Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Skandal Dapur MBG: BGN Tutup 1.999 Unit Gizi Gratis karena Nol Sertifikat Higiene

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Skandal Dapur MBG: BGN Tutup 1.999 Unit Gizi Gratis karena Nol Sertifikat Higiene
BAGIKAN:

Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara 1.999 unit dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) per Senin (7/9) menyusul temuan bahwa seluruhnya belum mendaftarkan sertifikasi laik higiene dan sanitasi (SLHS) ke dinas kesehatan masing-masing. Kepala BGN Sudaryono menegaskan penutupan ini bersifat investigatif, bukan sekadar penalti administratif.

Dalam keterangan resmi, Sudaryono merinci bahwa dari total 27.485 dapur yang sebelumnya terdata, setelah penyisiran tersisa 27.022 dapur yang ditetapkan sementara. Namun, pembaruan data dari Kementerian Kesehatan pada 7 September pukul 17.00 WIB mengungkap 1.999 di antaranya โ€” tersebar 351 di Wilayah 1, 1.417 di Wilayah 2, dan 231 di Wilayah 3 โ€” sama sekali belum mengurus SLHS.

"Bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, tetapi tidak melakukan pendaftaran sama sekali," tegas Sudaryono. BGN telah melakukan konfirmasi berulang, namun hingga batas waktu terakhir, ribuan dapur tersebut tetap abai.

Dampak terhadap Kepercayaan dan Anggaran MBG

Penutupan mendadak ini berpotensi mengganggu distribusi gizi bagi jutaan penerima manfaat, sekaligus mencoreng kredibilitas program unggulan pemerintahan baru. Sebagai pakar ekonomi makro, saya menilai kasus ini mencerminkan celah koordinasi antarlembaga yang dapat menimbulkan pemborosan anggaran jika tidak segera dibenahi. Sertifikasi higiene adalah prasyarat non-negosiasi untuk keamanan pangan, dan kelalaian administratif semacam ini justru mengancam keberlanjutan program yang menelan biaya triliunan rupiah.

Investasi publik pada MBG tidak akan optimal jika aspek kesehatan dasar terabaikan. BGN perlu memastikan bahwa proses verifikasi dapur sehat diperketat, termasuk dengan sanksi tegas bagi pengelola yang lalai. Langkah investigasi yang diambil Sudaryono adalah keputusan berani, namun waktu dan biaya yang hilang selama penutupan harus diperhitungkan dalam efisiensi program.

Langkah Selanjutnya

BGN menyatakan akan membuka kembali dapur-dapur tersebut setelah proses investigasi selesai dan memastikan mereka segera mendaftarkan SLHS. Masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan mengawal proses ini agar tidak terjadi lagi temuan serupa di masa mendatang.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa itu SLHS dan mengapa wajib untuk dapur MBG?
SLHS adalah Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi yang dikeluarkan dinas kesehatan, menandakan dapur memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Tanpa SLHS, dapur tidak boleh beroperasi untuk program pangan publik.

Apakah penutupan ini akan menghentikan total program MBG?
Tidak. Penutupan hanya berlaku untuk 1.999 dapur yang bermasalah, sementara ribuan dapur lainnya tetap berjalan. BGN memastikan distribusi tetap berlanjut dengan mengoptimalkan dapur yang sudah bersertifikat.

Bagaimana nasib dapur yang ditutup setelah investigasi?
BGN akan mengevaluasi setiap dapur. Jika mereka segera mendaftar dan memenuhi syarat, operasional dapat dilanjutkan. Namun, jika ditemukan pelanggaran lebih serius, bisa dikenai sanksi permanen.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ