Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Bareskrim Ungkap Tiga Situs Judi Online Raup Rp1 Triliun, Lima Tersangka Dibekuk

KriminalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Bareskrim Ungkap Tiga Situs Judi Online Raup Rp1 Triliun, Lima Tersangka Dibekuk
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Bareskrim Polri membongkar tiga situs judi online (1XBET, AJ8KEREN, EMPIRE88) yang beroperasi dari luar negeri dengan keuntungan Rp1,037 triliun per tahun.
  • Lima tersangka ditangkap, termasuk direktur fiktif dan pembuat legalitas perusahaan, sementara otak utama berinisial FP masih buron.
  • Dana Rp51 miliar dibekukan, dan Kominfo diminta untuk memutus akses ke ketiga situs tersebut.

Jakarta, 3 September 2026 – Satuan Tugas Siber Bareskrim Polri kembali mengungkap praktik judi online berskala besar dengan mengamankan tiga platform ternama: 1XBET, AJ8KEREN, dan EMPIRE88. Ketiga situs yang bermarkas di luar negeri ini diketahui meraup keuntungan kotor hingga Rp1,037 triliun hanya dalam kurun waktu Januari–September 2026, atau setara Rp260 miliar per bulan dan Rp8,6 miliar per hari.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim, Brigjen Adex Yudiswan, dalam konferensi pers Kamis (3/9) menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan dari tiga laporan polisi yang masuk sejak pertengahan Juli. "Pusat kendali operasional seluruh website tersebut berada di luar negeri, namun aliran dana dan rekening penampung dikelola melalui perusahaan cangkang di Indonesia," tegasnya.

Polisi menetapkan lima tersangka dengan peran yang terstruktur. Tersangka APU (ditangkap di Semarang) bertindak sebagai pelaksana perintah dari tersangka R dan penghubung ke MAY, yang menjabat sebagai Direktur PT UPT—perusahaan fiktif yang menjadi rekening penampung dana. Sementara itu, tersangka R (ditangkap di Tangerang Selatan) bertugas mencari direktur fiktif dan membuka rekening bank atas nama PT UPT untuk ketiga situs judi tersebut. Tersangka GG (Jakarta Timur) bertanggung jawab membuat seluruh legalitas perusahaan, dan TS (Tangerang Selatan) mengatur transaksi keuangan dari perusahaan fiktif itu. Adex menambahkan bahwa pihaknya masih memburu sosok FP yang diduga sebagai otak utama yang memerintahkan R, GG, dan S.

Selain penangkapan, Bareskrim telah mengajukan permohonan take down kepada Kominfo agar ketiga situs tidak dapat diakses publik. Sebanyak Rp51 miliar dana yang tersimpan di lima jasa pembayaran juga dibekukan. Para tersangka dijerat dengan Pasal 26 ayat (1), Pasal 82, dan Pasal 85 UU No. 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana, serta Pasal 607 dan Pasal 202 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Analisis Pakar

Kasus ini kembali menyoroti celah sistemik dalam pengawasan badan usaha dan transaksi keuangan di Indonesia. Meskipun Bareskrim bergerak cepat, fakta bahwa perusahaan fiktif seperti PT UPT dapat dengan mudah didirikan dan digunakan sebagai rekening penampung dana judi online menunjukkan lemahnya verifikasi legalitas perusahaan oleh instansi terkait, termasuk Kementerian Hukum dan HAM serta perbankan. Tidak sulit bagi sindikat untuk menyewa "direktur fiktif" dan membuat dokumen perusahaan yang sah secara administratif, sementara aktivitas riilnya adalah pencucian uang dan perjudian ilegal.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah pusat kendali yang berada di luar negeri. Selama ini, pemberantasan judi online kerap terhenti pada penangkapan kaki tangan atau pengelola rekening, sementara otak dan server utama tetap kebal hukum karena berada di yurisdiksi asing. Kolaborasi internasional, khususnya dengan negara-negara tempat server berlabuh, menjadi keharusan. Namun hingga kini, tidak ada sinyal kuat bahwa Polri atau Kominfo memiliki perjanjian ekstradisi atau kerja sama teknis yang efektif dengan negara-negara tersebut.

Dari sisi pencegahan, pembekuan dana Rp51 miliar memang langkah signifikan, tetapi angka itu hanya 5% dari total keuntungan tahunan. Artinya, sebagian besar uang hasil judi sudah mengalir ke luar negeri atau berhasil dicuci. Penegakan hukum harus diperluas ke penyedia gerbang pembayaran dan bank yang lalai melakukan due diligence. Selama jasa pembayaran masih menjadi saluran utama setoran dan penarikan judi, maka modus ini akan terus berulang. Regulator perlu mewajibkan pelaku industri keuangan untuk memonitor transaksi mencurigakan secara real time dan melaporkannya tanpa menunggu perintah.

Terakhir, peran Kominfo dalam memutus akses situs judi patut diapresiasi, namun pendekatan take down saja tidak cukup. Situs-situs ini dengan mudah berganti domain atau menggunakan VPN. Dibutuhkan pemblokiran berbasis deep packet inspection dan pembentukan satuan tugas khusus yang melibatkan aparat, bank sentral, dan penyedia layanan internet. Tanpa terobosan regulasi dan teknologi, kita hanya akan terus mengamati kasus serupa dengan pelaku yang sama, hanya berganti wajah perusahaan dan nama situs.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apa saja tiga situs judi online yang dibongkar Bareskrim?
A: Tiga situs tersebut adalah 1XBET, AJ8KEREN, dan EMPIRE88. Ketiganya beroperasi secara nasional dan internasional dengan pusat kendali di luar negeri.

Q: Berapa total keuntungan yang diraup oleh ketiga situs judi ini?
A: Berdasarkan transaksi sistem pembayaran PT UPT, total keuntungan dari Januari hingga September 2026 mencapai Rp1.037.790.052.498, atau sekitar Rp260 miliar per bulan dan Rp8,6 miliar per hari.

Q: Siapa dalang utama di balik kasus ini dan apakah sudah ditangkap?
A: Polisi masih memburu sosok berinisial FP yang diduga sebagai otak utama yang memerintahkan tersangka R, GG, dan S. Kelima tersangka yang sudah ditangkap berperan sebagai pelaksana, pembuat legalitas, dan pengelola keuangan perusahaan fiktif.
Meow! Tanya Nesi!
😸