Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Literasi Keuangan Lampung Rendah, LPS Turun Gunung Lewat Festival 2026: Target Kejar Rata-Rata Nasional

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Literasi Keuangan Lampung Rendah, LPS Turun Gunung Lewat Festival 2026: Target Kejar Rata-Rata Nasional
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • LPS menggelar Lampung Financial Festival 2026 karena tingkat literasi penjaminan simpanan di Lampung (58,5%) di bawah rata-rata nasional (62,5%).
  • Hanya 46,3% masyarakat nasional tahu bahwa penjaminan dilakukan oleh LPS, padahal 62,6% tahu simpanan dijamin โ€“ ada gap besar yang harus ditutup.
  • Festival ini menargetkan 8.500 pengunjung dan akan jadi ajang edukasi, diskusi, serta hiburan, sekaligus persiapan perluasan peran LPS ke sektor asuransi.

Bandar Lampung โ€“ Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tidak main-main dalam mengejar ketertinggalan literasi keuangan masyarakat Lampung. Melalui Lampung Financial Festival 2026, lembaga yang dipimpin Anggito Abimanyu ini menargetkan lompatan signifikan โ€“ bahkan melampaui rata-rata nasional.

Berdasarkan survei internal, tingkat literasi penjaminan simpanan di Lampung baru mencapai 58,5%, sementara secara nasional angka itu sudah 62,5%. "Ini bukan tiba-tiba. Ini program tahunan. Kami adakan financial festival setahun dua kali," tegas Anggito dalam konferensi pers di Novotel Bandar Lampung, Jumat (4/9).

Lebih mencengangkan, kesenjangan antara pengetahuan publik tentang adanya jaminan simpanan dan pemahaman bahwa LPS adalah penjaminnya mencapai 16,3 poin persentase. Secara nasional, 62,6% tahu simpanan dijamin, tetapi hanya 46,3% yang tahu bahwa LPS-lah yang memberi jaminan. "Gap yang tinggi ini harus kita intervensi lebih banyak," ujar Anggito.

Festival yang digelar 5โ€“6 September 2026 ini akan menghadirkan business talks, kelas edukasi, stand-up comedy, hingga konser. Pendaftaran gratis sudah dibuka sejak 18 Agustus. LPS juga berencana memperluas materi edukasi ke sektor asuransi, seiring rencana program penjaminan polis asuransi yang akan dijalankan.

Setelah sukses di Surabaya, Medan, dan Yogyakarta โ€“ dengan pengunjung Yogya tembus 10.000 orang โ€“ kali ini target pengunjung Lampung 8.500 orang. LPS akan melakukan survei pasca-acara melalui lembaga independen untuk mengukur dampak. Harapannya, literasi meningkat, risiko keuangan menurun, dan masyarakat makin gemar menabung.

Analisis Pakar

Angka 58,5% literasi di Lampung bukan sekadar statistik โ€“ ini sinyal alarm bagi stabilitas sistem keuangan regional. Sebagai pakar ekonomi makro, saya melihat intervensi LPS sangat tepat sasaran, namun perlu diingat bahwa festival satu-dua hari saja tidak cukup untuk mengubah perilaku keuangan masyarakat yang mengakar. Literasi bukan sekadar tahu ada jaminan, melainkan paham batas maksimal penjaminan (Rp2 miliar per bank), jenis simpanan yang dilindungi, dan prosedur klaim jika bank gagal. Tanpa pemahaman operasional, edukasi hanya akan menjadi seremoni.

Yang paling mengkhawatirkan adalah gap 16,3% antara pengetahuan umum dan pengetahuan tentang LPS. Ini menunjukkan bahwa komunikasi publik LPS masih lemah dalam membangun brand awareness. Masyarakat tahu uangnya aman, tapi tidak tahu siapa penjaminnya โ€“ kondisi ini rawan ketika terjadi guncangan perbankan, karena nasabah tidak punya pijakan kepercayaan yang jelas. Saya menilai LPS harus menggandeng media massa dan influencer keuangan secara masif, tidak hanya mengandalkan event tahunan.

Ke depan, dengan perluasan peran ke sektor asuransi, LPS menghadapi tantangan lebih berat. Literasi asuransi di Indonesia bahkan lebih rendah daripada perbankan. Jika masyarakat tidak paham polis, premi, dan klaim, maka program penjaminan polis akan sia-sia. Saya mendorong LPS untuk menjadikan Lampung sebagai proyek percontohan edukasi terintegrasi โ€“ tidak hanya festival, tetapi juga kurikulum sekolah, pelatihan UMKM, dan dashboard informasi real-time. Target melampaui rata-rata nasional itu mulia, tetapi KPI-nya harus diukur dengan peningkatan pemahaman praktis, bukan sekadar hafalan.

Terakhir, saya apresiasi keputusan LPS melakukan survei pasca-acara oleh pihak independen. Ini langkah akuntabel. Namun, saya berharap hasil survei tidak hanya menjadi laporan internal, melainkan dipublikasikan secara terbuka agar publik bisa menilai efektivitas anggaran literasi yang mencapai miliaran rupiah. Transparansi akan meningkatkan kredibilitas LPS sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan, sekaligus mendorong percepatan inklusi keuangan bagi 15 juta warga produktif yang masih belum punya rekening.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa itu LPS dan apa fungsi utamanya?
    A: LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) adalah lembaga negara yang menjamin simpanan nasabah di bank umum dan BPR hingga Rp2 miliar per bank per nasabah, serta berperan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
  • Q: Siapa saja yang bisa hadir di Lampung Financial Festival 2026?
    A: Acara ini gratis dan terbuka untuk masyarakat umum, pelaku usaha, akademisi, regulator, dan siapa saja yang ingin meningkatkan literasi keuangan. Pendaftaran dilakukan secara online.
  • Q: Apakah LPS akan menjamin polis asuransi juga?
    A: Saat ini LPS masih dalam tahap persiapan program penjaminan polis asuransi sesuai amanat UU. Edukasi mengenai hal ini mulai disosialisasikan melalui festival dan program literasi lainnya.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ