Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pajero Reborn! Spesifikasi Teknis dan Fitur Canggih Penantang Baru Land Cruiser

OtomotifRaka MahendraRaka MahendraSumber: CNN Otomotif
Raka Mahendra
Raka Mahendra
Jurnalis Otomotif

Pakar modifikasi kendaraan dan tren pasar motor di Asia Tenggara.

Pajero Reborn! Spesifikasi Teknis dan Fitur Canggih Penantang Baru Land Cruiser
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Mitsubishi Pajero generasi terbaru resmi diluncurkan di Thailand dengan mesin diesel 2.4L turbo bertenaga 480 Nm dan transmisi otomatis 8-percepatan.
  • Desain eksterior mengadopsi gaya futuristik dengan dimensi besar (panjang 4.920 mm) serta pilar C yang terinspirasi roll bar generasi pertama.
  • Dilengkapi teknologi keselamatan kelas dunia termasuk Emergency Lane Keeping Assist (ELA) pertama di dunia dan sistem audio premium Yamaha.

Sahabat otomotif, legenda off-road telah bangkit kembali! Mitsubishi Pajero secara resmi meluncur di Thailand pada Rabu (2/9), menandai kembalinya ikon SUV body-on-frame setelah vakum sejak 2021. Kendaraan ini tidak sekadar lahir kembali, melainkan berevolusi menjadi monster modern yang siap menantang dominasi Toyota Land Cruiser di segmen SUV ladder frame premium.

Secara visual, Pajero anyar meninggalkan desain kotak kaku masa lalu demi bahasa desain futuristik khas Mitsubishi terkini. Meski sekilas mengingatkan pada Destinator, dimensinya jauh lebih bongsor dengan panjang 4.920 mm, lebar 1.925 mm, tinggi 1.910 mm, dan wheelbase 2.870 mm. Detail heritage tetap dipertahankan melalui desain pilar C yang merefleksikan roll bar generasi pertama serta motif heksagonal di buritan yang menyiratkan keberadaan ban serep eksternal legendaris.

Masuk ke sektor dapur pacu, Mitsubishi membenamkan mesin diesel 2.4L turbocharger yang mampu memuntahkan torsi puncak 480 Nm. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis 8-percepatan ke sistem penggerak 4WD yang legendaris. Di dalam kabin, kemewahan terasa lewat layar monolitik ganda berukuran 14,3 inci, trim pintu dengan teknik jahitan tradisional Jepang "kimekomi", serta sistem audio besutan Yamaha yang menjanjikan akustik presisi.

Fitur keselamatan menjadi sorotan utama dengan hadirnya Emergency Lane Keeping Assist (ELA) pertama di dunia yang memadukan kamera depan dan radar. Sistem ini bekerja bersama Forward Collision Mitigation (FCM), Accelerator Misapplication Prevention (EAPM), Forward Cross Traffic Alert (FCTA), Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKA), dan Monitor Multi-Around 3D. Produksi dimulai dari Thailand sebelum merambah Jepang, Australia, dan 100 negara lainnya termasuk pasar ASEAN dan Timur Tengah.

Analisis Pakar

Sebagai reviewer yang telah mengikuti evolusi Pajero selama dua dekade, saya melihat peluncuran ini sebagai pernyataan perang teknis yang serius terhadap hegemoni Toyota di segmen SUV ladder frame. Keputusan Mitsubishi mempertahankan mesin 2.4L turbo alih-alih beralih ke hibrida atau V6 bensin menunjukkan komitmen pada durabilitas dan torsi rendah yang esensial untuk penggunaan berat. Torsi 480 Nm mungkin terlihat konservatif dibandingkan rival, namun dalam aplikasi off-road sesungguhnya, karakter delivery torsi mesin 4N16 ini terbukti lebih linear dan mudah dikontrol di medan ekstrem dibanding mesin berkapasitas lebih besar yang cenderung agresif.

Integrasi teknologi ELA pertama di dunia pada platform body-on-frame adalah lompatan signifikan yang sering diremehkan. Tantangan terbesar pada SUV ladder frame adalah mengelola inersia bodi yang tinggi saat manuver darurat; sistem konvensional seringkali terlambat merespons karena karakteristik suspensi yang fleksibel. Dengan menggabungkan input kamera dan radar secara real-time, Mitsubishi mengatasi limitasi fisika chassis konvensional. Ini bukan sekadar gimmick marketing, melainkan solusi engineering cerdas untuk menjembatani kemampuan off-road murni dengan standar keselamatan aktif modern yang semakin ketat.

Dari sisi positioning pasar, Pajero baru ini mengisi celah strategis antara Fortuner/Everest kelas menengah dan Land Cruiser 300 kelas atas. Dimensi wheelbase 2.870 mm memberikan kompromi ideal antara stabilitas on-road dan artikulasi off-road, sementara interior dengan sentuhan kimekomi dan audio Yamaha menaikkan persepsi nilai tanpa mengorbankan utilitas. Namun, tantangan terbesar Mitsubishi bukanlah produk itu sendiri, melainkan membangun kembali kepercayaan konsumen setelah absen lima tahun. Mereka harus membuktikan bahwa rantai pasok suku cadang dan jaringan layanan purna jual siap mendukung ekspansi ke 100 negara, terutama di pasar-pasar terpencil di mana reputasi Pajero dibangun di atas keandalan jangka panjang.

Kritik konstruktif perlu ditujukan pada strategi powertrain tunggal. Di era transisi energi, ketiadaan opsi elektrifikasi—meski minimal mild-hybrid—berisiko membatasi daya tarik Pajero di pasar dengan regulasi emisi ketat seperti Eropa atau Australia pasca-2027. Mitsubishi tampaknya bertaruh penuh pada pasar berkembang dan Timur Tengah di mana diesel masih raja. Strategi ini valid secara bisnis jangka pendek, namun berpotensi membuat Pajero kembali tertinggal ketika gelombang elektrifikasi mencapai segmen SUV berat. Sebagai pecinta otomotif, saya mengapresiasi purisme ini, namun sebagai analis industri, saya khawatir ini bisa menjadi kemenangan piris jika tidak diikuti roadmap elektrifikasi yang jelas dalam 3-5 tahun ke depan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Berapa harga Mitsubishi Pajero terbaru di Indonesia?
A: Harga resmi belum diumumkan untuk pasar Indonesia karena peluncuran perdana dilakukan di Thailand. Estimasi harga akan bergantung pada struktur pajak BBN-KB dan bea masuk untuk kendaraan CBU atau CKD.

Q: Apakah Mitsubishi Pajero baru menggunakan sasis ladder frame?
A: Ya, Pajero generasi terbaru tetap menggunakan konstruksi body-on-frame (ladder frame) yang menjadi ciri khas ketangguhan off-road model ini, berbeda dengan Pajero Sport yang berbasis unibody.

Q: Kapan Mitsubishi Pajero baru tersedia di dealer Indonesia?
A: Belum ada jadwal pasti untuk Indonesia. Peluncuran global dimulai dari Thailand, Jepang, dan Australia terlebih dahulu, kemudian menyusul pasar ASEAN lainnya termasuk Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.

Meow! Tanya Nesi!
😸