Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Bandara Soekarno-Hatta Kembali Menggeliat, Ribuan Penumpang Terlanjur Terdampar Akibat Abu Krakatau

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Bandara Soekarno-Hatta Kembali Menggeliat, Ribuan Penumpang Terlanjur Terdampar Akibat Abu Krakatau
BAGIKAN:

Jakarta, Selasa (8/9) – Bandara Soekarno-Hatta dan empat bandara lain di sekitar Selat Sunda resmi beroperasi kembali sejak dini hari tadi, setelah sempat lumpuh total selama tiga hari akibat hujan abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan data Flightradar24, lalu lintas udara mulai terlihat padat sejak pukul 05.00 WIB, menandai normalisasi bertahap jalur penerbangan yang sebelumnya menjadi momok bagi ribuan calon penumpang.

Penutupan yang berlaku sejak Jumat (4/9) lalu berdampak pada lebih dari 340 ribu penumpang, dengan ratusan jadwal penerbangan domestik dan internasional dibatalkan. Abu vulkanik yang menutupi landasan pacu memaksa otoritas bandara mengambil langkah ekstrem demi keselamatan, namun keputusan ini juga menyulut kritik dari pelaku usaha dan kalangan perjalanan bisnis yang menilai koordinasi antara Angkasa Pura II, BMKG, dan maskapai masih belum optimal dalam menyampaikan informasi real-time.

Lonjakan Penumpang dan Antrean Panjang Warnai Hari Pertama

Pantauan di Terminal 3 Soekarno-Hatta menunjukkan ribuan penumpang memadati area check-in sejak subuh, sebagian besar merupakan penumpang yang rebooking dari jadwal sebelumnya. Petugas bandara dikerahkan ekstra untuk mengurai antrean, namun keluhan tentang kurangnya sosialisasi jadwal baru tetap menjadi catatan. Satu penumpang bernama Dewi, warga Bandung, mengaku baru mengetahui penerbangan kembali normal dari media sosial, bukan dari notifikasi resmi maskapai.

Dari sisi ekonomi makro, penutupan bandara selama tiga hari diperkirakan merugikan sektor pariwisata dan logistik hingga puluhan miliar rupiah. Sebagai pakar ekonomi, saya menilai insiden ini menjadi ujian bagi kesiapan infrastruktur kebencanaan kita, terutama dalam manajemen krisis yang harusnya mengedepankan kecepatan dan keakuratan data. Alih-alih sekadar membuka kembali, pemerintah dan operator bandara perlu mengevaluasi protokol darurat, termasuk penggunaan teknologi deteksi abu berbasis satelit yang kini sudah tersedia.

Dampak Domino pada Pergerakan Logistik dan Harga Komoditas

Gangguan penerbangan tidak hanya mempengaruhi penumpang, tetapi juga kargo. Ekspor barang segar seperti ikan dan buah-buahan dari Sumatera dan Lampung terhambat, yang berpotensi memicu kenaikan harga pangan di pasar Jakarta. Meski operasional telah pulih, efek tunda ini akan terasa dalam pekan mendatang, sehingga pelaku usaha disarankan untuk merencanakan rute alternatif atau memanfaatkan jalur laut sebagai antisipasi.

Di sisi lain, saham emiten penerbangan dan bandara sempat mengalami tekanan pada awal pekan, namun mulai stabil setelah kabar pembukaan ini. Investor tampak merespons positif, meski sentimen jangka pendek masih rentan terhadap potensi erupsi susulan. Saya melihat ini sebagai momentum bagi otoritas untuk meningkatkan early warning system, tidak hanya untuk keselamatan penerbangan tetapi juga untuk menjaga kepercayaan pasar.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Apakah semua rute penerbangan di Soekarno-Hatta sudah normal?
Belum sepenuhnya. Maskapai masih menyesuaikan jadwal dengan prioritas pada rute padat. Penumpang disarankan mengecek langsung ke maskapai sebelum berangkat.

2. Bagaimana cara memastikan abu vulkanik sudah aman untuk penerbangan?
BMKG dan otoritas bandara menggunakan instrumen pengukur kepadatan abu serta laporan pilot (pilot report) untuk memutuskan pembukaan. Saat ini konsentrasi abu di permukaan sudah di bawah ambang batas.

3. Apa kompensasi bagi penumpang yang terdampak pembatalan?
Maskapai wajib memberikan opsi refund atau rebooking tanpa biaya tambahan sesuai aturan Kementerian Perhubungan. Namun, proses klaim masih berlangsung dan beberapa maskapai dinilai lamban merespons.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸