Pertamina Ganda Stok BBM di NTT: 200 Ribu Liter Pertalite Masuk, Avtur Siap Penuhi Lonjakan Bandara Komodo

Ringkasan Singkat
- Kapalan MT Musi mengirim 200.000 liter Pertalite ke Fuel Terminal (FT) Reo, NTT.
- Stok terminal kini 500.000 liter, dengan 300.000 liter masih tersisa setelah pembongkaran.
- Hari bersamaan, MT Kilian akan tiba dengan 500.000 liter Avtur untuk Bandara Komodo menjelang musim wisata puncak.
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina Patra Niaga memperkuat rantai pasokan bahan bakar di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa 15 Agustus. Pada Senin (24/8), kapal MT Musi berlabuh di dermaga Fuel Terminal (FT) Reo, menurunkan 200.000 liter Pertalite untuk menambah cadangan energi di wilayah Manggarai Raya.
Menurut Kitty Andhora, Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, MT Musi merupakan kapal keempat yang mengisi kembali terminal sejak 18 Agustus. “Kami menurunkan muatan sesuai safe capacity terminal – 200.000 liter, meninggalkan 300.000 liter di dalam tangki yang berkapasitas total 500.000 liter,” ujarnya dalam siaran pers.
Setelah proses bongkar, kapal akan melanjutkan ke Fuel Terminal Waingapu untuk mengisi kembali stok di wilayah timur. BBM yang baru tiba akan didistribusikan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan sebagian Manggarai Timur. Total aliran BBM sejak gempa mencapai sekitar 2 juta liter, mencakup Pertamax, Pertalite, Biosolar, dan Avtur.
Distribusi darat di Manggarai Timur sempat terhambat karena jalan rusak. Tim logistik FT Reo mengadopsi taktik “melangsir” – memindahkan BBM ke drum, mengangkutnya lewat jalur alternatif, lalu kembali ke truk tangki 8.000 liter pada hari berikutnya. “Strategi ini memastikan SPBU tetap terlayani tanpa menimbulkan antrean panjang,” jelas Kitty.
Pada hari yang sama, kapal MT Kilian dijadwalkan tiba dengan 500.000 liter Avtur. Pasokan ini ditujukan untuk Bandara Komodo di Labuan Bajo, yang kini menghadapi lonjakan permintaan akibat operasi pascabencana dan musim wisata puncak. Avtur akan langsung dikirim ke DPPU Komodo untuk mendukung operasional maskapai.
Kitty menegaskan bahwa pasokan BBM di NTT telah kembali normal. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan menghindari pembelian berlebihan yang dapat mengganggu evakuasi darurat. “Stok di FT Reo sudah pulih, layanan SPBU berjalan lancar,” tuturnya.
Analisis Pakar
Masuknya 200.000 liter Pertalite dan 500.000 liter Avtur dalam satu hari menandakan strategi mitigasi pasokan yang sangat terkoordinasi antara unit logistik Pertamina dan otoritas daerah. Dari perspektif bisnis, hal ini memperkuat posisi Pertamina sebagai “single source of truth” dalam rantai energi kritis, khususnya di wilayah rawan bencana. Kecepatan respon tidak hanya melindungi konsumen akhir, tetapi juga menstabilkan harga pasar regional yang rawan volatilitas pasca‑gempa.
Langkah “melangsir” BBM ke drum dan penggunaan truk 8.000 liter menunjukkan fleksibilitas operasional yang penting untuk mengatasi infrastruktur rusak. Ini memberi sinyal kepada investor bahwa Pertamina memiliki kapasitas adaptasi logistik yang dapat di‑scale‑up bila terjadi gangguan serupa di wilayah lain, misalnya di Pulau Jawa atau Sumatera. Model ini dapat dijadikan blueprint bagi perusahaan energi lain dalam mengelola risiko rantai pasokan.
Pasokan Avtur ke Bandara Komodo juga memiliki implikasi ekonomi yang lebih luas. Dengan meningkatnya penerbangan wisata, permintaan bahan bakar penerbangan akan terus naik, membuka peluang bagi upstream dan downstream pemain lokal untuk mengembangkan fasilitas penyimpanan dan distribusi khusus aviasi. Pertamina, dengan jaringan terminalnya, berada pada posisi strategis untuk mengamankan pangsa pasar avtur di kawasan Indo‑Pasifik.
Namun, tantangan tetap ada. Ketergantungan pada satu terminal (FT Reo) dapat menjadi titik lemah bila terjadi gangguan lanjutan. Diversifikasi lokasi penyimpanan, investasi pada infrastruktur jalan, serta digitalisasi monitoring stok secara real‑time akan menjadi kunci untuk meningkatkan resilien sistem energi NTT ke depannya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa total volume BBM yang sudah didistribusikan Pertamina ke NTT sejak gempa 15 Agustus?
A: Sekitar 2 juta liter, meliputi Pertamax, Pertalite, Biosolar, dan Avtur. - Q: Mengapa Pertamina harus mengirim BBM dalam drum sebelum kembali ke truk?
A: Jalan rusak menghalangi akses truk besar; drum memungkinkan transportasi lewat jalur sempit atau jembatan sementara. - Q: Apa dampak pasokan Avtur tambahan bagi Bandara Komodo?
A: Menjamin kelancaran operasional maskapai selama musim wisata puncak dan meningkatkan kepercayaan investor pada sektor aviasi regional.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

OJK Sanksi Aurora Asset Management Rp2,57 Miliar dan Bubarkan Lima Reksa Dana

ACES Raih Rp6,9 Triliun 9 Bulan, Skor Tata Kelola Naik ke Level 'Very Good'

Di Tengah Eskalasi Perang Arab, Laba Saudi Aramco Melonjak 34,6% di Kuartal III-2026
