Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Taktik Politik Ketakutan: Mengapa Netanyahu Pajang Wajah 4 Musuh Terbesar Israel Jelang Pemilu?

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Taktik Politik Ketakutan: Mengapa Netanyahu Pajang Wajah 4 Musuh Terbesar Israel Jelang Pemilu?
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu memasang baliho raksasa yang menampilkan wajah empat tokoh yang dianggap sebagai musuh utama Israel.
  • Langkah ini dinilai sebagai strategi kampanye politik untuk mengonsolidasikan basis suara sayap kanan menjelang pemilu yang krusial.
  • Penggunaan narasi ancaman keamanan eksternal kembali menjadi instrumen utama Netanyahu dalam mempertahankan kekuasaan di tengah polarisasi domestik.

Ringkasan Singkat

  • Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu memasang baliho raksasa yang menampilkan wajah empat tokoh yang dianggap sebagai musuh utama Israel.
  • Langkah ini dinilai sebagai strategi kampanye politik untuk mengonsolidasikan basis suara sayap kanan menjelang pemilu yang krusial.
  • Penggunaan narasi ancaman keamanan eksternal kembali menjadi instrumen utama Netanyahu dalam mempertahankan kekuasaan di tengah polarisasi domestik.

Jelang pemilihan umum yang krusial di Israel, tensi politik domestik kembali memanas dengan peluncuran kampanye visual yang kontroversial oleh Partai Likud. Partai yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ini memasang sebuah baliho raksasa di pusat kota yang memajang wajah empat tokoh yang selama ini diidentifikasi sebagai musuh utama negara tersebut.

Langkah taktis ini memicu perdebatan sengit di kalangan publik dan pengamat politik internasional. Baliho tersebut menampilkan figur-figur kunci dari poros perlawanan regional, termasuk para pemimpin dari Iran dan faksi-faksi militan di Timur Tengah. Dengan menonjolkan wajah-wajah ini, Partai Likud tampaknya ingin mengirimkan pesan tegas kepada para pemilih mengenai siapa yang paling kompeten dalam menjaga keamanan nasional.

Dalam lanskap politik Israel yang sangat terpolarisasi, isu keamanan selalu menjadi komoditas politik yang paling bernilai. Kampanye ini secara langsung mengaitkan kelangsungan hidup negara dengan kepemimpinan Netanyahu, memosisikan dirinya sebagai satu-satunya benteng pertahanan yang mampu menghadapi ancaman dari luar. Strategi ini bukanlah hal baru bagi Netanyahu, yang telah lama dikenal sebagai maestro dalam memanfaatkan geopolitik regional untuk kepentingan elektoral domestik.

Analisis Pakar

Dari perspektif hubungan internasional dan sosiologi politik, langkah Netanyahu memajang wajah musuh-musuh Israel adalah manifestasi klasik dari strategi securitization (sekuritisasi). Dengan mengangkat isu ancaman eksistensial ke permukaan, Netanyahu berusaha mengalihkan perhatian publik dari isu-isu domestik yang sensitif, seperti krisis ekonomi, reformasi peradilan yang kontroversial, atau tuduhan korupsi yang membayangi dirinya. Dalam politik elektoral, menciptakan musuh bersama (the 'Other') adalah cara paling efektif untuk menyatukan masyarakat yang terpecah di bawah satu bendera kepemimpinan yang kuat.

Secara geopolitik, baliho ini juga mencerminkan dinamika 'Poros Perlawanan' di Timur Tengah. Tokoh-tokoh yang ditampilkan—yang mewakili kepemimpinan Iran, Hizbullah, dan faksi-faksi perlawanan lainnya—bukan sekadar simbol kampanye, melainkan representasi dari konflik proksi yang nyata. Dengan mempersonifikasi ancaman ini dalam bentuk wajah-wajah spesifik, Likud menyederhanakan kompleksitas geopolitik regional menjadi narasi hitam-putih yang mudah dicerna oleh pemilih awam: 'pilih kami untuk keamanan, atau pilih oposisi dan biarkan musuh-musuh ini menang.'

Strategi ini juga secara tidak langsung menyudutkan oposisi politik di Israel. Oposisi sering kali dituduh 'lemah' atau 'terlalu berkompromi' terhadap ancaman keamanan. Dengan menaikkan taruhan politik ke tingkat eksistensial, Netanyahu memaksa lawan-lawan politiknya untuk bermain di lapangan yang ia kuasai, yaitu narasi militeristik dan pertahanan. Hal ini mempersempit ruang bagi oposisi untuk mendiskusikan isu-isu kesejahteraan sosial atau perdamaian, yang biasanya menjadi titik lemah koalisi sayap kanan.

Namun, taktik politik ketakutan (politics of fear) ini membawa risiko jangka panjang yang besar bagi stabilitas internal Israel. Polarisasi yang terus-menerus dipupuk demi kemenangan pemilu jangka pendek dapat mengikis kohesi sosial masyarakat Israel sendiri. Ketika ketakutan dijadikan bahan bakar utama dalam berpolitik, ruang untuk diplomasi dan resolusi konflik yang damai di tingkat regional akan semakin tertutup, mengunci kawasan Timur Tengah dalam siklus ketegangan yang tiada akhir.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Siapa saja tokoh yang dipajang dalam baliho kampanye Partai Likud tersebut?
A: Baliho tersebut menampilkan tokoh-tokoh kunci yang dianggap sebagai ancaman keamanan utama bagi Israel, termasuk para pemimpin dari Iran, Hizbullah, dan faksi militan regional lainnya.

Q: Apa tujuan utama Benjamin Netanyahu menggunakan strategi kampanye visual ini?
A: Tujuan utamanya adalah untuk mengonsolidasikan suara pemilih sayap kanan dengan memanfaatkan isu keamanan nasional dan memosisikan dirinya sebagai satu-satunya pemimpin yang mampu melindungi Israel dari ancaman luar.

Q: Bagaimana dampak strategi ini terhadap lanskap politik domestik Israel?
A: Strategi ini memperdalam polarisasi domestik, mengalihkan fokus debat publik dari isu-isu domestik ke isu keamanan, serta menyudutkan oposisi yang sering dituduh kurang tegas dalam isu pertahanan.

Meow! Tanya Nesi!
😸