Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Ledakan dan Kobaran Api di Pabrik Sabun KEK Sei Mangkei Tewaskan 3 Pekerja, Investigasi Masih Berlangsung

KriminalSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ledakan dan Kobaran Api di Pabrik Sabun KEK Sei Mangkei Tewaskan 3 Pekerja, Investigasi Masih Berlangsung
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Kebakaran disertai ledakan terjadi di pabrik PT Evyap Sabun Indonesia di KEK Sei Mangkei, Simalungun, Kamis (3/9) sekitar pukul 10.10 WIB.
  • Tiga pekerja tewas diduga terjatuh dari lantai 6 saat berupaya menyelamatkan diri dari asap dan api; mereka baru bekerja 4 hari.
  • Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, proses pemadaman dengan 13 unit mobil pemadam masih berlangsung hingga berita ini diturunkan.

SIMALUNGUN, Sumut — Kebakaran hebat melanda pabrik sabun milik PT Evyap Sabun Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Nagori Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Kamis (3/9) pukul 10.10 WIB. Peristiwa ini menewaskan tiga orang pekerja dan memicu kepanikan di kawasan industri tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, melalui Kepala Seksi Humas AKP Verry Purba, mengonfirmasi bahwa ketiga korban adalah Nasri Efendi (43), Mhd. Rifaldi (26), dan Sumadi (39), semuanya warga Kabupaten Batubara. Mereka merupakan tenaga helper las dari PT Nirwana Mahanu Putra, vendor konstruksi yang ditunjuk untuk proyek finishing di pabrik tersebut.

"Sumber api diperkirakan muncul dari lantai 3 atau 4, disertai dentuman keras. Saat kejadian, ketiga korban sedang melakukan pekerjaan pengelasan di lantai 6," ujar AKP Verry Purba kepada wartawan. Ia menambahkan, ketiga korban baru bergabung selama empat hari dan diduga terjatuh saat berusaha melompat dari ketinggian untuk menghindari kepungan asap dan api yang merambat naik ke lantai 6.

Upaya penyelamatan sempat dilakukan dengan melarikan korban ke Rumah Sakit Karya Husada Perdagangan, namun nyawa mereka tidak tertolong. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Perdagangan dan telah diambil oleh keluarga untuk dibawa ke rumah duka. Hingga pukul 14.00 WIB, Polres Simalungun melaporkan tidak ada korban tambahan yang masuk ke rumah sakit.

Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi dikerahkan untuk menjinakkan api. Namun hingga berita ini dipublikasikan, proses pemadaman masih berlangsung dan petugas masih menyelidiki titik api serta penyebab ledakan. Suasana di lokasi masih tegang, dengan asap tebal masih membubung dari sisa-sisa bangunan pabrik.

Analisis Pakar

Peristiwa ini menyorok kelalaian serius dalam penerapan keselamatan kerja di lingkungan industri strategis seperti KEK. Fakta bahwa ketiga korban adalah pekerja baru—hanya empat hari bertugas—menunjukkan indikasi lemahnya proses induksi dan pelatihan keselamatan, terutama untuk pekerjaan berisiko tinggi seperti pengelasan di ketinggian. Perusahaan dan vendor seharusnya memastikan bahwa setiap pekerja yang terlibat dalam pekerjaan panas (hot work) telah menguasai prosedur darurat, mengenal jalur evakuasi, dan dilengkapi alat pelindung diri serta peralatan penyelamatan jatuh. Jika tidak, maka kecelakaan seperti ini bukanlah "musibah" semata, melainkan buah dari sistem manajemen risiko yang cacat.

Lebih jauh, ledakan yang terjadi sebelum kebakaran mengisyaratkan adanya akumulasi gas atau bahan kimia mudah terbakar di area pabrik. Ini memicu pertanyaan besar tentang pemeliharaan peralatan, sistem ventilasi, dan deteksi kebocoran di pabrik sabun yang notabene mengolah bahan-bahan kimia berbasis minyak dan alkali. Apakah perusahaan secara rutin mengaudit instalasi dan menyediakan sistem pemadam otomatis? Sejauh mana pengawasan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Pengelola KEK terhadap kepatuhan standar keselamatan? Selama ini, banyak kasus kecelakaan di kawasan industri justru terungkap setelah tragedi, bukan melalui inspeksi preventif.

Keterangan polisi yang menyebut "belum dapat dipastikan penyebabnya" pun patut dikritisi. Dalam insiden besar yang merenggut nyawa, seharusnya tim investigasi teknis dari Pusat Laboratorium Forensik atau Kementerian Perindustrian segera diterjunkan, bukan hanya mengandalkan olah TKP oleh kepolisian. Lambatnya penanganan dan ketidakjelasan kronologi menambah kecurigaan adanya upaya menutup-nutupi kelemahan prosedur. Masyarakat dan keluarga korban berhak atas transparansi penuh, termasuk rekaman CCTV, catatan perawatan mesin, dan laporan inspeksi terakhir.

Terakhir, tragedi ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi melalui KEK tidak boleh mengorbankan nyawa pekerja. Pemerintah daerah dan pusat harus memastikan setiap perusahaan di kawasan strategis memiliki sertifikasi keselamatan yang valid dan dievaluasi secara berkala. Jika perlu, moratorium kegiatan konstruksi di pabrik yang tidak memenuhi standar internasional harus dijatuhkan. Tanpa tindakan tegas, korban jiwa berikutnya hanya tinggal menunggu waktu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apa penyebab kebakaran pabrik sabun di KEK Sei Mangkei?
A: Hingga saat ini, aparat kepolisian masih menyelidiki sumber api. Diduga api pertama kali muncul dari lantai 3 atau 4 disertai ledakan, namun penyebab pastinya belum dapat dipastikan.
Q: Siapa saja korban tewas dalam kebakaran tersebut?
A: Tiga pekerja tewas yaitu Nasri Efendi (43), Mhd. Rifaldi (26), dan Sumadi (39). Mereka adalah helper las dari PT Nirwana Mahanu Putra dan bertugas di lantai 6 pabrik.
Q: Berapa jumlah unit pemadam yang dikerahkan untuk memadamkan api?
A: Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman yang masih berlangsung hingga berita ini diturunkan.
Meow! Tanya Nesi!
😸