BNI Luncurkan Sukuk Ritel SR025 lewat Aplikasi wondr: Kupon 6,8‑6,9% + Cashback Rp15 Juta
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Ringkasan Singkat
- BNI membuka penjualan Sukuk Ritel SR025 melalui aplikasi wondr dengan imbal hasil tetap 6,8% (3 tahun) atau 6,9% (5 tahun).
- Investasi mulai dari Rp1 juta, batas maksimal Rp5 miliar (SR025T3) atau Rp10 miliar (SR025T5); ada program cashback hingga Rp15 juta bagi pembeli fresh fund.
- SR025 dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah 11 Oktober 2026, dengan pajak imbal hasil 10% dan pembayaran kupon bulanan.
BNI menegaskan komitmen digitalisasi layanan keuangan dengan menyalurkan Sukuk Ritel SR025 melalui platform wondr. Dua seri yang ditawarkan, SR025T3 (tenor 3 tahun, 6,8% p.a.) dan SR025T5 (tenor 5 tahun, 6,9% p.a.), menjadi satu‑satunya SBN ritel tradable yang akan diterbitkan pemerintah pada 2026.
Penawaran dibuka 21 Agustus – 16 September 2026. Investor dapat memesan secara digital tanpa harus mengunjungi cabang, memilih seri, dan menentukan nominal dalam kelipatan Rp1 juta. Kupon dibayarkan tiap bulan mulai 10 Oktober 2026, dengan holding period hingga 10 Oktober 2026 sebelum dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
Untuk menarik aliran dana segar, BNI menawarkan cashback hingga Rp15 juta bagi nasabah yang menggunakan dana fresh fund. Cashback terbagi dalam dua fase: Early Bird (21‑31 Agustus) dan Non‑Early Bird (1‑16 September). Syarat dan ketentuan lengkap tersedia di aplikasi.
Analisis Pakar
Sebagai pakar ekonomi makro, saya melihat SR025 sebagai instrumen strategis dalam dua dimensi: pembiayaan fiskal dan diversifikasi portofolio ritel. Dari sisi fiskal, pemerintah memanfaatkan SBN ritel tradable untuk menyalurkan kebutuhan pembiayaan jangka menengah‑panjang tanpa menambah beban utang luar negeri. Imbal hasil 6,8‑6,9% berada di atas rata‑rata obligasi korporasi AAA domestik, namun masih kompetitif bila dibandingkan dengan deposito berjangka yang kini berada di kisaran 5,5%.
Untuk investor ritel, SR025 menawarkan kombinasi keamanan (garansi pemerintah) dan likuiditas (pasar sekunder). Namun, penting untuk menilai risiko suku bunga. Karena kupon tetap, harga pasar SR025 akan berfluktuasi seiring pergerakan suku bunga acuan. Investor yang menahan hingga jatuh tempo akan menerima nilai nominal penuh, tetapi yang ingin likuiditas sebelum jatuh tempo harus siap menanggung potensi capital loss.
Program cashback Rp15 juta merupakan taktik pemasaran yang cerdas untuk mengakselerasi akumulasi dana segar, terutama di tengah persaingan fintech. Namun, nasabah harus memperhatikan bahwa cashback tidak mengubah profil risiko investasi; ia hanya menambah return total secara satu‑kali. Oleh karena itu, edukasi tentang penggunaan dana cashback (misalnya reinvestasi atau pelunasan hutang) menjadi krusial.
Secara makro, peningkatan partisipasi publik dalam SBN ritel dapat memperkuat basis pembiayaan domestik, mengurangi ketergantungan pada pasar internasional, dan menstabilkan neraca pembayaran. BNI, dengan ekosistem digitalnya, berada pada posisi yang tepat untuk menjadi jembatan antara kebijakan fiskal dan kebutuhan investasi rumah tangga.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Bagaimana cara membeli SR025 melalui wondr?
A: Buka aplikasi wondr, pilih menu Investasi → Sukuk Ritel → SR025, tentukan seri (T3 atau T5) dan nominal (kelipatan Rp1 juta), lalu konfirmasi pemesanan. - Q: Apakah kupon SR025 dikenakan pajak?
A: Ya, pajak final atas imbal hasil sebesar 10% dipotong otomatis sebelum pembayaran kupon. - Q: Kapan saya bisa menjual SR025 di pasar sekunder?
A: Setelah holding period berakhir pada 10 Oktober 2026, SR025 dapat diperdagangkan mulai 11 Oktober 2026 melalui platform sekuritas yang mendukung SBN ritel.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Kementerian UMKM dan BEI Akselerasi 200 UKM Menuju Pasar Modal Lewat Go Public Academy

Kementerian UMKM Ingatkan UKM Jangan Buru-Buru IPO: Kesiapan Tata Kelola Jadi Kunci Utama

Laba Bersih Phapros Melonjak 311,58 Persen, Didukung Efisiensi Operasional dan Penguatan Margin EBITDA
