LPS Gelar Zumba di Lampung, Dorong Tabungan & Cashless lewat Festival Keuangan
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Ringkasan Singkat
- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengadakan acara Zumba di Bandar Lampung sebagai bagian dari Lampung Financial Festival 2026.
- Acara dipadukan dengan edukasi menabung, penjelasan jaminan simpanan hingga Rp 2 miliar, serta promosi pembayaran cashless bagi UMKM.
- Inisiatif ini menargetkan peningkatan literasi keuangan dan inklusi perbankan di wilayah Sumatra Selatan.
Jakarta, CNBC Indonesia – LPS menggelar sesi Zumba di pusat olahraga Bandar Lampung pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan; ia menjadi platform strategis untuk menanamkan kebiasaan menabung di bank, mengingat LPS menjamin simpanan nasabah hingga Rp 2 miliar.
Jimmy Ardianto, Kepala Kantor Perwakilan LPS 1 Regional Sumatra, menegaskan tujuan utama acara: “Melalui olahraga, kami ingin menyampaikan bahwa menabung di bank aman karena dijamin LPS.” Pernyataan tersebut disampaikan dalam segmen Power Lunch CNBC Indonesia pada Senin, 31 Agustus 2026.
Selain Zumba, LPS mengundang sejumlah UMKM lokal untuk memamerkan produk mereka. Pengunjung dapat bertransaksi secara cashless, sekaligus didorong membuka rekening tabungan. “Kami harap masyarakat tidak hanya berolahraga, tetapi juga langsung mempraktikkan pembayaran digital,” tambah Jimmy.
Peserta seperti Yuyun dan Asna mengaku memperoleh pemahaman baru tentang peran LPS. “Saya jadi yakin uang saya aman sampai Rp 2 miliar,” ujar Yuyun setelah sesi edukasi.
Acara ini merupakan rangkaian utama Lampung Financial Festival 2026, kolaborasi LPS dengan CNBC Indonesia. Festival ini mempertemukan regulator, pembuat kebijakan, pelaku industri, akademisi, dan publik untuk memperkuat literasi keuangan serta inklusi perbankan di Indonesia.
Analisis Pakar
Strategi LPS menggabungkan olahraga dengan edukasi keuangan mencerminkan pendekatan “financial nudging” yang semakin populer. Dengan menempatkan pesan keamanan simpanan di tengah aktivitas fisik, LPS memanfaatkan momen emosional positif yang dapat meningkatkan retensi informasi. Ini penting mengingat tingkat literasi keuangan di Indonesia masih di bawah 40 % menurut OJK.
Penggunaan Zumba sebagai magnet peserta juga menandakan pemahaman LPS terhadap demografi muda di Lampung. Generasi milenial dan Gen‑Z cenderung lebih responsif terhadap pengalaman interaktif dibanding seminar tradisional. Dengan menambahkan elemen cashless pada booth UMKM, LPS tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menguji adopsi teknologi pembayaran secara real‑time.
Dari perspektif makroekonomi, peningkatan tabungan rumah tangga berpotensi memperkuat basis likuiditas perbankan. Bila lebih banyak nasabah membuka rekening dan menempatkan dana di bank, bank dapat menyalurkan kredit lebih luas, mendukung pertumbuhan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Namun, tantangan tetap ada: memastikan bahwa jaminan LPS tidak menimbulkan moral hazard, di mana bank menjadi kurang disiplin karena tahu simpanan dijamin.
Keberhasilan acara ini akan diukur dari dua indikator utama: peningkatan jumlah pembukaan rekening baru di wilayah Sumatra Selatan dan pertumbuhan transaksi cashless di UMKM yang berpartisipasi. Jika data menunjukkan tren positif, model serupa dapat direplikasi di provinsi lain, memperkuat agenda inklusi keuangan nasional.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa batas maksimal simpanan yang dijamin oleh LPS?
A: LPS menjamin setiap rekening hingga Rp 2 miliar per nasabah. - Q: Apakah acara Zumba ini terbuka untuk umum?
A: Ya, semua warga Lampung dapat mengikuti tanpa biaya pendaftaran. - Q: Bagaimana cara UMKM berpartisipasi dalam pembayaran cashless?
A: UMKM dapat mendaftar menjadi merchant digital melalui mitra pembayaran yang disediakan oleh LPS selama festival.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

DJP Klarifikasi: GOTO dan Lazada Bukan Pemungut Pajak Digital, Cakupan SPP-TDLN Masih Terbatas

Bahlil Tutup Akses Ekspor Listrik ke Singapura, Perintahkan Danantara Tolak Lobi

Andalkan Empat Segmen Bisnis, Telkom Rebut Target Laba Bersih Rp14,4 T di Kuartal III 2026
