Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Muktamar Ke‑35 NU Siap Digelar Tanpa Celah: Digitalisasi Registrasi dan Pengamanan Ketat di Jombang

AgamaSiti AisyahSiti AisyahSumber: CNN Nasional
Siti Aisyah
Siti Aisyah
Pemerhati Keluarga

Fokus pada panduan keluarga islami, doa sehari-hari, dan nilai-nilai keagamaan.

Muktamar Ke‑35 NU Siap Digelar Tanpa Celah: Digitalisasi Registrasi dan Pengamanan Ketat di Jombang
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Pengurus Besar KH Yahya Cholil Staquf memeriksa kesiapan arena Muktamar ke‑35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum dan menegaskan tidak ada penyusup.
  • Panitia menguji sistem registrasi berbasis barcode yang dijalankan oleh Saifullah Yusuf, menjamin verifikasi cepat dan menutup celah keamanan.
  • Pengamanan mikrofon, penggunaan pengeras suara, serta protokol medis dan akomodasi disiapkan dalam 50 hari, menyiapkan Muktamar pertama NU di abad kedua.

Jombang, 26 Agustus 2024 – Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) melakukan inspeksi lapangan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, menjelang pembukaan Muktamar Ke‑35 Nahdlatul Ulama. Kunjungan itu tidak sekadar seremonial; Gus Yahya menyoroti dua aspek teknis yang dianggap krusial: visualisasi persidangan melalui layar besar dan disiplin penggunaan mikrofon. "Setiap peserta hanya boleh memegang mic bila dipersilakan pimpinan sidang," tegasnya, menyingkirkan potensi debat liar yang dapat mengganggu jalannya musyawarah.

Sebelum meninjau arena, Gus Yahya menyempatkan diri sowan ke Ndalem Kasepuhan KH Chasbullah. Dalam percakapan santai, ia menegaskan bahwa restu pendiri NU, KH A. Wahab Chasbullah, menjadi “wasiat” utama bagi kelancaran Muktamar. "Kalau Mbah Wahab yang mendampingi, tidak mungkin rusuh," ujarnya sambil mengingat kelakar almarhum KH Amanullah tentang dinamika warga Jombang.

Di balik panggung, panitia inti yang dipimpin Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Prof. Mohammad Nuh dan Agus Gudfan Arief melakukan simulasi registrasi digital. Sistem baru mengandalkan barcode yang terhubung ke basis data tunggal, menjamin verifikasi peserta dalam hitungan detik dan menutup celah bagi peserta ilegal atau pengganti. "Jika semua pihak disiplin, tidak akan ada antrean panjang. Semua berjalan nyaman dan presisi," kata Gus Ipul.

Selain pendaftaran, panitia juga menyiapkan infrastruktur medis, akomodasi, serta protokol keamanan mikrofon. Seluruh persiapan selesai dalam 50 hari, sebuah pencapaian yang dipuji Gus Ipul sebagai bukti kerja cepat dan cermat tim sekretariat serta keluarga besar Ponpes Bahrul Ulum.

Muktamar Ke‑35 ini menandai masuknya NU ke abad kedua, menuntut keputusan strategis yang relevan, membumi, dan menegakkan tata kelola organisasi. Harapan utama adalah agar para muktamirin dapat fokus pada gagasan substantif, bukan pada masalah logistik atau keamanan.

Analisis Pakar

Secara struktural, digitalisasi registrasi yang diterapkan panitia Muktamar Ke‑35 merupakan langkah progresif yang seharusnya menjadi standar bagi organisasi keagamaan berskala nasional. Penggunaan barcode tidak hanya mempercepat proses verifikasi, tetapi juga berfungsi sebagai filter keamanan yang dapat meminimalisir infiltrasi pihak tak diundang. Namun, keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada integritas data yang dimasukkan pada tahap awal. Jika basis data tidak terjaga keakuratannya, risiko duplikasi atau manipulasi tetap mengintai.

Pengawasan mikrofon yang ketat, meski tampak sederhana, mencerminkan upaya mengendalikan dinamika diskusi yang selama ini kerap memanas dalam forum-forum besar NU. Kebijakan “mic only when invited” dapat menurunkan potensi debat liar, namun juga berpotensi mengekang kebebasan berpendapat jika tidak diimbangi dengan prosedur yang transparan. Panitia harus memastikan bahwa keputusan siapa yang berhak berbicara tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik internal.

Di sisi lain, kehadiran tokoh senior seperti KH Yahya Cholil Staquf dan Gus Ipul memberikan legitimasi politik yang kuat, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan antara otoritas tradisional dan inovasi modern. Apakah keputusan strategis yang dihasilkan Muktamar akan mencerminkan aspirasi generasi muda NU atau tetap terpusat pada kepentingan elite? Ini menjadi tantangan utama bagi NU untuk tetap relevan di era digital.

Terakhir, persiapan infrastruktur dalam waktu 50 hari menandakan efisiensi operasional yang patut diacungi jempol. Namun, kecepatan tidak boleh mengorbankan kualitas, terutama dalam aspek keamanan medis dan penanganan darurat. Mengingat skala peserta yang diproyeksikan mencapai puluhan ribu, kesiapan tim medis dan protokol kesehatan harus diuji secara real‑time sebelum hari H.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Bagaimana cara peserta mendaftar secara digital untuk Muktamar Ke‑35?
    A: Peserta mengisi formulir online, menerima barcode unik, dan menampilkan barcode tersebut saat registrasi di lokasi.
  • Q: Apa saja langkah pengamanan yang diterapkan untuk mencegah penyusup?
    A: Panitia mengunci Daftar Peserta Tetap (DPT), menggunakan verifikasi barcode, serta menegakkan aturan penggunaan mikrofon dan pengeras suara.
  • Q: Siapa saja tokoh utama yang memimpin persiapan Muktamar?
    A: Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Prof. Mohammad Nuh (Sekretaris Steering Committee), dan Agus Gudfan Arief (Bendahara Umum).

BERITA TERKAIT (Agama)

Meow! Tanya Nesi!
😸