar pulau di Indonesia.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa yang harus dilakukan penumpang jika penerbangan terdampak abu vulkanik?
Penumpang disarankan memantau informasi resmi maskapai melalui kanal komunikasi seperti WhatsApp, SMS, atau situs web. Maskapai wajib memberikan opsi re-route, reschedule tanpa biaya, atau refund sesuai aturan.

Berapa lama waktu ideal bagi maskapai untuk mengambil keputusan pengalihan rute?
Keputusan harus diambil berdasarkan informasi terkini dari AirNav dan BMKG. Idealnya, koordinasi dilakukan setiap jam untuk menyesuaikan dengan pergerakan abu, sehingga keputusan bisa diambil dalam hitungan jam setelah peringatan dikeluarkan.

Apakah kerugian Rp100 miliar hanya ditanggung maskapai, atau ada dampak ke konsumen?
Kerugian operasional maskapai berpotensi diteruskan ke konsumen dalam bentuk kenaikan tiket atau pengurangan frekuensi penerbangan, yang juga berdampak pada harga tiket dan ketersediaan rute. Namun, dalam jangka pendek, maskapai biasanya berusaha menyerap biaya tambahan agar tetap kompetitif.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸