Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Beras Subsidi Ganti Baju Biru, Zulhas Klaim Simbol Kemenangan—Harga Tetap, Target Saingi Swasta

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Beras Subsidi Ganti Baju Biru, Zulhas Klaim Simbol Kemenangan—Harga Tetap, Target Saingi Swasta
BAGIKAN:

Pemerintah resmi mengubah wajah beras subsidi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi kemasan berwarna biru dengan nama baru Beras Kita, mulai diluncurkan 20 Oktober 2026. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut warna biru sebagai 'warna kemenangan' dan langsung menyetujui desain tersebut tanpa proses tawar-menawar yang panjang. Perubahan ini, menurut Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, bertujuan agar produk Bulog lebih eye-catching dan mampu bersaing dengan beras swasta di pasar, tanpa mengerek harga eceran tertinggi (HET) yang tetap sama.

Keputusan radikal mengganti identitas visual program pangan nasional ini diumumkan dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Senin (7/9). Zulhas—panggilan akrab Zulkifli Hasan—menegaskan bahwa persetujuan diberikan secara instan karena ia menilai warna biru membawa aura positif. “SPHP itu diganti namanya 'Beras Kita'. Nah, kan bagus ya? Saya langsung setuju warnanya ini. Bagus sekali warnanya ya kan? Warna kemenangan ini tuh, bagus sekali warnanya, jadi kita langsung setuju,” ujarnya. Meski bernada simbolik, pernyataan ini mengundang tafsir beragam di tengah upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat pasca-fluktuasi harga pangan.

Bukan Sekadar Ganti Nama, Ada Strategi Pasar di Baliknya

Di balik gimmick visual, Bulog menyusun langkah taktis. Rizal menjelaskan bahwa nama Beras Kita mengikuti pola penamaan produk pangan subsidi lainnya, seperti Gula Manis Kita dan Minyakita. Akronim 'Kita' merupakan singkatan dari Keluarga Indonesia Sejahtera, yang sekaligus menjadi payung merek untuk dua lini: Beras Kita Premium dan Beras Kita Medium. Yang menarik, label SPHP tetap dicantumkan di bagian bawah kemasan dengan ukuran lebih kecil—sebuah kompromi agar identitas asal program tidak hilang, sekaligus memberi ruang bagi merek dagang yang lebih segar.

Dari sudut pandang ekonomi makro, langkah ini patut diapresiasi sebagai upaya re-branding yang terencana. Namun, sebagai pengamat kebijakan pangan, saya menilai efektivitasnya bukan terletak pada warna atau nama, melainkan pada konsistensi distribusi dan kualitas isi. Bulog berjanji meningkatkan mutu beras dan pelayanan—jika terealisasi, maka persaingan dengan swasta bisa tercipta secara sehat. Namun jika hanya perubahan kemasan tanpa perbaikan rantai pasok, maka ini hanya kosmetik belaka. Apalagi stabilisasi pasokan tetap menjadi tantangan utama di tengah dinamika iklim dan geopolitik yang mempengaruhi harga beras global.

Transisi Bertahap, Stok Lama Masih Dijual

Rizal memastikan bahwa beras SPHP kemasan lama—termasuk merek Befood dan Punokawan—tetap beredar hingga stok habis. Peluncuran Beras Kita baru efektif pada 20 Oktober, yang bertepatan dengan masuknya tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Enggak, tetap lanjut saja dihabiskan saja. SPHP medium juga nanti pas tanggal 20 Oktober baru launching yang ini. Pas launching juga tetap diedarkan yang lama,” katanya. Dengan pendekatan bertahap, Bulog menghindari pemborosan kemasan dan memberi waktu bagi masyarakat untuk beradaptasi.

Yang perlu dicermati adalah harga: Rizal menegaskan tidak ada perubahan HET. Ini kabar baik bagi masyarakat penerima manfaat, karena harga pangan masih menjadi isu sensitif. Namun, ke depan, Bulog menargetkan penyatuan merek menjadi hanya Beras Kita Premium dan Medium, yang berarti pemain tunggal di segmen subsidi akan memiliki identitas yang lebih terdefinisi. Pertanyaannya, seberapa besar daya saing yang sesungguhnya? Jika kualitas dan ketersediaan terjaga, langkah ini bisa memperkuat posisi Bulog sebagai penjaga stabilitas pangan nasional.

FAQ Terkait Berita Ini

Apakah harga Beras Kita berbeda dengan SPHP sebelumnya?
Tidak. Harga eceran tertinggi (HET) tetap sama seperti beras SPHP, hanya kemasan dan nama yang berubah.

Kapan Beras Kita mulai dijual di pasaran?
Peluncuran resmi dijadwalkan pada 20 Oktober 2026, namun beras kemasan lama masih akan dijual sampai habis sehingga transisi bersifat bertahap.

Apa makna 'Kita' dalam Beras Kita?
'Kita' adalah singkatan dari Keluarga Indonesia Sejahtera, sesuai dengan pola penamaan program pangan subsidi lainnya seperti Gula Manis Kita dan Minyakita.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸