Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BRIN Siapkan Roket Dua Tingkat, Uji Terbang 2029: Roadmap Kemandirian Antariksa Indonesia

TeknologiReza AdityaReza AdityaSumber: CNN Teknologi
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

BRIN Siapkan Roket Dua Tingkat, Uji Terbang 2029: Roadmap Kemandirian Antariksa Indonesia
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • BRIN menargetkan uji terbang roket dua tingkat pada 2029, dengan fase separasi siap 2027.
  • Motor roket RX 450 berjangkauan 100 km sedang dikembangkan berkat dana PRIS.
  • Pembangunan Bandar Antariksa dijadwalkan selesai desain dasar 2026, didukung dua investor strategis.

BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) kini memusatkan energi pada riset roket dua tingkat yang dijadwalkan terbang pada 2029. Tim riset, dipimpin oleh Kepala Arif Nur Hakim, tengah menyelesaikan desain keseluruhan, sistem separasi, serta motor RX 450 yang diharapkan dapat menembus ketinggian 100 km.

Program Riset Invitasi Strategis (PRIS) menjadi tulang punggung pendanaan, memungkinkan peneliti fokus pada teknologi kunci tanpa harus terhambat birokrasi. Menurut Arif, roadmap yang terstruktur mulai dari desain konseptual, Critical Design Review (CDR), hingga uji statis motor, akan menghasilkan sistem separasi yang siap diuji pada 2027.

Setelah fase separasi, 2028 akan menjadi tahun percobaan terbang tingkat pertama dan kedua secara terpisah, sebagai “dress rehearsal” sebelum integrasi penuh pada 2029. Keberhasilan ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi kemandirian teknologi roket nasional.

Di samping roket, Bandar Antariksa juga berada dalam jalur percepatan. BRIN telah menandatangani nota kesepahaman dengan dua investor strategis—satu fokus pada roket besar, satu lagi pada roket kecil. Desain dasar bandar dijadwalkan selesai 2026, dengan pembangunan infrastruktur dasar dimulai 2027 bersamaan dengan finalisasi regulasi dan kerja sama internasional.

Analisis Pakar

Sebagai seorang tech‑reviewer, saya melihat inisiatif ini sebagai langkah paling ambisius Indonesia dalam dekade terakhir. Pengembangan roket dua tingkat bukan sekadar proyek “show‑off”; ia menuntut integrasi sistem avionik, propulsi, dan material komposit yang biasanya hanya dimiliki oleh negara dengan industri antariksa mapan. Ketersediaan dana PRIS memang memberi napas, namun tantangan utama tetap pada kemampuan manufaktur dalam skala tinggi dan pengujian berulang yang memerlukan fasilitas uji yang masih terbatas di tanah air.

Motor RX 450 dengan jangkauan 100 km menandakan transisi dari roket sub‑orbital ke level yang dapat mendukung misi ilmiah mikrogravitasi. Jika performa motor ini dapat dipertahankan dalam uji statis dan dinamis, Indonesia berpotensi membuka pasar peluncuran mikro‑satelit regional, mengurangi ketergantungan pada layanan luar negeri yang mahal.

Namun, keberhasilan teknis harus diimbangi dengan ekosistem regulasi yang adaptif. Proses perizinan peluncuran, koordinasi frekuensi radio, serta standar keselamatan harus selaras dengan standar ICAO dan ITU. Tanpa kerangka kerja yang solid, bahkan roket paling canggih sekalipun akan terhambat pada fase operasional.

Terakhir, kolaborasi dengan investor strategis menandakan model bisnis yang lebih terbuka. Jika BRIN dapat mengelola kemitraan ini secara transparan, akan tercipta rantai nilai mulai dari R&D, produksi, hingga layanan peluncuran. Ini bukan hanya soal kebanggaan nasional, melainkan peluang ekonomi baru yang dapat menumbuhkan startup antariksa, menciptakan lapangan kerja high‑tech, dan menempatkan Indonesia pada peta industri luar angkasa Asia‑Pasifik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Kapan roket dua tingkat BRIN akan melakukan uji terbang pertama?
    A: Uji terbang sistem separasi dijadwalkan pada 2027, sementara uji terbang tingkat pertama dan kedua secara terpisah akan dilakukan pada 2028.
  • Q: Apa peran motor RX 450 dalam program ini?
    A: RX 450 adalah motor utama yang dirancang untuk mencapai ketinggian 100 km, menjadi tulang punggung propulsi roket dua tingkat.
  • Q: Kapan desain dasar Bandar Antariksa akan selesai?
    A: Desain dasar diharapkan selesai pada 2026, dengan pembangunan infrastruktur dasar dimulai tahun berikutnya.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸