Sukhoi Tergelincir di Lanud Sultan Hasanuddin, Asap Membubung, Penerbangan Tetap Lancar – Apa Penyebabnya?

Ringkasan Singkat
- Pesawat tempur Sukhoi tergelincir di landasan pacu Lanud Sultan Hasanuddin, menimbulkan asap dan kepanikan.
- Petugas TNI AU mengevakuasi lokasi, mengamankan area, dan memastikan penerbangan tetap berjalan.
- Insiden tidak mengganggu operasi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, namun menimbulkan pertanyaan soal prosedur keselamatan.
Pada Senin (24/8), sebuah pesawat tempur buatan Rusia Sukhoi mengalami selip di landasan pacu barat (runway 13) Lanud Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Saksi mata, seorang pengendara motor bernama Imam Tama, melaporkan bahwa pesawat keluar jalur, mengeluarkan kepulan asap tebal dari bagian belakang, dan memicu kehadiran mobil pemadam kebakaran yang langsung memadamkan percikan api yang membakar rumput di sekitarnya.
Menurut Imam, lalu lintas kendaraan terhenti hampir satu kilometer karena kepanikan warga yang berusaha merekam kejadian. Sementara itu, personel TNI AU segera mengamankan zona, menutup akses publik, dan memasang vinil pengaman di pagar pembatas landasan. Kapanud Sultan Hasanuddin, Letkol Sus Yudha Pramono, mengonfirmasi bahwa pesawat memang tergelincir, namun belum memberikan penjelasan teknis mengenai penyebabnya.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan pesawat berhenti di dekat pagar pembatas, sementara tim pemadam kebakaran berusaha memadamkan api kecil. Meskipun insiden menimbulkan kepanikan, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tetap melayani penerbangan komersial dengan menggunakan landasan pacu utara‑selatan (runway 03‑21). Kepala Bagian Komunikasi & CSR Bandara, Taufan Yudhistira, menegaskan bahwa operasional penerbangan tidak terganggu dan penanganan insiden masih berlangsung.
Analisis Pakar
Insiden ini mengungkap celah prosedural yang selama ini dianggap remeh oleh otoritas militer dan sipil. Pertama, fakta bahwa pesawat tempur dapat keluar jalur pada fase pendaratan atau taksi menandakan potensi kegagalan pada sistem pengereman atau prosedur pilot yang belum teruji secara memadai di landasan yang berbagi fasilitas dengan bandara sipil. Kedua, respons cepat pemadam kebakaran memang memadamkan api, namun tidak ada laporan resmi tentang inspeksi teknis menyeluruh terhadap pesawat atau evaluasi kerusakan pada infrastruktur landasan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas.
Selanjutnya, penanganan media sosial menjadi sorotan. Meskipun pihak militer berusaha membatasi akses warga untuk merekam, rekaman warga tetap menyebar luas, menandakan bahwa kontrol informasi di era digital sudah tidak dapat dipaksakan lagi. Keterbukaan data investigasi seharusnya menjadi prioritas, bukan sekadar menutup akses fisik. Tanpa penjelasan yang jelas, publik akan terus menebak‑tebakan, yang pada gilirannya menurunkan kepercayaan terhadap institusi pertahanan.
Terakhir, dampak operasional bandara sipil harus dipertimbangkan secara holistik. Meskipun penerbangan komersial tidak terganggu, potensi risiko bagi maskapai dan penumpang tetap ada bila prosedur keamanan tidak ditinjau kembali. Koordinasi antara TNI AU dan otoritas bandara harus ditingkatkan, termasuk audit bersama terhadap prosedur darurat, penempatan peralatan pemadam, serta pelatihan lintas‑fungsi. Tanpa langkah konkret, insiden serupa dapat terulang dengan konsekuensi yang jauh lebih fatal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa penyebab pesawat Sukhoi tergelincir di Lanud Sultan Hasanuddin?
A: Hingga kini belum ada penjelasan resmi; penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi faktor teknis atau human error. - Q: Apakah penerbangan komersial di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terpengaruh?
A: Tidak. Bandara tetap menggunakan landasan pacu utara‑selatan (runway 03‑21) dan tidak ada penundaan jadwal penerbangan. - Q: Siapa yang bertanggung jawab atas penanganan insiden ini?
A: Kapanud Lanud, Letkol Sus Yudha Pramono, bersama personel TNI AU dan tim pemadam kebakaran setempat menangani evakuasi dan pemadaman.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Pramono Anung Pastikan DKI Ikuti Keputusan Pusat Soal Konser Andrea Bocelli 2026

Menekraf Percepat Aktivasi 80 Desa Kreatif dengan Fokus pada Talenta Akar Rumput

KemenPPPA Gelar Festival Anak Bermain di GBK untuk Kurangi Screen Time Anak
