Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

TelkomProperty Umumkan 50% Aset 3.010 Telah Dioptimalisasi, Badan Gizi Nasional Mulai Negosiasi Sewa Graha Merah Putih

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

TelkomProperty Umumkan 50% Aset 3.010 Telah Dioptimalisasi, Badan Gizi Nasional Mulai Negosiasi Sewa Graha Merah Putih
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • TelkomProperty mengelola 3.010 aset di berbagai lokasi dan sekitar 50% telah berhasil dioptimalisasi melalui mekanisme B2B.
  • Anak usaha PT Telkom Landmark Tower (TLT) membuka peluang sewa gedung Graha Merah Putih untuk mitra eksternal, termasuk Badan Gizi Nasional yang sedang negosiasi.
  • TelkomGroup menargetkan efisiensi operasional dan peningkatan produktivitas aset, dengan tetap mengedepankan tata kelola dan peraturan yang berlaku.

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Graha Sarana Duta (TelkomProperty), sebagai pengelola aset Telkom, terus mendukung langkah transformasi TelkomGroup dalam melakukan optimalisasi dan leveraging aset untuk meningkatkan produktivitas, menciptakan efisiensi operasional, serta kontribusi yang lebih optimal dari setiap anak perusahaan.

Direktur Utama TelkomProperty, Didit Sulistyo mengatakan, bahwa saat ini TelkomProperty tengah melakukan leveraging terhadap 3.010 aset yang dikelola di berbagai lokasi dengan sekitar 50% telah berhasil dioptimalisasi. "Dalam pelaksanaannya, TelkomProperty terbuka terhadap peluang pemanfaatan aset oleh berbagai pihak, termasuk calon mitra eksternal, melalui mekanisme bisnis yang wajar dan proporsional secara Business to Business (B2B), dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola dan peraturan yang berlaku," ungkap dia dalam keterangan resmi, Sabtu (5/9/2026).

Sejalan dengan langkah tersebut, PT Telkom Landmark Tower (TLT), anak usaha TelkomProperty selaku pengelola gedung GMP, terus mendorong leveraging aset dengan membuka peluang untuk para mitra eksternal yang akan menyewa aset gedung yang dimiliki TelkomGroup. Direktur Utama TLT, Suratman menyampaikan, sebagai salah satu entitas pengelola aset properti di lingkungan TelkomGroup, optimalisasi aset merupakan bagian dari langkah leveraging aset yang sudah berjalan dalam proses bisnis kami. "Tentunya, kami akan selalu berupaya memastikan produktivitas aset untuk dapat melayani kebutuhan TelkomGroup maupun mitra dan tenan eksternal lainnya dengan maksimal," jelas Suratman.

Dia mengatakan, rencana pemanfaatan dan penyewaan ruang di Graha Merah Putih oleh Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini masih dalam proses negosiasi dan pembahasan lebih lanjut serta dikoordinasikan dengan pihak terkait. "Kami berkomitmen menjaga kepastian dan keberlangsungan operasional para tenant yang berada di gedung tersebut. Setiap proses juga akan dilakukan secara tertib dan terukur," tutup Suratman.

Analisis Pakar

Langkah TelkomProperty ini merupakan sinyal positif bagi ekosistem BUMN di tengah tekanan fiskal dan tuntutan efisiensi. Dengan mengoptimalkan 3.010 aset—yang sebagian besar merupakan lahan dan gedung strategis—perusahaan tidak hanya menambah pendapatan non-operasional, tetapi juga mengurangi beban pemeliharaan yang selama ini membebani neraca. Namun, yang perlu dicermati adalah apakah optimalisasi ini benar-benar berdampak pada peningkatan nilai tambah bagi ekonomi nasional, atau sekadar pergeseran akuntansi belaka. Sebagai pakar ekonomi makro, saya melihat bahwa leveraging aset harus diiringi dengan peningkatan investasi produktif, bukan sekadar menjual atau menyewakan aset untuk pendapatan jangka pendek.

Keterbukaan terhadap mitra eksternal melalui skema B2B adalah langkah progresif, asalkan dilakukan dengan transparansi dan tata kelola yang ketat. Dalam konteks BUMN, risiko moral hazard dan konflik kepentingan selalu mengintai, terutama ketika aset-aset bernilai tinggi dilepaskan ke pihak swasta. Saya mengapresiasi pernyataan Didit Sulistyo yang menekankan prinsip tata kelola dan peraturan, namun perlu ada mekanisme audit yang independen dan publikasi berkala mengenai hasil optimalisasi ini. Jika tidak, masyarakat hanya akan melihat angka 50% tanpa mengetahui kontribusi riil terhadap penerimaan negara dan efisiensi operasional.

Yang paling menarik adalah potensi penyewaan ruang di Graha Merah Putih kepada Badan Gizi Nasional. Ini menunjukkan sinergi antar-lembaga yang sejalan dengan program pemerintah di bidang gizi, namun juga menimbulkan pertanyaan: apakah tarif sewa yang ditetapkan sudah sesuai dengan harga pasar? Mengingat BGN adalah lembaga non-profit, ada kekhawatiran subsidi silang yang tidak transparan. Suratman dari TLT menyatakan komitmen menjaga keberlangsungan tenant, tetapi negosiasi yang sedang berlangsung harus dipastikan menghasilkan kesepakatan yang adil dan menguntungkan kedua belah pihak, tanpa mengorbankan potensi pendapatan yang seharusnya bisa diraih dari penyewaan komersial.

Ke depan, TelkomGroup perlu menyusun peta jalan jangka panjang mengenai pemanfaatan aset—bukan hanya untuk efisiensi, tetapi juga untuk mendukung transformasi digital dan infrastruktur telekomunikasi. Aset-aset di lokasi strategis bisa diubah menjadi pusat data atau hub inovasi, yang akan lebih relevan dengan bisnis inti Telkom. Tanpa visi yang jelas, optimalisasi aset hanya akan menjadi kegiatan tambal sulam yang tidak mendorong daya saing perusahaan. Saya berharap langkah TelkomProperty ini menjadi contoh bagi BUMN lain dalam mengelola aset secara profesional, namun tetap mengutamakan kepentingan publik dan akuntabilitas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa itu TelkomProperty dan apa tugas utamanya?
    A: TelkomProperty adalah anak usaha TelkomGroup yang bertugas mengelola dan mengoptimalkan aset-aset properti milik Telkom, termasuk gedung, tanah, dan fasilitas lainnya, guna meningkatkan produktivitas dan memberikan kontribusi ekonomi bagi grup.
  • Q: Berapa jumlah aset yang dikelola TelkomProperty dan seberapa besar yang sudah dioptimalkan?
    A: TelkomProperty mengelola 3.010 aset di berbagai lokasi, dan saat ini sekitar 50% dari total aset tersebut telah berhasil dioptimalisasi melalui berbagai skema, termasuk kerja sama B2B dengan mitra eksternal.
  • Q: Apa hubungan antara Badan Gizi Nasional dengan Graha Merah Putih?
    A: Badan Gizi Nasional (BGN) sedang dalam proses negosiasi untuk menyewa ruang di Graha Merah Putih, gedung yang dikelola oleh PT Telkom Landmark Tower (TLT) anak usaha TelkomProperty, sebagai bagian dari rencana pemanfaatan aset yang lebih luas.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸