Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Bandara Soetta Terganggu Erupsi Gunung: Rp 2,9 Triliun Arus Ekspor-Impor RI Terancam Macet

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Bandara Soetta Terganggu Erupsi Gunung: Rp 2,9 Triliun Arus Ekspor-Impor RI Terancam Macet
BAGIKAN:

Erupsi Gunung Anak Krakatau迫使 Bandara Soekarno-Hatta menghentikan aktivitas penerbangan selama beberapa jam, memicu guncangan pada denyut ekonomi makro Indonesia. Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, memperingatkan bahwa penutupan bandara bukan sekadar masalah jadwal terbang—ini adalah ancaman langsung terhadap roda perdagangan nasional.

"Soetta adalah arteri utama pengiriman barang bernilai tinggi dan sensitif terhadap waktu. Ketika denyutnya terganggu, efek dominonya merambat ke lini produksi dan aktivitas ekspor-impor secara keseluruhan," ujar Setijadi kepada CNBC Indonesia, Jumat (11/4).

Berdasarkan data BPS dan Satu Data Perdagangan Kementerian Perdagangan, Bandara Soekarno-Hatta mencatatkan nilai ekspor nonmigas sebesar US$ 9,90 miliar dan impor US$ 20,77 miliar pada 2025. Dengan total arus perdagangan bruto mencapai US$ 30,67 miliar per tahun atau rata-rata US$ 84,03 juta per hari, bandara ini bukan sekadar infrastruktur—ini adalah titik tumpu rantai pasok nasional.

Volume impornya sendiri tercatat 174,9 ribu ton per tahun, atau setara 479 ton per hari yang masuk melalui bandara ini.

Simulasi Dampak: Dari 8 Jam Hingga 48 Jam

SCI memproyeksikan dua skenario gangguan. Dalam skenario 8 jam, potensi penundaan arus ekspor-impor mencapai US$ 28 juta, terdiri atas ekspor US$ 9,04 juta dan impor US$ 18,97 juta—termasuk hampir 160 ton barang impor.

Namun, ketika gangguan merentang hingga 48 jam, angkanya melonjak drastis: sekitar US$ 168 juta atau setara Rp 2,96 triliun (asumsi kurs Rp 17.630 per US$). Rinciannya: ekspor tertahan US$ 54,23 juta dan impor US$ 113,83 juta, dengan volume barang yang tertunda menyentuh 960 ton.

Meskipun begitu, Setijadi menekankan bahwa angka tersebut masih bersifat indikatif. Perhitungan menggunakan nilai FOB untuk ekspor dan CIF untuk impor. "Kerugian aktual sangat bergantung pada pembatalan penerbangan, pengalihan kargo, karakteristik komoditas, serta kecepatan pemulihan operasi," tegasnya.

Analisis: Titik Lemah Struktur Logistik Indonesia

Jika saya boleh membaca fenomena ini dengan kacamata ekonom makro, insiden Soetta hari ini sebenarnya mengungkap kerentanan struktural yang selama ini kita abaikan. Ketergantungan berlebihan pada satu atau dua hub udara untuk perdagangan internasional adalah bentuk konsentrasi risiko yang mahal.

Bayangkan: US$ 84 juta per hari. Itulah volume barang yang setiap hari 'melewati' Soetta. Ketika satu titik simpul terganggu selama 48 jam, yang tersendat bukan sekadar kargo—tetapi kepercayaan buyer asing terhadap reliabilitas pengiriman Indonesia. Dan dalam dunia perdagangan global, trust adalah mata uang yang lebih berharga daripada devisa.

Pertanyaan besarnya: berapa lama buyer di Tokyo, Seoul, atau Rotterdam bersedia menoleransi delay berulang sebelum mulai mencari alternatif supplier dari Vietnam atau Thailand?

Rekomendasi SCI: Mitigasi Jangka Pendek hingga Panjang

Dalam jangka pendek, SCI mendorong pengelola bandara, maskapai, freight forwarder, Bea dan Cukai, karantina, dan pemilik barang untuk mengaktifkan koordinasi tanggap darurat. Prioritasnya meliputi:

  • Pemantauan sebaran abu vulkanik secara real-time
  • Penjadwalan ulang penerbangan dan penyediaan kapasitas tambahan
  • Percepatan penanganan dokumen kepabeanan
  • Pengalihan kargo melalui bandara alternatif

Barang bersifat prioritas: easily perishable goods, farmasi, komponen produksi kritis, elektronik bernilai tinggi, dan kiriman ekspres. Pengiriman domestik pun dapat dialihkan ke moda darat, kereta api, laut, atau jaringan multimoda.

Dalam jangka panjang, SCI merekomendasikan perusahaan membangun rencana kontinuitas bisnis berdasarkan beberapa skenario durasi gangguan. Importir perlu menyesuaikan safety stock untuk bahan baku kritis, sementara eksportir perlu menyiapkan gudang dan fasilitas cold chain alternatif.

Setijadi juga mendesak pemerintah menyusun protokol logistik kebencanaan lintas-instansi, agar erupsi gunung—atau bencana alam sejenis—tidak berkembang menjadi gangguan rantai pasok yang melumpuhkan produksi nasional.

"Ini bukan soal erupsi gunung semata. Ini soal ketahanan ekonomi kita terhadap guncangan yang sifatnya tak terhindarkan," tutupnya.

FAQ Terkait Berita Ini

1. Mengapa Bandara Soekarno-Hatta begitu vital bagi ekspor-impor Indonesia?
Karena Soetta menjadi pintu utama pengiriman barang bernilai tinggi dan sensitif terhadap waktu. Total nilai ekspor-impor nonmigas melalui bandara ini mencapai US$ 30,67 miliar per tahun atau rata-rata US$ 84 juta per hari.

2. Berapa nilai barang yang berpotensi tertunda jika Bandara Soetta ditutup 48 jam?
Berdasarkan estimasi SCI, potensi penundaan mencapai US$ 168 juta atau sekitar Rp 2,96 triliun, yang terdiri atas ekspor US$ 54,23 juta dan impor US$ 113,83 juta, dengan volume sekitar 960 ton barang.

3. Apa saja solusi yang direkomendasikan untuk mengatasi gangguan penerbangan akibat erupsi?
SCI merekomendasikan tiga pendekatan: (1) koordinasi tanggap darurat jangka pendek antar-pemangku kepentingan, (2) pembangunan rencana kontinuitas bisnis untuk importir dan eksportir, serta (3) penyusunan protokol logistik kebencanaan lintas-instansi oleh pemerintah agar dampak erupsi tidak melumpuhkan rantai pasok nasional.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸