Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Destry Damayanti Resmi Ganti Perry Warjiyo: Apa Artinya bagi Kebijakan Moneter Indonesia?

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Destry Damayanti Resmi Ganti Perry Warjiyo: Apa Artinya bagi Kebijakan Moneter Indonesia?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Destry Damayanti ditetapkan Gubernur BankIndonesia 2026‑2031 dalam rapat paripurna DPR.
  • Ia menggantikan PerryWarjiyo yang mengundurkan diri pada Juli 2026, dengan tim baru yang meliputi Aida S. Budiman dan Solikin M. Juhro.
  • Pengalaman dua dekade di sektor keuangan, termasuk sebagai Deputi Gubernur Senior BI, memberi harapan stabilitas moneter dan percepatan reformasi kebijakan.

Dalam rapat paripurna DPR Selasa (1/9), Destry Damayanti resmi diangkat menjadi Gubernur BankIndonesia untuk periode 2026‑2031, menggantikan PerryWarjiyo yang mengundurkan diri pada 25 Juli 2026. Penetapan ini mengikuti uji kelayakan dan fit‑and‑proper test yang diselesaikan Komisi XI DPR pada 26 Agustus 2026. Ketua DPR Puan Maharani menanyakan persetujuan hasil tes tersebut, dan mayoritas anggota DPR menyetujui.

Destry, perempuan kelahiran Jakarta (16 Desember 1963), menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan meraih MSc di bidang Regional Science dari Cornell University, AS. Kariernya melintasi sektor publik dan swasta: dari Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris (2000‑2003), peneliti di UI, Kepala Ekonom di Mandiri Sekuritas (2005‑2011) dan Bank Mandiri (2011‑2015), hingga memimpin Satuan Tugas Ekonomi di Kementerian BUMN (2014‑2015). Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) (2015‑2019) sebelum ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 2019, posisi yang ia pertahankan hingga kini.

Pelantikan resmi Destry bersama Deputi Gubernur Senior Aida S. Budiman dan Deputi Gubernur Solikin M. Juhro dijadwalkan di Mahkamah Agung pada Rabu (2/9). Dengan latar belakang yang kuat di kebijakan makroekonomi, pasar keuangan, dan pengawasan sistem keuangan, Destry diharapkan dapat menavigasi tantangan inflasi, nilai tukar, serta agenda digitalisasi rupiah.

Analisis Pakar

Penunjukan Destry Damayanti menandai titik balik penting bagi kebijakan moneter Indonesia. Selama dua dekade berkarier, ia telah terbukti mampu menjembatani kepentingan regulator, perbankan, dan pasar modal. Keahlian lintas sektornya memberi keunggulan dalam mengintegrasikan kebijakan suku bunga dengan reformasi struktural, terutama dalam rangka menurunkan inflasi inti yang masih berada di atas target Bank Indonesia.

Berbeda dengan pendahulunya yang lebih berfokus pada stabilitas nilai tukar, Destry diperkirakan akan menekankan koordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk memperkuat fiskal‑moneter synergy. Ini penting mengingat defisit anggaran yang masih tinggi dan kebutuhan pembiayaan infrastruktur. Kebijakan yang lebih terkoordinasi dapat menurunkan tekanan pada rupiah tanpa harus mengorbankan pertumbuhan.

Selain itu, pengalaman Destry di LPS dan pasar modal memberi sinyal bahwa regulasi keuangan akan menjadi agenda prioritas. Kita dapat mengantisipasi pengetatan pengawasan terhadap lembaga keuangan non‑bank dan peningkatan standar likuiditas, yang pada gilirannya memperkuat ketahanan sistem keuangan menghadapi gejolak eksternal.

Terakhir, agenda digitalisasi rupiah dan fintech akan mendapat dorongan. Destry pernah memimpin tim ekonomi di BUMN, yang mengerti tantangan transformasi digital di sektor publik. Kita dapat mengharapkan percepatan pilot mata uang digital bank sentral (CBDC) serta regulasi yang lebih adaptif untuk inovasi fintech, yang pada akhirnya meningkatkan inklusi keuangan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Kapan Destry Damayanti resmi dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia?
    A: Pelantikan dijadwalkan pada Rabu, 2 September 2026 di Mahkamah Agung.
  • Q: Siapa yang akan menjadi Deputi Gubernur di bawah kepemimpinan Destry?
    A: Aida S. Budiman akan menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior, sementara Solikin M. Juhro akan menjadi Deputi Gubernur.
  • Q: Apa tantangan utama yang akan dihadapi Destry sebagai Gubernur BI?
    A: Menurunkan inflasi ke target, menjaga stabilitas nilai tukar, memperkuat regulasi keuangan, dan mempercepat agenda digitalisasi rupiah.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸