Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Karhutla Gunung Ungup-Ungup Meluas ke Bondowoso, Kawah Ijen Ditutup: Ancaman Ekonomi Pariwisata & Investasi

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Karhutla Gunung Ungup-Ungup Meluas ke Bondowoso, Kawah Ijen Ditutup: Ancaman Ekonomi Pariwisata & Investasi
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Kebakaran hutan di Gunung Ungup-Ungup meluas ke Kabupaten Bondowoso, membakar sekitar 20 hektare.
  • Kawah Ijen ditutup sementara mulai Jumat (4/9/2026) untuk melindungi wisatawan dari risiko kebakaran.
  • Tim gabungan dari BPBD, BKSDA, dan Perhutani kesulitan memadamkan api karena medan terjal dan licin.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ungup-Ungup, Jawa Timur, terus meluas dan kini telah memasuki wilayah Bondowoso. Peristiwa yang pertama kali dilaporkan pada Kamis (3/9/2026) itu diperkirakan telah menghanguskan area seluas sekitar 20 hektare. Kepulan asap tebal masih terlihat dari kejauhan, memaksa pengelola kawasan wisata alam untuk mengambil langkah antisipatif.

Tim gabungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Banyuwangi, BPBD Bondowoso, BKSDA Wilayah Banyuwangi, dan Perhutani telah dikerahkan untuk melakukan penanganan melalui jalur darat. Namun, medan yang terjal, licin, dan berbahaya menjadi kendala utama bagi petugas untuk mendekati titik-titik api. Kondisi ini memperlambat upaya pemadaman dan meningkatkan kekhawatiran akan perluasan lebih lanjut.

Sebagai langkah mitigasi risiko, Taman Wisata Alam Kawah Ijen yang berada di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso resmi ditutup sementara mulai Jumat (4/9/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan ini berlaku untuk seluruh aktivitas wisata, termasuk pendakian dan wisata blue fire yang menjadi ikon utama kawasan tersebut. Petugas terus memantau pergerakan api di sepanjang jalur pendakian untuk mengantisipasi jika api bergerak mendekati area wisata.

BNPB mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi penutupan serta melaporkan segera jika melihat titik api atau kepulan asap baru. Penanganan karhutla dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel di tengah kondisi topografi yang ekstrem.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat ekonomi makro, saya melihat peristiwa ini bukan sekadar bencana lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi roda ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata dan investasi hijau. Kawah Ijen adalah salah satu destinasi unggulan Jawa Timur yang menyumbang devisa signifikan melalui kunjungan wisatawan mancanegara. Penutupan sementara, meskipun diperlukan, akan memukul pendapatan pelaku usaha lokal—mulai dari pemandu wisata, penginapan, hingga penjual suvenir. Jika kebakaran berlangsung lama, kerugian ekonomi bisa mencapai puluhan miliar rupiah per minggu, belum termasuk biaya pemulihan ekosistem.

Dari sisi investasi, kebakaran berulang di kawasan konservasi seperti ini menimbulkan sinyal negatif bagi investor yang ingin menanamkan modal di sektor ekowisata atau proyek karbon. Indonesia tengah gencar mempromosikan pariwisata berkelanjutan dan perdagangan karbon berbasis alam. Kejadian karhutla yang tidak terkendali dapat merusak kredibilitas komitmen lingkungan kita di mata dunia. Apalagi, jika api disebabkan oleh faktor manusia—baik kelalaian maupun pembakaran lahan ilegal—maka ini menjadi cerminan lemahnya penegakan hukum dan tata kelola lahan yang terintegrasi.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah dampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat dan produktivitas tenaga kerja. Kabut asap dari kebakaran bisa menyebar ke pemukiman padat, memicu gangguan pernapasan dan menurunkan jam kerja efektif. Biaya kesehatan yang muncul akan membebani APBD dan BPJS Kesehatan, mengalihkan anggaran yang seharusnya untuk pembangunan infrastruktur atau bantuan sosial. Pemerintah daerah harus segera menghitung kerugian ekonomi total dan menyiapkan skema pemulihan yang komprehensif, termasuk asuransi kebakaran bagi pelaku wisata dan petani di sekitar kawasan.

Kita juga perlu mengevaluasi kembali strategi pencegahan karhutla di kawasan gunung api. Alih-alih hanya mengandalkan pemadaman reaktif, diperlukan pendekatan berbasis masyarakat, seperti pembuatan sekat bakar, pemberdayaan relawan desa, dan penerapan sanksi tegas bagi pelaku pembakaran. Ini adalah pelajaran berharga bahwa kelestarian alam dan stabilitas ekonomi saling terkait erat. Saya berharap penutupan Kawah Ijen menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola kawasan konservasi, bukan sekadar reaksi sesaat yang berujung pada kerugian berulang setiap musim kemarau.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah Kawah Ijen masih bisa dikunjungi selama kebakaran?
    A: Tidak. Kawah Ijen ditutup sementara mulai 4 September 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan demi keselamatan wisatawan dan memudahkan pemadaman.
  • Q: Berapa luas kebakaran yang terjadi dan apakah sudah teratasi?
    A: Luas kebakaran diperkirakan mencapai 20 hektare dan masih berlanjut. Tim gabungan kesulitan memadamkan karena medan terjal, sehingga penanganan masih berlangsung.
  • Q: Apa penyebab utama kebakaran hutan di Gunung Ungup-Ungup?
    A> Penyebab pasti belum diumumkan, namun biasanya dipicu oleh musim kemarau panjang, aktivitas manusia seperti pembakaran lahan, atau percikan api dari kawah. Investigasi masih dilakukan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸