Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Mengerikan! Wabah Ebola di Kongo Picu Amuk Warga ke Tim Pemakaman, Ancaman Ekonomi Mengintai

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Mengerikan! Wabah Ebola di Kongo Picu Amuk Warga ke Tim Pemakaman, Ancaman Ekonomi Mengintai
BAGIKAN:

Wabah virus Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) tak hanya merenggut nyawa pasien dan menguras tenaga medis, tetapi juga menjadikan petugas pemakaman sebagai sasaran amuk warga yang berduka. Sejak merebak pada pertengahan Mei 2026, di Provinsi Ituri, tim kecil yang dipimpin Yuma Adolphe harus bekerja di bawah tekanan fisik, ketakutan tertular, dan kemarahan keluarga korban yang tidak bisa menjalankan ritual adat karena risiko penularan. Upaya pengendalian wabah ini pun semakin rumit oleh konflik bersenjata, pengungsian, dan sistem kesehatan yang rapuh—sebuah kombinasi yang juga mengancam stabilitas ekonomi regional.

Tekanan Berlapis di Garis Depan

Adolphe, salah satu anggota tim, mengakui beban pekerjaan semakin berat seiring lonjakan kasus. "Sulit rasanya, tetapi kami berusaha memaksakan diri melampaui batas kemampuan kami," ujarnya kepada The Associated Press, Senin (7/9/2026). Dengan bayaran sekitar US$20 (Rp352.000) per hari, mereka bertugas menggali kuburan, menyiapkan jenazah, dan memastikan pemakaman berlangsung aman—sebuah pekerjaan yang vital untuk memutus rantai penularan, namun kerap berhadapan dengan duka keluarga yang mendalam.

Tradisi vs Risiko Penularan

Konflik utama muncul dari larangan menyentuh atau memproses jenazah sesuai adat Afrika. "Biasanya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga, yang kemudian dapat mengurusnya sesuai keinginan mereka," kata Adolphe. Namun, virus Ebola tetap aktif setelah kematian, sehingga petugas terlatih harus mengambil alih. Hal ini memicu kesalahpahaman dan kemarahan, bahkan serangan fisik terhadap petugas. Penasihat gubernur militer Ituri, Jeanne Alasha, menegaskan bahwa tindakan menyerang petugas bisa dikenai sanksi hukum.

Kisah Sofia Wanito, ibu dari Justine Habineno—anggota paduan suara berusia 36 tahun yang meninggal akibat Ebola—menggambarkan beban emosional. "Dulu, kami tidak meninggal seperti ini. Saya bahkan tidak bisa menyelimutinya sendiri dan memberikan penghormatan terakhir," keluhnya. Ia hanya diizinkan melihat jenazah dari jendela rumah sakit, tanpa bisa menyentuh peti mati.

Dampak Ekonomi di Tengah Krisis Kemanusiaan

Sebagai pengamat ekonomi Kongo, saya melihat wabah ini bukan sekadar krisis kesehatan. Dengan populasi yang terus berpindah dan sistem kesehatan yang underfunded, produktivitas tenaga kerja terganggu, rantai pasok pertanian dan pertambangan terhambat, serta investasi asing cenderung mengalir ke negara-negara yang lebih stabil. Biaya penanganan wabah juga membebani anggaran negara yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan pendidikan. Di tengah konflik bersenjata yang sudah menggerus pertumbuhan, Ebola menambah beban fiskal dan sosial yang tidak kecil.

Anggota tim lainnya, Benjamin Muhindo, mengakui keluarganya khawatir ia membawa virus ke rumah, tetapi ia tetap bertahan. "Kami bekerja di bawah tekanan dan terus-menerus berpacu dengan waktu. Kami tidak punya pilihan. Kami hadir di sini untuk melindungi masyarakat kami," tegasnya. Kata-kata ini mengingatkan bahwa di balik angka korban, ada manusia yang berjuang melawan ketakutan dan kemiskinan—dua faktor yang juga memperparah kerentanan ekonomi masyarakat miskin.

FAQ Terkait Berita Ini

Mengapa jenazah Ebola tidak boleh disentuh oleh keluarga?
Karena virus Ebola masih dapat bertahan hidup di dalam tubuh jenazah dan menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh. Hanya petugas terlatih dengan alat pelindung yang boleh menanganinya untuk mencegah penyebaran.

Bagaimana dampak wabah Ebola terhadap perekonomian DRC?
Wabah mengganggu aktivitas ekonomi, terutama di sektor pertanian dan pertambangan karena pergerakan tenaga kerja dibatasi. Biaya penanganan kesehatan juga membelokkan anggaran dari pembangunan, sementara investor asing cenderung menarik diri, memperlambat pemulihan ekonomi.

Apa sanksi bagi warga yang menyerang petugas pemakaman?
Menurut penasihat gubernur militer Ituri, tindakan tersebut dapat dikenai sanksi hukum, termasuk pidana penjara, karena menghambat upaya penanggulangan wabah dan membahayakan keselamatan petugas garis depan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸