Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Arahan Prabowo: BRI Siap Buka Rekening Massal, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Rakyat

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Arahan Prabowo: BRI Siap Buka Rekening Massal, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Rakyat
BAGIKAN:

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyatakan kesiapan penuh menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kepemilikan rekening perbankan bagi seluruh masyarakat. Langkah ini bukan sekadar target administratif, melainkan fondasi strategis untuk mengakselerasi inklusi keuangan nasional sekaligus menciptakan ekosistem transaksi digital yang lebih terintegrasi. Arahan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, dan ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahwa pemerintah akan memadankan data kependudukan dari Dukcapil dengan sistem Bank Indonesia, termasuk pemanfaatan QRIS sebagai kanal pembayaran utama.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa perseroan tidak hanya akan membuka rekening, tetapi juga memastikan masyarakat terhubung dengan layanan keuangan formal yang lebih luas. "Bagi kami, ini bukan semata-mata tentang membuka rekening, tetapi bagaimana memastikan semakin banyak masyarakat dapat masuk ke dalam ekosistem keuangan formal serta memperoleh akses terhadap layanan keuangan," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (8/9/2026). Dengan jangkauan 131 juta nasabah individual, 1,13 juta agen BRILink yang menjangkau lebih dari 60 ribu desa, serta super app BRImo yang sudah digunakan 49,7 juta pengguna, BRI memiliki infrastruktur paling masif untuk menjalankan misi ini.

Dari Rekening ke Ekonomi Kerakyatan

Di balik target perluasan rekening, terdapat dampak sistemik yang sering luput dari perhatian: rekening bank bukan sekadar tempat menyimpan uang, melainkan pintu masuk bagi masyarakat untuk mengakses kredit, asuransi, dan instrumen investasi. Hery menyoroti bahwa rekening juga berfungsi sebagai rekam jejak transaksi yang penting bagi pelaku UMKM untuk membangun kredibilitas di mata perbankan. Dengan tingkat inklusi keuangan yang saat ini mencapai 93,62% dan literasi 69,57%, pemerintah menilai masih ada ruang signifikan untuk memperdalam kualitas akses, bukan sekadar perluasan kuantitatif.

Sebagai bank dengan fokus pemberdayaan segmen ultramikro, BRI dinilai memiliki pengalaman lapangan yang sulit ditiru. Kombinasi jaringan fisik (7.377 kantor), e-channel (637 ribu), dan agen BRILink menciptakan ekosistem hibrida yang mampu menjangkau daerah terpencil sekaligus mendorong adopsi transaksi digital. "Infrastruktur yang kami miliki akan terus dioptimalkan sehingga layanan perbankan semakin dekat, mudah, dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat," tambah Hery. Dalam konteks makro, percepatan inklusi keuangan ini akan memperkuat efektivitas penyaluran program pemerintah, seperti bansos dan subsidi, yang selama ini terkendala masalah distribusi dan transparansi.

Analisis: Jembatan Menuju Ekonomi Digital yang Inklusif

Dari sudut pandang ekonomi, arahan Presiden Prabowo ini merupakan langkah berani yang sejalan dengan agenda transformasi digital. Namun, tantangan terbesar bukan pada infrastruktur teknis, melainkan pada literasi keuangan dan perilaku masyarakat. BRI, dengan jaringan agen hingga ke tingkat desa, memiliki posisi tawar untuk menjadi agen edukasi sekaligus. Pemanfaatan QRIS sebagai instrumen pembayaran akan semakin mengintegrasikan pelaku usaha mikro ke dalam ekosistem digital, menciptakan data transaksi yang dapat digunakan untuk penilaian kredit berbasis alternatif. Ini adalah peluang emas bagi BRI untuk memperdalam penetrasi di segmen yang selama ini kurang terlayani, sekaligus mendorong pertumbuhan kredit UMKM yang masih di bawah potensi optimal.

Namun, pemerintah dan perbankan perlu mewaspadai risiko kesenjangan digital dan keamanan data. Penggabungan data kependudukan dengan sistem perbankan harus diimbangi dengan regulasi perlindungan data yang ketat. BRI sendiri telah menunjukkan kapabilitas teknologi melalui BRImo, tetapi edukasi pengguna baru tetap menjadi kunci agar rekening yang dibuka benar-benar aktif dan produktif, bukan sekadar "rekening tidur". Dari sisi makro, jika program ini berhasil, kita akan melihat peningkatan signifikan dalam rasio kredit terhadap PDB, stabilitas sistem pembayaran, dan pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Apa tujuan utama perluasan kepemilikan rekening oleh BRI?
Tujuan utamanya adalah memperkuat inklusi keuangan dan literasi masyarakat, sehingga mereka terhubung dengan ekosistem keuangan formal, memudahkan penerimaan program pemerintah, dan membuka akses ke layanan perbankan seperti tabungan, kredit, dan asuransi.

2. Bagaimana BRI akan menjangkau masyarakat di daerah terpencil?
BRI memanfaatkan jaringan 1,13 juta agen BRILink yang tersebar di lebih dari 60 ribu desa, serta 7.377 kantor cabang dan 637 ribu e-channel, sehingga layanan perbankan bisa diakses tanpa harus ke kantor bank fisik.

3. Apa dampak ekonomi dari program ini terhadap UMKM?
UMKM akan mendapat manfaat dari rekam jejak transaksi digital yang dapat digunakan untuk mengakses kredit dan layanan keuangan lainnya. Selain itu, integrasi dengan QRIS memudahkan pembayaran digital, meningkatkan efisiensi usaha, dan memperluas pasar.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ